Tampil dan berkompetisi pada ajang Major adalah salah satu impian dari para pegolf mana pun. Tak terkecuali para pegolf amatir. Dan pekan penting bagi para pegolf amatir terbaik se-Asia Pasifik untuk mewujudkan hal tersebut hadir pada pekan ini. Dan empat pegolf muda Indonesia hari ini (4/10) mulai meniti jalan menuju panggung impian tersebut, jalan yang bernama Asia-Pacific Amateur Championship. Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Jonathan Wijono, Almay Rayhan Yaqutah, dan M. Rifqi Alam Ramadhan memulai penampilan mereka pada turnamen yang disebut-sebut sebagai ajang Major bagi pegolf Amatir ini. Dari keempatnya, Rifqi menjadi pemain debutan pada turnamen ini. Naraajie menjadi pemain yang paling berpengalaman dalam tim ini. Meskipun pada Asian Games yang lalu ia tampil kurang maksimal, secara keseluruhan tahun 2018 ini merupakan tahun prestasi gemilang baginya. Dalam kurun kurang dari tiga bulan, ia sudah membukukan dua kemenangan pada sirkuit profesional Indonesian Golf Tour. Dan pekan ini, ia kini berstatus No.60 di dunia, menurut World Amateur Golf Ranking. Meski dengan bekal demikian, ia menegaskan, ”Saya tak memiliki ekspektasi bermain di sini. Ini merupakan pertama kalinya saya bermain di lapangan Sentosa Golf Club ini,” tuturnya. Jonathan Wijono yang membukukan hasil positif dalam dua penampilan terakhirnya pada Asia-Pacific Amateur Championship ini—finis di posisi 59 (2016) dan T19 (2017) juga menyampaikan hal senada. ”Saya berniat untuk (menikmati) permainan saja. Kalau main bagus, ya tentu bagus,” ujar pegolf yang akrab disapa Jowi ini. Seperti halnya Naraajie, Jonathan juga hadir dengan membawa sejumlah bekal penting. Selain finis runner-up pada Indonesian Golf Tour Series 3 dan Indonesian Golf Tour Series 5  tahun ini, ia juga telah meraih gelar internasional ketika menjuarai Warren-MST Amateur Open. Istimewanya, ia menang dengan mentalitas serupa ketika hendak bermain pekan ini, sikap yang disebut David Milne, sang pelatih, sebagai sesuatu yang juga positif. Jika Jowi bersikap bak air yang mengalir, Almay Rayhan Yaqutah, yang hadir pekan ini dengan status Juara Nasional Indonesia, menegaskan, ”Saya ingin melakukan yang terbaik dan membiarkan hasilnya datang sendiri.” Rasanya pernyataan itu menjadi ungkapan yang mewakili seluruh pemain. Tapi pekan ini, tantangan lain bagi mereka adalah lapangan New Tanjong Course Sentosa Golf Club. Terlepas dari latar belakang prestasi masing-masing, keempatnya akan melakoni turnamen pertama di lapangan ini.  
Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan M. Rifqi Alam Ramadhan dalam putaran latihan Asia-Pacific Amateur Championship kemarin (3/10). Foto: AAC.
”Di sini green-nya sangat luas, sementara fairway-nya sempit. Ada banyak posisi lie yang sulit,” tutur Almay. ”Jenis rumputnya juga berbeda dengan lapangan di Indonesia, jadi insya Allah bisa beradaptasi dengan cepat.” Sementara itu, Rifqi, yang mencatatkan prestasi finis di peringkat 3 pada Kejuaraan Nasional Golf Amatir pertengahan September lalu menuturkan, ”Ball striking untuk iron harus bagus, sementara green-nya licin dan lebar sehingga bola tak boleh asal on. Ada banyak green yang kalau salah on, bola akan bergulir terus dan bisa masuk ke air.” Pelatih David Milne yang mendampingi keempat pemain muda ini mengungkapkan bahwa kondisi lapangan Sentosa Golf Club ini bakal memberikan kompetisi iron dan putting. ”Driver bukan menjadi prasyarat di lapangan ini. Meskipun fairway-nya tidak lebar, rough-nya cukup tipis. Artinya, bola bisa ke rough dan para pemain masih bisa melakukan pukulan. tidak bakal menjadi bagian yang esensial, meskipun tentu akan membantu jika bola bisa sampai ke fairway. Saya pikir turnamen ini bakal menjadi kompetisi iron dan putting,” jelas David. Turnamen pekan ini memang menyuguhkan taruhan yang sangat tinggi. Bagi yang sukses, mereka bakal menikmati penampilan pada dua ajang Major paling bergengsi: The Masters dan The Open Championship. Dan ini membuat tingkat persaingan akan menjadi luar biasa, sebagaimana terbukti pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa ajang ini menjadi panggung yang sempurna untuk tak sekadar menguji para pemain Indonesia, tapi juga panggung pembelajaran terbaik bagi karier golf masing-masing. David Milne tentang Empat Sekawan Indonesia “Persiapan untuk turnamen ini sudah kami lakukan dalam periodisasi tahunan, dengan puncaknya pada Asian Games XVII lalu, disambung dengan jeda untuk penyegaran dan intensif dalam dua pekan sebelum turnamen ini dimulai. Kami memiliki ekspektasi kepada keempat pemain ini, tapi bukan ekspektasi yang malah memengaruhi performa mereka. “Naraajie mungkin menjadi pemain yang paling siap, bukan karena dia adalah pemain terbaik di antara kempatnya, tapi ia menunjukkan bahwa dia sudah siap untuk bermain. “Jowi (Jonathan Wijono) baru  pulang dari Amerika dan baru bergabung lagi dengan kami. Dia jenis pemain yang terkadang bisa mengatasi hal-hal emosional, pemain yang tidak terlalu peduli dengan hasilnya, dan terkadang sikap ini adalah hal yang bagus. “Rifqi sudah berlatih bersama sejak lama. Untuk ajang dengan empat pemain, dia selalu menjadi pemain kelima sampai sekarang ketika ia diberi kesempatan untuk ikut turun pekan ini. Dia pemain yang menarik dan punya kemampuan membukukan skor yang rendah, meskipun belum menunjukkan hal tersebut untuk turnamen empat putaran. “Almay punya kemampuan ball striking yang bagus. Jika level percaya dirinya tinggi, dia bisa main dengan skor yang rendah. Saya yakin dia punya kemampuan untuk bisa masuk sepuluh besar.”

Leave a comment