Sebagai penopang tubuh, tulang pada tubuh manusia terbentuk sejak dalam kandungan. Semakin baik asupan makanan yang masuk saat ibu mengandung, akan semakin baik pula pertumbuhan tulang bayi hingga dewasa. sebaliknya, seiring bertambahnya usia seseorang, kualitas tulang manusia pun akan menurun. Penyakit yang timbul pun tak lepas dari Osteoporosis dan Osteoartritis.

Osteoporosis adalah kondisi yang menyebabkan tulang rapuh karena tulang kehilangan mineral utama, terutama kalsium, sehingga tulang repas dan mudah patah.

”Biasanya orang tak menyadari jika dirinya terkena Osteoporosis hingga mengalami patah tulang karena hal yang bisa dibilang sepele,” jelas Prof. DR. dr. Harry Isbagio, SpPD K-R, K-GER pakar Reumatologi dalam peresmian Comperhensive Orthopaedic & Rheumatology Centre MMC. Osteoporosis sering dijuluki oleh silent disease karena proses kehilangan massa tulang sering kali tanpa gejala dan langsung pada keadaan gawat, seperti fraktur (patah tulang).

arthritisSementara Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif atau lebih dikenal pengapuran sendi, penyakit ini menjadi salah satu penyebab keterbatasan karena menyebabkan nyeri. Osteoartritis banyak menyerang sendi penumpu berat badan seperti lutut, panggul, dan tulang belakang. Prevalensi penyakit ini pun dapat meningkat tajam pada usia diatas 55 tahun.

Biasanya, Osteoartritis banyak menyerang wanita di usia lebih dari 45 tahun. Faktor lain dapat pula menjadi penyebabnya. Misalnya, kondisi sendi dengan kelainan, cedera akibat pekerjaan maupun olahraga, dan obesitas. Menurut dr. Andjar Bhawono, SpOT selain wanita, kaum pria pun berisiko terhadap penyakit ini. Tak menutup kemungkinan seorang pegolf yang rawan menderita Osteoartritis karena gerakan statis yang dilakukannya.

”Beberapa pasien saya datang dari para pegolf dan mereka mengeluhkan sakit di lutut dan yang akhir-akhir ini muncul dari panggulnya,” katanya.

Gerakan golf yang cenderung melakukan swing dari tangan kanan ke kiri (nonkidal) rupanya menimbulkan pengapuran lebih awal terutama pada panggul, walaupun bermain golf kompetitif. ”Hal ini yang patut diwaspadai,” tambahnya.

Kiat-Kiat
Dr. Andjar pun berbagi beberapa kiat berikut bagi penggemar golf untuk mencegah terjadinya pengapuran lebih awal.

  1. Lakukan olahraga lain sebagai penopang golf, seperti rutinitas lari, pemanasan, renang, meningkatkan daya tahan, atau gym.
  2. Makan dan minum yang sehat. Walau pegolf pun tak lepas dari kebiasaan minuman beralkohol, namun jika sudah terjadi gejala, segera hindari dan imbangi dengan empat sehat lima sempurna.
  3. Selain risiko Osteoartritis, kemungkinan penyakit otot pun terkena saat bermain golf. Lakukan pemeriksaan secara holistic guna penanganan yang tepat.

Saran dr. Andjar, ketika pegolf sudah bergejala Osteoartritis berhentilah sejenak dan lakukan pengobatan, namun ia tak menyarankan berhenti total karena meski termasuk gaya hidup, golf masih merupakan olahraga yang baik bagi kesehatan.