Jason Kokrak meraih jackpot dengan kemenangan PGA TOUR pertama dalam kariernya pada ajang THE CJ CUP @ SHADOW CREEK.

Jason Kokrak memberi kejutan dengan mengalahkan rekan senegaranya, Xander Schauffele, dan meraih kemenangan PGA TOUR pertamanya berkat keunggulan dua stroke pada THE CJ CUP @ SHADOW CREEK. Kokrak, yang memulai putaran final tiga stroke di belakang pimpinan klasemen Russell Henley, menampilkan permainan luar biasa dan menorehkan skor 8-under 64 untuk meraih kemenangannya ini. Pegolf berusia 35 tahun ini mencatatkan skor total 20-under 268 pada ajang PGA TOUR ke-233 dalam kariernya.

Birdie di hole 2, 5, 6, 7, 8, 10, 11, dan 18 membantu Kokrak untuk mengalahkan Schauffele, yang bermain satu grup bersamanya. Schauffele, yang tengah mengincar gelar PGA TOUR kelima, sempat memberi perlawanan sengit, sampai akhirnya bogey di hole 16 par 5 menjadi penentu kemenangan bagi Kokrak, yang ia tegaskan dengan birdie di hole terakhir.

Selama sepuluh musim bertanding pada kancah PGA TOUR, prestasi terbaik Kokrak hanyalah meraih tempat kedua dalam tiga turnamen. Terakhir hasil serupa ia torehkan pada ajang Valspar Championship 2019. Namun, pukulannya yang luar biasa prima pada hari Minggu (18/10) kemarin terbukti membantunya mewujudkan kemenangan yang telah lama ia nantikan. Ia memukul bolanya ke 12 fairway dan 17 green in regulation. Selain itu, putting-nya juga luar biasa jitu sehingga menempatkannya sebagai pemain terbaik untuk kategori Strokes Gained: Putting, sesuatu yang juga untuk pertama kalinya ia torehkan dalam kariernya, membukukan rata-rata 10,2 stroke.

Meski performanya luar biasa dan kemenangan ini ia raih atas namanya, toh Kokrak tak ingin hanya menonjolkan dirinya sendiri. Ia menunjuk peran kedinya, David Robinson, yang mantan pegolf profesional, sebagai salah satu resep suksesnya.

 

 

”Rencana permainan saya sederhana: pukul fairway-nya. Kedi saya, D. Rob, juga sangat jitu dalam membaca green sepanjang hari dan sepanjang pekan ini sehingga saya bisa mendapat lebih panyak peluang jetimbang beberapa hari terakhir. Peluang itu ada semua. Saya memasukkan sejumlah putt yang bagus di sembilan hole pertama dan mengamankan beberapa par di sana-sini, saya benar-benar senang,” ujar Kokrak. Kemenangan ini turut memberinya 500 poin FedExCup, membawanya ke peringkat 4 klasemen sepanjang musim, dan hadiah uang senilai US$1,75 juta (sekitar Rp25,8 milyar!).

”Yang mau saya bilang, pengetahuan golfnya (Robinson) dan IQ golfnya ada di atas rata-rata. Saya benar-benar menghormati dia. Dia melunasi (kepercayaan saya), dia tahu apa yang mesti ia sampaikan pada saat-saat yang tepat, dan mungkin dia merupakan salah satu pembaca green terbaik pada PGA TOUR. Saya sudah bersama dia selama tiga setengah tahun. Saya sudah meminta jasa berbagai kedi dan kemudian saya memanggil David. Saya bilang ke dia, saya bisa melakukan pukulannya, Anda mesti sedikit membantu saya di sekitar green. Saya pikir kami bisa menjadi duo maut! Kami bermain cukup solid dalam beberapa tahun terakhir. Semoga kami bisa main sedikit lebih baik lagi untuk ke depannya.”

Sementara itu, pesaing terdekat Kokrak, Schauffele, sempat memulai putaran final dengan meyakinkan. Ia membukukan empat birdie di sembilan hole pertamanya, dan tiga birdie berturut-turut dari hole 11, termasuk di hole 13 ketika ia memasukkan putt dari jarak sejauh 14 meter membuatnya berhasil mengimbangi perolehan skor Kokrak, dengan lima hole tersisa. Namun, drive-nya yang melenceng di hole 16 terbukti fatal. Bolanya masuk ke rough yang tebal sehingga ia harus meninggalkan hole itu dengan bogey dan memberi Kokrak keunggulan satu stroke dengan dua hole tersisa.

”Setidaknya, saya memberi perlawanan … terkadang hal seperti ini terjadi, kecuali Anda Dustin Johnson, yang main 30-under ….” — Xander Schauffele.

”Ada kepingan kayu di bawahnya, sebagiannya menyentuh bola. Lalu di belakang saya juga ada ranting kecil. Saya tak merasa memukul seluruh bola ketika memukulnya. Saya tak ingin beralasan, tapi pukulan driver saya memang berakhir di pohon sana, jadi saya mesti memukul ke fairway sehingga ceritanya pun menjadi berbeda,” ujar Schaeffele.

”Yah, setidaknya saya memberi perlawanan dengan baik. Saya main 6-under, mengejar … hanya ada kesalahan saja. Kemarin saya main 2-over. Memang terkadang hal seperti ini terjadi, kecuali Anda adalah Dustin (Johnson), main 30-under dalam sebuah turnamen, tapi biasanya Anda pasti ingin mengurangi putaran buruk seperti ini. Sayangnya, saya main 2-over (pada hari ketiga). Kalau saja waktu itu saya main 1-under pasti hasilnya akan berbeda. Namun, secara keseluruhan, saya tak boleh mengeluh.”

Russell Henley, pimpinan klasemen hari ketiga, harus puas finis di posisi T3 bersama Tyrrell Hatton, pimpinan hari pertama. Henley membukukan skor 70, sedangkan Hatton bermain 7-under 65. Juara bertahan Justin Thomas harus bermain 2-over 74 dan finis T12.

Kim Siwoo akhirnya keluar sebagai pegolf Asia dan pemain Korea terbaik setelah menutup putaran final dengan skor 69. Ia finis T17 dengan skor total 7-under 281. Sementara pemegang dua gelar FedExCup Rory McIlroy finis T21 setelah bermain dengan skor 74 dan mengumpulkan skor 6-under 282. Juara edisi 2018 Brooks Koepka finis T28 dengan skor total 283.

1 Comments

Comments are closed.