Keith Pelley menegaskan betapa European Tour tidak boleh berhenti berinovasi.

Oleh: Keith Pelley, Chief Executive European Tour

Ada diskusi menarik yang berkembang di kantor pusat kami pada suatu hari, mengenai rangkaian turnamen European Tour yang belakangan ini diselenggarakan. Mulai dari Made in Denmark, Belgian Knockout, dan GolfSixes Cascais yang dimainkan pekan ini. Diskusi ini menyinggung bahwa rangkaian turnamen ini perlu diberi sebutan resmi “Innovation Swing”.

Perdebatan ini bukannya tidak beralasan. Kalender golf saat ini jelas sudah sangat ramai, dan dengan Major di antaranya, ketiga turnamen ini menawarkan sebuah narasi yang berbeda.

Baik Belgian Knockout, maupun GolfSixes jelas memikat para penggemar yang lebih muda berkat aksi satu lawan satu, plus kebebasan mengenakan celana pendek~duel sembilan hole pada turnamen yang pertama, dan kontes enam hole pada turnamen satu lagi~yang menjamin tiap pukulan memiliki konsekuensi yang menentukan hasil pertandingan. GolfSixes juga menampilkan tim pria dan wanita yang saling bersaing satu dengan yang lain, para pemain yang mengenakan celana pendek, dan menggunakan alat pengukur jarak, termasuk juga shot clock yang membuat para pemain mendapat hitungan mundur untuk melakukan pukulan.

Pada level permukaan, secara kontras, Made in Denmark memang kelihatan seperti “turnamen stroke play 72 hole lain”. Tapi realitasnya, turnamen ini juga menghadirkan sesuatu yang sangat berbeda karena komitmen yang terus-menerus dari para promotornya terhadap inovasi dan orisinalitas.

Ambil contohnya hole 14 di Himmerland Golf and Spa Resort. Hole yang mestinya menjadi sebuah rutinitas biasa pada par 4 sepanjang 262 yard ini, telah ditransformasi berkat diperkenalkannya Heineken Lounge, di mana para pemain yang melangkah dari green hole 13 harus melintasi area hospityalitas di tee box hole 14, yang digabungkan ke dalam struktur di tee box tersebut. Hasilnya ialah atmosfer yang luar biasa bagi para penggemar dan menciptakan sejumlah konten berkesan bagi banyak pemain, seperti yang dialami oleh Jamie Donaldson dan Matthew Southgate. Inovasi ini juga menciptakan ekspos merek yang sangat cerdas bagi Heineken.

Itulah sejumlah konsep yang diperkenalkan yang membuat inovasi menjadi pusat dari turnamen ini. Aktivasi lainnya termasuk diperkenalkannya European eTour Championship, kontes esport pertama kami, yang melibatkan lebih dari 15 juta orang di seluruh dunia, yang bermain World Golf Tour (WGT) melalui perangkat mobile mereka.

Made in Denmark memang merupakan ajang stroke play, namun menghadirkan inovasi yang menarik yang memberi ekspos istimewa bagi sponsor dengan memperkenalkan Heineken Lounge. Foto: Getty Images.

Kreativitas yang demikian, tak diragukan lagi, membedakan Made in Denmark dari norma dalam lanskap golf kompetitif yang padat. Tahun lalu, di seluruh Tour yang ada, ada 395 turnamen secara global yang masuk dalam hitungan Official World Golf Ranking. Dari jumlah ini, 382 merupakan turnamen stroke play, dan hanya 13 yang diklasifikasikan sebagai “format lain”, termasuk Belgian Knockout dan ISPS Handa World Super 6 Perth, yang juga menjadi bagian dari Race to Dubai kami.

Sementara ajang golf terbesar, seperti Ryder Cup, Kejuaraan Major, dan atau Rolex Series terus bertambah besar, pertarungan bagi turnamen-turnamen reguler untuk bisa memikat perhatian juga bisa menjadi lebih kompleks dan lebih menantang, terutama ketika Anda mempertimbangkan faktor olahraga lain dan bentuk hiburan lain, yang juga menarik minat pelanggan.

Akhir pekan ini, hanya untuk menyebut beberapa di antaranya, Anda harus mempertimbangkana ajang tenis French Open, awal dimulainya FIFA Women’s World Cup, kelanjutan Cricket World Cup, Nations Leage Football Finals, dan tentu saja, favorit pribadi saya, NBA Finals yang menampilkan Toronto Raptors yang berhadapan dengan Golden State Warriors. Beragamnya pilihan bagi konsumen inilah yang menjadi alasan mengapa inovasi menjadi sangat esensial. Jika gagal berinovasi, Anda bakal menghadapi risiko tertinggal di belakang.

Turnamen-turnamen, seperti GolfSixes bermaksud untuk memikat beragam audiens. Ajang tahun lalu di Centurion Club di Inggris memikat demografi yang lebih muda di media sosial dengan lebih dari 50% keterlibatan dilakukan oleh mereka yang berusia di bawah 35 tahun, sementara mereka yang menghadirinya menjadi 20% lebih muda daripada usia rata-rata penonton reguler ajang European Tour. Lebih jauh lagi, dalam dua tahun terakhir, sejumlah liga junior GolfSixes telah diperkenalkan di seluruh Inggris dan Eropa, dengan anak-anak perempuan mengambil 30% jumlah partisipasi dari mereka yang mendaftarkan diri.

Selain menegaskan kreasi kami pada GolfSix, inovasi menjadi salah satu dari pilar utama kami. Inovasi menentukan konten kami, penggunaan teknologi kami, dan perkenalan terhadap beragam format. Dalam pasar yang begitu padat, penempatan ini telah bergaung dengan mitra-mitra kami, para penyiar kami, tapi secara signifikan ialah bagaimana para penggemar melihat European Tour sebagai sebuah merek.

Mungkin diperkenalkannya nama resmi “Innovation Swing” merupakan ide yang bagus juga?

Leave a comment