Indra Hermawan melaju ke posisi puncak klasemen putaran pertama ajang Indonesian Golf Tour Grand Final yang berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country Club. Juara IGT Seri II ini mencatatkan skor 4-under 67.

Bermain di East Course dengan 71 par, Indra mencatatkan lima birdie dengan sebuah bogey. Torehan skornya ini membuatnya menjadi satu-satunya pemimpin klasemen pada akhir putaran pertama.

Ia dibuntuti oleh pegolf muda Fajar Win Nuryanto yang bermain 2-under 69. Sempat memimpin di puncak klasemen setelah membukukan 3-under pada sembilan hole pertamanya. Setelah birdie di hole 7, Fajar mencatatkan eagle di hole berikutnya.

Sayangnya, ia mendapatkan dua bogey di hole 10 dan 16, namun beruntung di antara itu ia mencatatkan birdie yang penting untuk mempertahankan persaingan.

”Saya menjaga tempo permainan agar tetap berada dalam persaingan. Beberapa pelunga birdie tidak terwujud di enam hole awal. Saya baru bisa dapat birdie di hole 7,” papar Fajar yang membukukan eagle berkat putting dari jarak 2,5 meter.

”Setelah bogey di hole 10, saya mencoba mengembalikan forkus permainan untuk tetap menempatkan bola agar sampai ke green,” imbuhnya.

Fajar mengaku permainannya selama 18 hole ini memang solid dan membukukan 16 GIR dari 18.

”Tapi green di East Course ini memang benar-benar tidak mudah. Salah baca, bola akan lewat,” ujar Fajar lagi.

Rinaldi Adiyandono yang bermain 1-under 70 berada di peringkat ketiga, berbagi posisi dengan Clement Kurniawan, Joshua Andrew Wirawan, dan Danny Masrin. Ia sempat memimpin sendirian di puncak klasemen berkat birdie di hole 10 dan 11. Ia bahkan sempat bermain 4-under hingga hole 16. Sayangnya, ia menuntaskan putaran pertama dengan bogey di hole 17 dan double bogey di hole 18. Satu bogey lagi ia bukukan di hole 6.

”Di hole 18 bola saya mengarah ke kiri dari tee sehingga masuk saluran air. Saya sempat mendapat free drop, tapi bola baru masuk green setelah tiga pukulan. Di sana saya melakukan tiga putt sehingga mendapat double bogey. Sejak latihan kemarin, saya memang belum menemukan cara untuk menaklukkan hole 18,” papar Rinaldi.

Ajang Grand Final ini merupakan puncak dari seri Indonesian Golf Tour yang berlangsung sejak awal tahun. Sebanyak 30 pegolf profesional terbaik berdasarkan peringkat poin IGT sepanjang 2017 berhak mengikuti ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp300 juta ini. Meskipun menjadi ajang pertaruhan penting bagi para pegolf profesional di Indonesia, tiga pegolf amatir ikut berkompetisi.

Untuk pertama kalinya pula ajang IGT dilangsungkan di Gunung Geulis Golf & Country Club, yang sekaligus menjadi kompetisi profesional pertama di East Course. Hujan sempat turun ketika turnamen baru berjalan satu jam. Beruntung 15 menit kemudian hujan berhenti dan pertandingan bisa berlanjut hingga selesai.