Turnamen golf tertua di Indonesia, yang sekaligus merupakan ajang nasional terbuka, Indonesia Open, dipastikan akan kembali digelar pekan depan di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Tour papan atas Asia, Asian Tour, memastikan penyelenggaraan ini mulai digelar pada 26-29 Oktober 2017 mendatang.

Kepastian ini jelas disambut positif, khususnya oleh para pegolf profesional di Indonesia yang kini tengah berada dalam kondisi yang sangat positif setelah terekspos dengan sejumlah turnamen, termasuk Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic, Combiphar Players Championship pekan lalu, dan tentunya IGT-PGM Championship.

”Dari segi pemain profesional, saya rasa bagus juga turnamn Indonesia Open ini akhirnya bisa terselenggara,” tutur Benita Yuniarto Kasiadi, putra pegolf legendaris Indonesia, yang juga merupakan satu-satunya pegolf Indonesia yang menjuarai Indonesia Open, Kasiadi.

”Saya berharap turnamen ini bisa berjalan dengan lancar minggu depan dan tiap tahun Indonesia Open bisa diselenggarakan.”

Hal senada juga diungkapkan Rinaldi Adiyandono ketika mengungkapkan kebanggaan bisa kembali berpartisipasi pada ajang nasional terbuka ini.

”Senang sekali Indonesia Open bisa kembali terselenggara,” tutur pegolf yang dikenal lihai memainkan trick shot ini. ”Awalnya masih tidak percaya kalau turnamen ini bakal digelar, tapi ternyata benar-benar pasti diselenggarakan.”

Indonesia Open tahun ini akan kembali memperebutkan total hadiah sebesar US$300.000 dan sekali lagi menjadi turnamen gotong royong lima perusahaan BUMN—Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, dan Telkom Indonesia.

Meski masih memperebutkan total hadiah yang sama seperti penyelenggaraan tahun lalu, sejumlah bintang Asian Tour dipastikan bakal kembali ke Jakarta. Sampai berita ini diturunkan, pemegang rekor kemenangan Asian Tour terbanyak dengan 18 gelar, Thaworn Wiratchant asal Thailand bakal berpartisipasi. Adapun juara bertahan asal India Gaganjeet Bhullar dan pegolf China Taipei Chan Shih-chang juga bakal tampil di Pondok Indah Golf Course pekan depan.

Selain mereka, nama-nama seperti Ajeetesh Sandhu yang baru meraih gelar Asian Tour perdana pada ajang Yeangder Tournament Players Championship lalu, pemenang Indonesian Masters 2016 Poom Saksansin, bintang EurAsia Cup asal Malaysia Nicholas Fung, dan pegolf India lainnya Shiv Kapur dan Jeev Milkha Singh akan meramaikan persaingan.

Bhullar sendiri menyatakan niatnya untuk meraih kemenangan Indonesia Open ketiga dalam kariernya.

”Saya selalu merasakan aura yang positif tiap kali bermain di Indonesia. Saya selalu bermain bagus, terutama di lapangan tersebut (Pondok Indah). Saya ingat bermain sangat bagus dari tee ke green tahun lalu. Putter saya juga cemerlang dan memberi peluang untuk mengawali turnamen dengan bagus dan akhirnya memenangkannya,” tutur Bhullar.

Bhullar sendiri merupakan pegolf kelima yang memenangkan Indonesia Open hingga dua kali. Pemain lain yang melakukannya termasuk Wiratchant, Frank Nobilo dari Selandia Baru, Frankie Minoza asal Filipina, dan Lu His-chuen dari China Taipei.

Josh Burrack, CEO Asian Tour, turut menyambut gembira penyelenggaraan Indonesia Open tahun ini, dengan menyebut turnamen ini merupakan salah satu turnamen nasional terbuka yang paling populer di Asia.

”Kami yakin, penyelenggaraan turnamen ini merupakan tanda yang bagus untuk pengembangan dan pertumbuhan golf profesional di Asia dan kami sangat yakin para pemain kami akan terus membuat masyarakat di Indonesia bersemangat (untuk menyaksikan Indonesia Open) pekan depan,” ujarnya.

Tahun lalu pegolf amatir Almay Rayhan Yaqutah sukses menjadi pegolf amatir terbaik. Selama empat putaran ia bermain dengan skor 68-69-75-71. Dengan total 5-under 283, ia finis di peringkat T26. Sayangnya, para pemain amatir terbaik Indonesia, seperti Almay, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Kevin Caesario Akbar, Tirto Tamardi, dan Jonathan Wijono, tidak akan tampil pada Indonesia Open tahun ini. Mereka akan bertanding pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship pada tanggal yang sama di Selandia Baru.