Tim Indonesia yang berlaga pada ajang South East Asia Amateur Golf Team Championship di Nay Pyi Taw, Myanmar kemarin (20/12) membuka persaingan dengan sejumlah pesaing kuatnya. Peluang itu hadir dari ajang Putra Cup, Lion City Cup, dan Santi Cup.

Gabriel Hansel Hari menjadi bintang Tim Indonesia pada putaran pertama. Pegolf remaja yang turun pada ajang Lion City Cup ini menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang bermain under. Ia menorehkan skor 1-under 71 untuk berada di peringkat kedua pada akhir putaran pertama. Ia terpaut satu stroke dari pegolf tuan rumah, Pyae Phyo Thu.

Hansel menorehkan tiga birdie dan dua bogey untuk mencatatkan skor 71 tersebut.

“Hari ini (kemarin), short game saya benar-benar membantu karena long game saja justru kurang bagus. Jadi, shor game benar-benar menjadi kunci buat saya,” tutur pegolf yang akrab disapa Hansel ini.

Ia mengaku mendapat masukan yang penting dari tim pelatih yang ikut mendampingi Tim Indonesia.

“Pelatih sangat membantu, soalnya hari ini (kemarin) saya sama sekali tidak merasa percaya diri karena pukulan saya sedang tidak bagus. Tapi saya terus mendapat motivasi supaya bisa bangkit,” tandasnya.

Hasil positif juga dibukukan oleh M. Seandy Alfarabi. Ini menjadi kesempatan pertama baginya turun mewakili Indonesia pada ajang Putra Cup dan sejauh ini permainannya menunjukkan bahwa ia menjadi salah satu pemain yang memang punya potensi yang bisa membantu timnya. Pada putaran pertama kemarin, ia bermain dengan skor even par 72.

 

Gabriel Hansel Hari, yang turun pada ajang 12th Lion City Cup, sukses membuka putaran pertama dengan skor 1-under 71. Foto: Golfin’STYLE.

 

Persaingan untuk ajang Santi Cup memang tidak mudah. Tim Filipina yang diperkuat Bianca Pagdanganan dan Lois Kaye Go memulai hari pertama dengan meyakinkan. Masing-masing mereka menorehkan skor 2-under 70 dan 1-under 71 di City Golf Course. Sementara itu, Ribka Vania membukukan skor terbaik bagi Indonesia pada hari pertama, dengan 2-over 74.

Sementara pada ajang Kartini Cup, Tim Indonesia untuk sementara tertinggal jauh dari pemain tuan rumah, Thin Wai Khaing yang kemarin bermaina even par 72. Skor terbaik Tim Indonesia pada hari pertama itu dibukukan oleh Meva Helina Schmit yang bermain 79.

Manajer Tim Indonesia Gian Perkasa menilai performa para pemain Indonesia pada hari pertama kemarin sebagai performa yang cukup baik dengan kejutan yang dilakukan Hansel.

“Performa Hansel memang agak mengejutkan mengingat dia sempat sakit sebelum kami berangkat. Akibatnya, ia tidak bisa mengikuti latihan seintens teman-temannya. Tapi dia memiliki kemampuan up-and-down yang baik. Hari ini (kemarin) pukulannya memang kurang ideal, tapi kemampuan up-and-down dia sangat membantunya untuk main 71,” tutur Gian.

Menghadapi putaran kedua, yang kini tengah berlangsung, Gian juga menyampaikan bahwa seluruh anggota Tim Indonesia telah menerima masukan dari tim pelatih agar bisa memperbaiki performa mereka.

“Para pelatih telah memberi masukan untuk membangkitkan semangat mereka. Kita tahu, anak-anak ini memiliki kemampuan untuk mencatatkan skor yang bagus, tinggal bagaimana mereka bermain lebih tenang saja. Tapi memang ada satu-dua pemain yang kami minta agar bermain lebih berani,” tandas Gian.

Leave a comment