Indonesia akhirnya berhasil finis di posisi tiga besar pada MercedesTrophy Asian Final 2016 yang dilangsungkan di Gold Coast, Australia. Setelah memainkan dua putaran pada 11 dan 12 Agustus lalu, Tim Indonesia yang terdiri dari 7 pemain amatir ini memastikan berada di peringkat ketiga di bawah Thailand dan Malaysia.

Dari dua hari penyelenggaraan MercedesTrophy Asian Final, Tim Indonesia—yang terdiri dari Pedro Limardo, Basrizal Koto, Rizki Marwan, Andy Lauw, M. Sentosa S. Meliala, Tjia Eddy Susanto, dan Suwartyni Washari—berhasil mengumpulkan total skor Stableford 415, lebih baik 9 poin daripada Tim Taiwan yang ada di tempat keempat.

Pada putaran pertama sehari sebelumnya (11/8) Tim Indonesia hanya ada di peringkat keempat dengan perolehan skor Stableford 199. Pada hari kedua (12/8), panitia mengelompokkan para pemain berdasarkan peringkat mereka dalam grup senegara. Dengan kombinasi ini, Tim Indonesia bermain lebih lepas—meskipun tetap serius—dan berhasil menambah perolehan poin Stableford untuk memperbaiki peringkat.

Prestasi ini, menurut Kapten Tim Julius Djohan, melampaui apa yang dicapai Tim Indonesia pada gelaran tahun sebelumnya.

”Saya pikir prestasi kali ini memang cukup baik,” ujar Julius. ”Kemudian mereka juga kompak dan  menjalankan perannya masing-masing.”

Tahun lalu, Tim Indonesia hanya berhasil finis di peringkat ke-7 dari total 9 negara yang berpartisipasi pada Asian Final.

rsz_1rsz_1rsz_img_8820

Kebanggaan lainnya ialah tiga pemain Indonesia, yaitu Pedro Limardo (Divisi A), Rizki Marwan (Divisi B), dan Andy Lauw (Divisi C) berhasil meraih 2nd Runner-up. Selain itu, Rizki Marwan terpilih untuk mewakili Asia berlaga pada World Final yang akan diselenggarakan di Stuttgart, Jerman pada awal Oktober mendatang.

Rizki, yang bermain dengan skor Stableford 38-39 berhasil menjadi yang terbaik di antara ketujuh pemain Indonesia.

”Kaget juga lantaran saya sama sekali nggak menyangka bisa menang,” ujar Rizki. ”Saya berterima kasih untuk pengalaman ini, terutama juga untuk dealer saya, PT Bintang Cosmos, Medan.”

Rizki yang bermain di Divisi B memang mengumpulkan poin Stableford yang sama dengan Andy. Namun, penghitungan countback-nya lebih baik sehingga dirinyalah yang terpilih untuk mewakili Indonesia dalam Tim Asia.

Menyinggung keberhasilan Rizki, Julius menyambut positif prestasi ini sembari mengingatkan pentingnya persiapan menjelang berlaga di Jerman. Julius menyebut aspek stamina, membiasakan diri dengan troli elektronik, vitamin dan pakaian yang bisa menahan dingin menjadi hal yang perlu disiapkan.

”Selain itu, dia juga harus mempelajari course management. Jadi, saya akan coba membantu menyiapkan buku tentang layout dan gambaran hole by hole, seperti di sini (Sanctuary Cove Golf & Country Club), itu banyak membantu teman-teman kita,” tutup Julius.