Im Sungjae menargetkan kembali masuk sepuluh besar, sembari meyakini bahwa penantiannya akan Jaket Hijau Masters Tournament segera terwujud.

Menjadi salah satu pegolf yang finis di tempat kedua dalam debutnya pada Masters Tournament bulan November 2020 lalu jelas menyulut semangat Im Sungjae. Ia pun meyakini bahwa suatu hari kelak ia bakal bisa mengenakan Jaket Hijau yang terkenal itu, sekaligus memperbaiki catatan sejarah golf.

Bintang asal Korea ini memang sukses memaksimalkan kesempatan di Augusta National dalam kunjungan pertamanya itu. Malahan, meski hanya sekejap, pada putarna final kala itu ia sempat memberikan tekanan kepada Dustin Johnson, yang akhirnya keluar sebagai juara. Ia sempat menempel Johnson dengan satu stroke sampai akhirnya pegolf Amerika itu tancap gas dan memastikan kemenangan lima stroke. Im sendiri akhirnya menempati peringkat kedua bersama pegolf Australia, Cameron Smith.

Saat ini, pegolf yang sangat berbakat ini menjadi pegolf Asia dengan peringkat tertinggi pada klasemen FedExCup PGA TOUR. Ia juga menjadi pegolf Asia dengan peringkat Official World Golf Ranking terbaik dengan berada di No.19.

”Tahun lalu, di hole 5, saya hanya tertinggal satu stroke dari Dustin. Saat itu saya sampai berpikir kalau saya bisa menang hari ini. Sayangnya, saya finis di tempat kedua, tapi hasil seperti ini pada ajang Major sudah luar biasa buat saya. Dengan performa itu, saya pikir saya jelas cukup kompetitif untuk menjuarai jaang Major dalam waktu dekat,” tutur pegolf berusia 23 tahun ini.

”Tahun lalu saya main sangat bagus dan berharap bisa mengulanginya lagi pekan ini. Saya berharap bisa masuk sepuluh besar lagi atau mendekati posisi teratas.”

Keberhasilannya finis di tempat kedua itu sekaligus memperbaiki prestasi seniornya, K.J. Choi ketika menuntaskan edisi 2004 di tempat ketiga.

Hal positif lain bagi Im ialah ia akan memulai Major pertamanya tahun ini dengan performa yang solid. Dalam sembilan ajang stroke play pada tahun 2021 ini, ia telah dua kali masuk sepuluh besar, empat kali masuk 25 besar, dan belum pernah gagal lolos cut. Jelas ia juga akan membawa nuansa positif dari penampilan mengesankannya tahun lalu, dan dengan pengalaman yang sedikit lebih banyak.

”Momen paling berkesan ialah bahwa saya bisa bertahan di sepuluh besar, prestasi yang sangat mencengangkan saya, dan juga bermain dengan Dustin, yang merupakan pemain terbaik di dunia. Ini ajang yang paling saya ingat dan bermain di Augusta National membuat saya merasa bangga karena saya selalu menonton turnamen ini di TV ketika masih kecil,” tutur pemegang satu gelar PGA TOUR ini.

”Tahun lalu saya main sangat bagus dan berharap bisa mengulanginya lagi pekan ini. Saya berharap bisa masuk sepuluh besar lagi atau mendekati posisi teratas. Green di Augusta National sangatlah licin dan ada banyak slope besar dan saya mesti mematok strategi dengan tepat agar bisa berada di posisi terbaik. Manajemen lapangan akan sangat penting.

”Saya pikir saya akan merasa sedikit gugup bermain di depan para penonton.”

Im juga menilai bahwa Masters Tournament dan tradisi di sekitarnya telah menjadikan ajang ini sebagai ajang Major yang sangat berbeda ketimbang ketiga Major lainnya.

”Sudah jelas The Masters merupakan yang terbesar dari keempat ajang Major. Saya sangat ingin bersaing untuk meraih gelar Masters dan menjuarai Jaket Hijau. Itu impian semua orang. Jika kami memenangkannya sekali, kami bisa mengikuti turnamen ini seumur hidup. Itulah yang membuat kemenangan di sini menjadi ekstra spesial,” sambungnya lagi.

Dengan kembalinya para penonton di Augusta National pekan ini, Im mengaku akan merasa sedikit gugup menjelang penampilan keduanya. ”Para pegolf yang telah bermain di sini dengan kehadiran penonton sudah membagikan pengalaman mereka dan beberapa mengaku cukup gugup dengan disaksikan para penonton (karena adanya tekanan tambahan). Saya pikir saya akan merasa sedikit gugup bermain di depan para penonton,” akunya.

Para penantang dari Asia pekan ini juga akan diwakili oleh rekan senegara Im, Kim Siwoo, bintang asal Jepang Hideki Matsuyama, dan pegolf China Taipei C.T. Pan, yang juga menikmati finis T7 pada debutnya di Augusta National bulan November 2020 lalu.