Im Sungjae siap menikmati pengalaman pertamanya mempertahankan gelar pada The Honda Classic.

Mungkin terdengar aneh, tapi Im Sungjae menikmati ”pembantaian” yang terjadi pada rangkaian Florida Swing PGA TOUR. Bahkan dengan rintangan yang luar biasa sukar dan green yang keras, bintang asal Korea ini masih bisa merasa bermain di rumahnya sendiri.

Pekan lalu pada THE PLAYERS Championship, pegolf asal Jeju ini terlihat tenang memainkan green pula yang terkenal di The Stadium Course TPC Sawgrass, bahkan ketika rekan-rekan PGA TOUR lainnya mengalami kesulitan. Sebanyak 66 bola masuk ke air yang mengelilingi hole par 3 itu sepanjang empat putaran, termasuk 35 pada putaran pertama. Namun, Im malah sukses mengendalikan bolanya, mencuri birdie pada hari Kamis dan Jumat, dan par pada putaran final. Ia hanya kehilangan bola di sana pada hari Sabtu.

”Secara pribadi saya menyukai tantangan-tantangan pada PGA TOUR, terutama pada Florida Swing,” tutur Im. ”Green-nya keras. Lalu ada banyak air. Saya tahu semua pemain aakn kesulitan, termasuk saya sendiri, tapi saya berusaha menikmati memainkan seluruh tantangan itu. Keseluruhan permainan saya cenderung bagus kalau lapangannya lebih menantang.”

Termasuklah pada The Honda Classic, yang dimainkan di salah satu lapangan tersulit PGA TOUR, PGA National. Setahun yang lalu Im mencatatkan skor total 6-under untuk membukukan kemenangan PGA TOUR pertamanya, satu stroke mengungguli Mackenzie Hughes dan Tommy Fleetwood. Skor 4-under 66 yang ia torehkan pada hari Minggu membantunya menyamai rekor tertinggi kedua sejak ajang tersebut dipindahkan ke PGA National pada tahun 2007.

”Saya sangat setuju dengan pendapat orang lain yang mengatakan lapangan ini salah satu yang tersulit,” tuturnya. ”Angin cenderung berembus kencang di sini, dan bahkan tanpa angin pun green-nya selalu keras, dan dari tee box ada banyak rintangan air, yang memberi tekanan ekstra sebelum Anda melakukan tiap pukulan.”

”Saya ingin mempertahankan gelar saya. Saya ingin bermain konsisten sepanjang empat putaran dan finis meyakinkan. Itulah target saya (pekan ini)!”

Termasuk tiga hole tersulit yang dimulai dari hole 15, yang dikenal dengan sebutan ”The Bear Trap”, yang menjadi penghormatan kepada Jack Nicklaus. Sebagai salah satu rangkaian hole tersulit PGA TOUR, ketiga hole ini telah menelan lebih dari 1.500 bola sejak 2007 dengan sejak tahun itu, 78% peserta menenggelamkan setidaknya satu bola mereka di sana.

Im sendiri memainkan tiga hole ini dengan skor 2-under pada tahun 2020, yang terbukti memberi perbedaan untuk meraih kemenangan pertamanya.

”Satu hal yang saya ingin dari kemenangan tahun lalu ialah saya kembali ke kamar hotel dan tak bisa mempercayai apa yang telah terjadi,” kenangnya. ”Jadi, kenangan itu sendiri menjadi momen paling berkesan dari tahun lalu. Dan sejauh menyinggung pekan ini, sekali lagi, saya ingin tetap konsisten dengan permainan saya dan berharap bisa main bagus dan mempertahankan gelar.”

Persiapannya kali ini tidaklah berbeda, meskipun kali ini ia harus mempertahankan gelar. Permainannya tahun ini cukup stabil dengan selalu berhasil lolos cut, kecuali pada satu turnamen. Ia telah delapan kali masuk 25 besar, termasuk T2 pada Masters Tournament bulan November, dan T5 pada Sentry Tournament of Champion.

Pekan ini ia berada di peringkat 19 pada klasemen FedExCup dan bersiap untuk mencari sukses lagi.

”Sejak jeda kompetisi dan kembalinya turnamen, saya bermain biasa-biasa saja jika melihat standard saya,” ujarnya. ”Namun, kondisi saya perlahan-lahan telah kembali dan saya menemukan permainan saya lagi, dan rasanya senang bisa kembali ke The Honda Classic sebagai juara bertahan. Saya berharap bisa main bagus pekan ini.”

”Ia tahu bisa langsung membidik dan memukul bola dan mendapatkan hasil yang bagus.” — Adam Scott.

Pekan lalu, selain skor 77 pada hari ketiga, Im memang bermain cukup konsisten pada THE PLAYERS. ”Melanjutkan permainan bagus dengan putaran yang bagus memang selalu sulit, tapi saya pikir sepanjang sisa musim ini saya ingin tetap stabil dan bermain lebih nyaman dari segi mental, supaya bisa finis meyakinkan tiap pekan.

”Saya ingin mempertahankan gelar saya. Saya ingin bermain konsisten sepanjang empat putaran dan finis meyakinkan. Itulah target saya (pekan ini)!”

Permainan Im sejauh ini memang telah mengundang pujian. Adam Scott, yang menjadi rekan Im dalam Tim Internasional Presidents Cup 2019 lalu, termasuk salah satu yang terkesan dengannya. Scott bahkan menyebut Im sebagai ”Iron Byron”, mengacu pada Byron Nelson yang terkenal akan kemampuan memukul bolanya.

”Yang saya ingat darinya, mungkin waktu itu hari Senin, tapi kondisinya sangat berangin. Begitu kencangnya sampai saya tidak berniat untuk memainkan hole mana pun supaya tidak menghancurkan rasa percaya diri saya. Saya pikir Sungjae menjadi satu-satunya pemain yang berada di lapangan dan bermain, jadi kami berjalan bareng dan saya melihatnya memainkan beberapa hole, dan ketika itulah saya mulai mengagumi dia. Bahkan ketika angin berembus sekencang 25 mil per jam di Royal Melbourne, pukulannya selalu ke fairway, green, fairway, green, dan persis seperti Iron Byron, seperti mesin,” sanjung Scott.

”Swing-nya sangat repetitif. Ia memiliki irama yang sangat khas, dan saya pikir seperti yang lain juga, tapi jelas ia lebih khas lagi. Ketika ia merasakan iramanya, swing-nya sangat repetitif, dan tak masalah seperti apa kondisi yang ia hadapi. Ia tahu bisa langsung membidik dan memukul bola dan mendapatkan hasil yang bagus. Saya tahu karena sempat mengobrol dengan kedinya. Sulit bagi kedinya untuk memintanya untuk tidak membidik ke pin karena dia selalu berpikir bisa selalu membidik pin. Jelas dia memiliki rasa percaya diri yang melimpah, dan kita telah melihat permainan konsistennya dalam beberapa tahun ini.”