Im Sungjae memimpikan meraih kemenangan pada THE PLAYERS Championship yang dimulai pekan ini.

Im Sungjae telah menyejajarkan THE PLAYERS Championship dengan keempat ajang Major. Ia pun mengungkapkan ambiasinya untuk bisa meraih trofi emas yang prestisius itu setidaknya sekali dalam karier golfnya yang tengah berkembang.

Pegolf yang baru berusia 22 tahun ini saat ini menjadi pegolf Asia dengan peringkat dunia tertinggi, yaitu No.17. Dan ketika ajang flagship PGA TOUR ini dimulai pada hari Kamis (11/3) di The Stadium Course, TPC Sawgrass, ia bakal menikmati upayanya untuk bersaing dengan para pegolf terbaik di dunia.

Setahun yang lalu ajang ini terpaksa dibatalkan setelah putaran pertama menyusul pandemi COVID-19. Setelah itu, kompetisi harus dihentikan total selama tiga bulan. Bagi Im, masa-masa ini sangat berat mengingat ia sedang berada dalam kondisi terbaik, menyusul kemenangan pertamanya pada PGA TOUR lewat ajang The Honda Classic, finis di tempat ketiga pada Arnold Palmer Invitational, dan sempat bermain dengan skor 69 pada hari pertama di TPC Sawgrass.

Lalu ketika PGA TOUR kembali melanjutkan kompetisinya, pegolf berbakat Korea ini membutuhkan waktu untuk bisa mendapatkan permainannya. Finis di tempat kedua dalam debut Masters Tournament pada bulan November, menyusul T7 pada Sentry Tournament of Champions bulan Januari menjadi pertanda ia mulai kembali ke performa terbaiknya.

Dengan suasana hati yang positif itulah Im, yang berjulukan ”Ironman” dan ”The Machine” lantaran etos kerja dan jadwal bermainnya yang padat, mematok targetnya pada THE PLAYERS. Ia berharap bisa mengikuti jejak pegolf senegaranya, K.J. Choi (2011) dan Kim Siwoo (2017), dua wakil Asia yang sukses meraih kemenangan di TPC Sawgrass.

”Ini ajang terbesar bersama keempat turnamen Major,” tutur Im menjelang kejuaraan yang menyediakan total hadiah senilai US$15 juta ini.

”Semua orang ingin menghasilkan performa terbaiknya pada THE PLAYERS. Memang pembatalan pada tahun lalu sangat disayangkan, tapi semoga saya bisa bermain penuh selama empat putaran dengan skor yang baik kali ini. Dua pemain Korea telah menang di TPC Sawgrass, yang membuat saya berpikir kalau lapangan ini sebenarnya sangat cocok buat para pemain Korea. Saya merasa bisa bersaing di jajaran atas.

”Ketika K.J. menjuarai THE PLAYERS, saya masih muda dan belum bisa menyaksikan siaran langsungnya. Namun, saya langsung menyaksikan siaran ulangannya.”

”Hole 17 kelihatannya pendek, tapi posisi pinnya sangat krusial dalam pilihan cara memainkannya. Hole ini bisa menjadi sangat sulit dan karena merupakan green pulau ….”

Im telah menjadi salah satu bintang baru golf sejak pertama kali menembus Korn Ferry Tour 2018. Kala itu ia meraih predikat Rookie of the Year dan Player of the Year. Dalam musim pertamanya berlaga pada PGA TOUR setahun kemudian, ia mengemas prestasi mengesankan dengan tujuh kali finis di sepuluh besar dan menjadi satu-satunya pemain debutan yang bisa berada di jajaran 30 besar FedExCup Playoff dan bertanding pada TOUR Championship. Ia kemudian menuntaskan tahun istimewa itu dengan menjalani debutnya dalam Tim Internasional pada Presidents Cup menghadapi Amerika Serikat. Ia bahkan menyumbangkan 3,5 poin di Royal Melbourne, termasuk kemenangan meyakinkan atas Gary Woodland.

Dengan THE PLAYERS dihadiri oleh para pegolf terbaik dari seluruh turnamen golf, Im menyebut bisa menjadi yang terbaik di antara yang terbaik akan menjadi nilai lebih dari ajang ini. ”Jika bisa menjuarari THE PLAYERS, saya akan merasakan kebanggaan. Saya berharap bisa bersaing dengan baik bersama para pemain berbakat, tapi seperti yang Anda juga tahu, sangatlah sulit melakukan hal tersebut pada setiap turnamen. Namun, saya ingin mengangkat trofi itu, setidaknya sekali dalam karier saya,” ujar Im, yang kini menempati peringkat 19 pada klasemen FedExCup.

Pengalamannya yang terbatas pada Stadium Course karya Pete Dye ini telah memberinya pengalaman yang pahit sekaligus manis. Dalam debutnya dua tahun silam, Im gagal lolos cut setelah bermain 73 dan 71. Namun, pada putaran kedua itu, ia berhasil membukukan hole-in-one di hole 13 par 3, meskipun kemudian mendapat double bogey di hole 17 par 3 yang khas itu.

”Saya ingat hole-in-one itu. Pin-nya nyaris ditempatkan ke kiri, di dekat air. Saya butuh birdie untuk bisa lolos cut dan kemudian memutuskan bermain agresif. Untungnya, pukulan tee saya mengarah ke dekat pin, mendarat sekitar 1,5 meter melewati pin dan bergulir kembali untuk masuk hole,” kenang Im.

”Hole 17 kelihatannya pendek, tapi posisi pinnya sangat krusial dalam pilihan cara memainkannya. Hole ini bisa menjadi sangat sulit dan karena merupakan green pulau, Anda mesti bermain aman, membidik ke tengah green, yang pada akhirnya akan membantu mendapatkan par. Strategi ini akan membantu dalam menghasilkan skor yang bagus di sana.”

Pegolf Korea lain yang akan bergabung dalam jajaran elite pekan ini termasuk An Byeonghun, Lee Kyounghoon, Kang Sung, dan Kim Siwoo.