Im Sungjae meraih kemenangan perdananya pada WGC-Dell Technologies Match Play dengan menundukkan Russel Henley.

Para pegolf Asia memperoleh hasil yang beragam dalam langkah awal mereka mewujudkan impian memenangkan World Golf Championships-Dell Technologies Match Play. Tiga wakil Asia yang bertanding kemarin (24/3), masing-masing, meraih kekalahan, bermain imbang, dan meraih kemenangan pada partai pertamanya.

Pemimpin kategori Total Birdies pada PGA TOUR dalam dua musim terakhir Im Sungjae menjadi satu-satunya yang meraih kemenangan itu. Empat birdie yang ia bukukan pada partai pertama dalam debutnya kali ini berhasil menyingkirkan Russel Henley dengan kemenangan tipis 1-up di Grup 16.

Menyusul debut memukaunya untuk Tim Internasional pada Presidents Cup, ketika ia menyumbangkan 3,5 poin, Im memulai pekan ini dengan harapan bisa memulai partai match play ini dengan catatan meyakinkan. Ia membukanya dengan birdie dari jarak 6 meter di hole pertama, yang memberinya keunggulan 1-up, sebelum kemudian menambah keunggulan di hole 7 berkat birdie dari jarak 4 meter.

Ketika Henley mencatatkan bogey di hole 9, pegolf Korea itu memiliki keunggulan 3-up. Namun, Henley tidak menyerah begitu saja. Ia bangkit dan memenangkan dua hole berikutnya. Beruntung Im berhasil mempertahankan keunggulannya, menyusul kegagalan Henley dalam memanfaatkan peluang birdie di hole terakhir untuk memaksakan hasil imbang.

”Meski sudah unggul 3-up, pertandingan ini menjadi sengit di sembilan hole pertama. Saya agak sedikit gugup, tapi menikmatinya dan pertandingan ini terasa menyenangkan,” ujar Im, yang akan berhadapan dengan Marc Leishman pada partai berikutnya.

 

 

”Yang terpenting ialah saya memenangkan partai pertama saya. Ini awal yang bagus di fase grup seperti ini. Masih ada dua partai lagi yang harus dimainkan, jadi saya akan berusaha menjaga fokus dan berharap punya peluang untuk menjuarai kedua partai tersisa dan melangkah ke babak berikutnya.”

Bagi pemain yang berjulukan ”Ironman” ini, pertandingannya kemarin merupakan pengalaman pertamanya bermain di Austin Country Club. Ia menyebut lapangan ini sangat sesuai dengan permainan agresifnya. Berbekal pengalamannya pada Presidents Cup dua tahun silam, ia berniat mengikuti jejak Hideki Matsuyama untuk memenangkan gelar World Golf Championships pertamanya.

”Saya pikir lapangan ini cocok untuk match play. Ada beberapa hole pendek dan beberapa hole menuntut kami bermain aman. Jadi, ada perpaduan dari beragam jenis hole sehingga lapangan ini menyenangkan untuk dimainkan,” tuturnya, ”Saya sudah main bagus waktu Presidents Cup dan meraih tiga kemenangan. Tiap hole pada ajang match play sangatlah penting, jadi itulah perbedaan utama antara match play dan stroke play. Ketimbang stroke play, saya tak merasa dikejar sehingga harus bermain secara terburu-buru. Namun, saya masih harus mengalahkan lawan saya dan karena itu, ada tekanan dalam permainan. Namun, saya menyukai segala hal tentang match play.”

Sementara itu, rekan senegara Im, Kim Siwoo yang belum lama ini menjuarai gelar PGA TOUR ketiga dan finis di sepuluh besar pada THE PLAYERS Championship dua pekan silam, nyaris meraih kemenangan pertamanya di Grup 5. Berhadapan dengan bintang Ryder Cup dari Inggris, Tommy Fleetwood, Kim harus puas bermain imbang setelah Fleetwood meraih birdie di hole terakhirnya. Hari ini ia akan menghadapi lawan yang tangguh, Bryson DeChambeau, yang secara mengejutkan kalah dari pemain debutan Antoine Rozner.

Adapun Matsuyama harus menelan kekalahan pada partai pembukanya di Grup 10. Ia takluk dari Carlos Ortiz 4&3 dan harus memainkan partai hidup dan mati untuk mempertahankan peluangnya melangkah ke babak selanjutnya. Lawan berikutnya ialah pemain kidal Brian Harman.