Im Sungjae berniat mengikuti jejak K.J. Choi dan Kim Siwoo yang sukses menjuarai THE PLAYERS Championship.

Im Sungjae merasa tak percaya kalau ia kini menjadi pemain No.1 pada klasemen FedExCup, justru ketika ia segera bermain pada THE PLAYERS Championship. Meski begitu, banyak pula yang tak merasa kaget dengan pencapaian ini.

Bintang berusia 21 tahun dari Pulau Jeju ini baru saja menyalip Justin Thomas dari peringkat teratas setelah finis di tempat ketiga pada Arnold Palmer Invitational, seminggu setelah meraih gelar PGA TOUR pertamanya pada The Honda Classic.

Performanya yang tengah memuncak ini pun membuatnya menjadi salah satu favorit pada ajang flagship PGA TOUR yang dimainkan di Stadium Course TPC Sawgrass ini. Yang jelas, ia berharap bisa mengikuti jejak dua rekan senegaranya, K.J. Choi dan Kim Siwoo, yang masing-masing telah menjuarai ajang ini pada 2011 dan 2017.

Pemain top Asia lain yang bakal bermain pekan ini termasuk tiga rekan senegaranya An Byeonghun, Kang Sung, dan Kim Siwoo, Hideki Matsuyama asal Jepang, C.T. Pan dari China Taipei, dan duo Thailand Jazz Janewattananond dan Kiradech Aphibarnrat.

“Keren juga. Sulit dipercaya kalau sekarang saya No.1. Rasanya senang sekali,” ujar Im, yang akan bermain bersama Gary Woodland dan Bryson DeChambeau dalam dua putaran pertama THE PLAYERS.

Bintang terang Im melambung tinggi sejak meraih Korn Ferry Tour Player of the Year 2018 dengan menang dua kali pada sirkuit tersebut. Lalu dalam setahun berikutnya, ia tujuh kali finis di sepuluh besar untuk menjadi Rookie of the Year PGA TOUR. Dan ia mengukuhkan statusnya sebagai salah satu bintang baru dengan debut memukau pada Presidents Cup di Australia, bulan Desember 2020 lalu. Kala itu ia menyumbangkan 3,5 poin bagi Tim Internasional, termasuk kemenangan 4&3 atas Woodland.

“Saya belum pernah melihat pemain semuda dia dengan begitu banyak jenis pukulan. Saya saja butuh waktu lama untuk mempelajari semua itu dan merasa nyaman melakukannya dalam sebuah turnamen.” – Justin Thomas

Thomas, Juara FedExCup 2017, juga telah cukup sering bermain dengannya dan paham bahwa pegolf Korea itu benar-benar tangguh.

“Sulit dipercaya. Saya ingat pertama kalinya kami main dengan dia pada THE CJ CUP. Kondisinya sangat berangin, seperti biasanya di sana, dan cara dia memukul bola, bahkan ketika kami menghadapi embusan yang memotong jalur pukulan, dia masih bisa memukul rendah dan pada kesempatan lainnya ia juga bisa melakukan hal serupa. Ketika mendapat embusan angin, ia memukul iron tinggi-tinggi,” ujar Thomas.

“Saya belum pernah melihat pemain semuda dia dengan begitu banyak jenis pukulan. Saya saja butuh waktu lama untuk mempelajari semua itu dan merasa nyaman melakukannya dalam sebuah turnamen, tapi dia benar-benar nyaman melakukannya, dan dia cukup banyak bermain untuk merasa nyaman melakukan pukulan tersebut ketika bertanding.

“Sangat mengesankan. Saya pikir semua orang yang saya kenal yang telah main denagn dia untuk pertama kalinya bakal mengagumi ketangguhannya. Dia tahu apa yang mesti dia lakukan. Dia bisa bermain di seluruh lapangan, dan saya pikir tak seorang pun dari kami, yang sudah bermain dengan dia, akan kaget kalau dia menang, dan saya yakin dia bakal meraih lebih banyak kemenangan lagi.”

Tahun lalu Im gagal lolos cut setelah bermain 73 dan 71, meskipun kala itu ia meraih hole-in-one di hole 13 dan mendapat double bogey di hole 17 pada hari kedua.

“Semoga saya bisa mempertahankan posisi saya di atas. Saya tak merasa tertekan sama sekali. Saya sudah bermain dengan baik dan ingin mempertahankan momentum ini.” – Im Sungjae

Meskipun FedExCup Playoff masih lima bulan lagi, Im yang dijuluki “The Machine” siap untuk meraih lebih banyak kesuksesan.

“Semoga saya bisa mempertahankan posisi saya di atas. Saya tak merasa tertekan sama sekali. Saya sudah bermain dengan baik dan ingin mempertahankan momentum ini,” ujar Im, yang lebih suka tinggal di hotel ketika berkompetisi ketimbang memiliki rumah di AS.

Dua pekan lalu, ia meraih gelar pertamanya pada The Honda Classic dengan keunggulan satu stroke. Lalu di Bay Hill, sepekan setelah kemenangan itu, ia nyaris menang lagi dan finis di tempat ketiga, dua stroke di belakang sang juara. Dan ia merasa terus termotivasi berkat dukungan yang ia peroleh dari negerinya.

“Banyak pesan yang mulai membanjiri saya (setelah hari Minggu itu),” ujarnya. “Saya juga mendapat telepon dari orang-orang yang saya kenal. Sungguh menyenangkan bisa mendapat dukungan sebanyak itu.”

Im menjadi pegolf ketika sejak era FedExCup (2007-sekarang) yang meraih posisi No.1 sebelum berusia 22 tahun. Prestasi ini membuatnya menyamai pencapaian Jordan Spieth dan Joaquin Niemann.

Namun, untuk mempertegas posisinya sebagai bintang baru PGA TOUR, ia jelas berharap bisa mengangkat trofi FedExCup pada ajang pamungkass TOUR Championship di Atlanta, bulan Agustus mendatang.