Hasil memukau pada debut Masters Tournament mendorong Im Sungjae untuk mengincar kemenangan pada RSM Classic pekan ini.

Ada percaya diri yang tinggi dalam diri Im Sungjae ketika ia bersiap bertanding pada ajang The RSM Classic pada hari Kamis (19/11) ini. Ia bertekad memaksimalkan hasil membanggakan ketika bertanding di Augusta National pekan lalu untuk mencari gelar PGA TOUR keduanya.

Bintang asal Korea berusia 22 tahun ini tampil mengagumkan dalam debutnya pada Masters Tournament pekan lalu. Ia berhasil finis T2, sekaligus menorehkan prestasi terbaik yang pernah dibukukan oleh seorang pegolf Asia dalam ajang Major tersebut. Bahkan prestasinya itu melampaui hasil yang ditorehkan legenda Korea, K.J. Choi ketika finis di peringkat ketiga tahun 2004 silam.

Pekan ini Im berada di Sea Island untuk ikut berbagian dalam program amal The RSM Bridies Fore Love, selain mengincar gelar keduanya untuk tahun 2020 ini. Program tersebut ditujukan bagi tiga pegolf teratas yang berhasil membukukan birdie terbanyak dalam 11 ajang PGA TOUR pada musim gugur ini. Mereka nantinya akan memenangkan uang sebesar US$300.000, US$150.000, dan US$50.000 yang nantinya akan disumbangkan. Saat ini Im memimpin dengan total koleksi 123 birdie.

”Saya mendapatkan berlimpah momentum dengan finis T2 (pekan lalu). Pukulan saya cukup konsisten dalam beberapa pekan terakhir, tapi belum bisa finis sesuai harapan saya. Sejauh ini saya bersikap sabar, menanti kembalinya performa yang bagus, dan saya beruntung performa saya bisa kembali saat The Masters. Finis runner-up itu melampaui harapan saya. Sekarang saya berharap bisa membawa momentum itu hingga ke akhir musim. Saya sangat bersemangat menyambut tahun depan,” tutur Im, yang meraih gelar The Honda Classic pada bulan Maret lalu.

”Saya ingin mendapatkan kemenangan lainnya pada PGA TOUR. Saya juga ingin bisa lolos cut dalam tiap turnamen pada 2021 nanti.”

”Saya ingin mendapatkan kemenangan lainnya pada PGA TOUR. Saya juga ingin bisa lolos cut dalam tiap turnamen pada 2021 nanti. Dan seperti biasanya, saya ingin bisa masuk TOUR Championship dan finis bagus di sana (pada tahun depan).”

Im, yang mahir melakukan pukulan lurus, sempat berjarak hanya satu stroke dari puncak klasemen pada putaran final Masters sebelum akhirnya Dustin Johnson meraih kemenangan. Juara FedExCup yang juga pegolf No.1 Dunia ini melepaskan dirinya dari kejaran para pesaingnya untuk kemudian meraih kemenangan lima stroke dan memenangkan Major kedua serta gelar PGA TOUR ke-24 dalam kariernya.

Im yang bermain bersama Johnson pada grup pamungkas hari Minggu itu mengakui bahwa pegolf Amerika ini tampil sangat bagus sepanjang pekan dan menilai Johnson layak meraih Jaket Hijau pertamanya. ”Ia membuat golf tampak begitu mudah. Saya bisa paham mengapa ia menjadi pegolf No.1 Dunia. Bahkan ketika ia melakukan kesalahan, dengan mudahknya ia mengatasi rintangan dan mengubahnya menjadi peluang. Dia juga pemain putter yang tangguh, yang membuatnya menjadi pesaing yang kuat. Dia berhak disebut sebagai pegolf No.1 di dunia,” sanjung Im.

”Sejujurnya, saya tidak berpikir bakal menang. Saya berusaha tidak memikirkan kemenangan. Saya tahu Dustin terlalu tangguh dan mengingat ia merupakan pesaing tangguh, saya berusaha untuk tidak memikirkan hasil akhirnya. Waktu itu saya hanya mematok finis di jajaran tiga besar.

”Karena ini Masters pertama saya, saya cukup gugup dan bersemangat ketika memasuki pekan tersebut. Namun, pada ajang tersebut, short game saya menjadi bagus, dan pukulan tee saya juga sempurna. Saya banyak berlatih putting sejak mengalami kesulitan di area ini. Saya merasa sangat tertekan karena rasanya sulit memasukkan putt dalam turnamen-turnamen sebelum Masters. Saya senang akhirnya bisa berjalan dengan baik.”

”Rasanya menjadi teramat penting setelah mengetahui bahwa semua birdie yang saya raih pada musim ini bisa memberi dampak positif.”

Selain menegjar kemenangan pada ajang The RSM Classic pekan ini, Im juga berharap bisa memenangkan RSM Birdies Fore Love yang memang bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dan pekan ini ia akan ditemani juga oleh wakil Asia lainnya, seperti pegolf China Taipei yang finis T7 dalam debut Masters C.T. Pan, veteran Korea K.J. Choi, serta pegolf China Zhang Xinjun.

”Rasanya menjadi teramat penting setelah mengetahui bahwa semua birdie yang saya raih pada musim ini bisa memberi dampak positif. Jika menang, saya berharap donasi ini akan memberi perbedaan untuk organisasi amal yang nantinya bisa saya pilih. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan sebanyak mungkin birdie. Saya ingin menyumbangkan hasilnya nanti untuk membantu mengakhir pandemi COVID-19,” papar Im.

”Saya malah tidak sadar telah menciptakan birdie sebanyak itu. Saya mengalami kesulitan dengan putter pada musim ini, jadi tak mengira bisa mencatatkan banyak birdie! Kaget juga mendengar kalau saya malah menjadi pemimpin (birdie terbanyak).”

Pekan ini Tyler Duncan harus berjuang mempertahankan gelar The RSM Classic menghadapi sejumlah pegolf tangguh. Runner-up tahun lalu, Webb Simpson, juara Major Justin Rose, Shane Lowry, Danny Willet, dan Keegan Bradley juga akan tampil untuk pertama kalinya pada turnamen ini.