Bintang Korea, Im Sungjae, menghitung hari menuju kembalinya kompetisi pada ajang Charles Schwab Challenge, turnamen pertama sejak kompetisi dihentikan pada pertengahan Maret.

Oleh Im Sungjae

Seperti yang banyak orang ketahui, saya senang mengikuti banyak turnamen. Saya bermain dalam 35 turnamen PGA TOUR musim lalu dan ikut 14 dari 16 turnamen yang dimainkan tahun ini. Jadi, saya kecewa juga tidak bisa bertanding dalam dua bulan terakhir lantaran pandemi COVID-19. Malah, kalau melihat perjalanan karier selama ini, saya pikir inilah jeda terpanjang dari kompetisi yang pernah saya alami.

Karena itulah, banyak yang berharap kembalinya golf pada bulan ini lewat ajang Charles Schwab Challenge (11-14 Juni). Saya tahu, saya bakal sangat bersemangat untuk mengikuti turnamen pertama ini, dan target saya ialah bisa main sampai akhir pekan di Colonial Country Club.

Saya bersyukur para pemain berkesempatan untuk berkompetisi lagi. Meskipun takkan ada penggemar yang menonton langsung pada empat turnamen pertama, saya tak sabar untuk mengikuti ajang ini. Saya berharap bisa bermain sebanyak mungkin, tapi mungkin saya akan mengambil jeda sepekan di tengah kompetisi nanti. Yang pasti, target saya ialah bisa kembali bermain pada TOUR Championship.

Tentu saja saya ingin menjuarai FedExCup. Hanya saja ada begitu banyak pesaing tangguh di PGA TOUR. Dan ketika kompetisi kembali berlangsung, pasti mudah untuk melupakan bahwa saya sempat memimpin klasemen FedExCup. Saya main bagus sebelum turnamen dihentikan, meraih kemenangan pertama saya pada The Honda Classic, lalu finis di tempat ketiga pada Arnold Palmer Invitational presence by Mastercard.

Kalau saya bisa menjuarai FedExCup, saya tak yakin bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa berartinya prestasi tersebut. Yang pasti, jika bisa mewujudkannya, pencapaian itu bakal menjadi titik balik dalam karier saya dan memotivasi saya untuk bermain meyakinkan sepanjang musim. Meskipun jalannya masih panjang, saya berusaha tidak berpikir terlalu jauh dan lebih fokus pada apa yang ada di depan saya.

 

 

Anda juga tahu, kita tidak bisa terlalu jauh berpikir dalam olahraga ini. Saya ingin memainkan satu demi satu turnamen dan berupaya sebaik mungkin dan membiarkan hasil yang berbicara. Kalau saya mengikuti rencana permainan saya yang biasa dan cara bermain selama ini, saya tahu, saya punya kesempatan.

Selama periode jeda ini saya sendiri berusaha untuk melatih beberapa area permainan yang terasa kurang pada paruh pertama musim 2019-2020. Untungnya, permainan saya ada dalam kondisi yang bagus, jadi saya tak banyak melakukan perubahan pada swing atau permainan saya. Saya hanya mengikuti rutinitas latihan yang biasa dan bermain tiap hari.

Sejak THE PLAYERS Championship dibatalkan, saya tinggal bersama teman saya di Tampa, yang jaraknya hanya dua jam dari TPC Sawgrass. Kedua orangtua saya juga bersama saya di sini. Hari Orangtua di Korea berlangsung pada bulan Mei, dan di Amerika perayaan Hari Ayah dilakukan bulan Juni, jadi saya merasa sangat senang ayah saya ada di sini. Dia selalu mendukung saya selama bertahun-tahun dan mengikuti hampir setiap turnamen ketika saya masih junior. Dia membuka jalan bagi saya untuk menjadi pegolf yang sukses, tak pernah mendorong terlalu keras dan membiarkan saya menikmati olahraga ini sembari tumbuh dewasa. Dia selalu ada buat saya dan saya tahu ia telah berkorban banyak untuk membantu saya sampai saat ini. Saya sangat bersyukur untuk semua itu.

Pelatih saya, Choi Hyun, juga terbang ke Tampa dari Korea dan membantu permainan saya. Saya bukan pemain yang terlalu banyak mengubah swing, jadi kedatangannya lebih untuk membantu saya mempertahankan apa yang sudah saya miliki. Kami sangat dekat, dan dia telah melatih saya sejak saya masih SMA. Meski dia seorang mentor, dia juga menjadi sahabat buat saya. Jadi, saya sangat menikmati kehadirannya di sini. Keberadaannya membuat saya lebih santai.

 

Im Sungjae berpose bersama pitcher Toronto Blue Jay, Ryu Jinhyun (kiri). Foto: PGA TOUR.

 

Saya tak bisa bilang kalau saya mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang baru sekarang ini (menyusul pandemi). Tapi tiap hari jadinya cenderung monoton. Saya bangun, menyantap sarapan, mandi, melakukan peregangan, berlatih, lalu main sembilan hole. Pada akhirnya, melakukan semua ini setiap hari menjadi menjemukan dan membuat saya sangat kehilangan atmosfer kompetisi.

Beberapa kali saya memancing kalau sedang tidak di rumah atau di lapangan golf. Dan drama terakhir yang saya tonton adalah Itaewon Class. Saya juga bertemu dengan pitcher Toronto Blue Jay, Ryu Jin Hyun, di TPC Tampa Bay. Dia mengenali saya dan meminta untuk berfoto bersama dan main golf. Bangga juga rasanya ada seorang atlet sukses yang mengenali saya.

Meskipun semua itu menyenangkan, saya sudah tak sabar untuk bisa bermain lagi dengan sesama pesaing PGA TOUR. Dan saya tak sabar untuk bisa segera melihat para penggemar di lapangan golf lagi. Saya tahu semua orang di seluruh dunia berjuang menghadapi virus corona. Saya berharap semua pasien yang dirawat di rumah sakit bisa lekas sembuh. Saya rasa saya juga patut berterima kasih kepada semua relawan dan tim medis yang bekerja siang dan malam pada masa-masa yang berat ini.

Mari berjuang menghadapi virus ini bersama-sama dan sama-sama kembali ke lapangan golf! Saya tak sabar menjumpai semua orang.

CATATAN: Im Sungjae merupakan pemenang PGA TOUR Rookie of the Year 2019 dan saat ini memimpin klasemen FedExCup. Anda bisa menyaksikan aksinya dan ajang PGA TOUR melalui GOLFTV powered by PGA TOUR.

1 Comment

Comments are closed.