Im Sungjae mempertahankan persaingan pada BMW Championship pada hari ketika Bryson DeChambeau meluluhlantakkan Caves Valley Golf Club.

Permainan Im Sungjae pada putaran ketiga BMW Championship menunjukkan kualitas bersaing yang mumpuni untuk ikut mengejar gelar pada ajang FedExCup Playoff ini. Skor 7-under 65 yang ia bukukan memang tidak sebanding dengan permainan Bryson DeChambeau yang meluluhlantakkan Caves Valley Golf Club dengan 12-under 60, tapi setidaknya ia berpeluang menciptakan kejutan.

Delapan birdie dan sebuah bogey mewarnai kartu skor Im. Skor total 12-under 132 menempatkannya berada di posisi T4, sekaligus terpaut empat stroke dari DeChambeau. Pegolf Amerika itu sendiri nyaris menorehkan skor ajaib 59 kalau saja putting-nya dari jarak kurang dari 2 meter di hole terakhir berhasil ia masukkan. Meski demikian, skor 60 ini sudah menjadi skor terendah dalam karier profesionalnya.

Sementara itu, Juara Masters Hideki Matsuyama menorehkan sebuah eagle dengan empat birdie, namun ia harus tersandung oleh tiga bogey, termasuk di hole terakhir dan harus puas dengan skor 69. Ia akan memulai putaran final dari peringkat T15 dengan skor 8-under.

Dalam upayanya mengejar kemenangan PGA TOUR kedua pada ajang terakhir FedExCup Playoff ini, Im mengawalinya dengan sangat meyakinkan. Tiga birdie yang ia bukukan ia raih di hole 1, 2, dan 4 dari jarak dekat, sekaligus menciptakan arah permainan yang ideal baginya. ”Saya membuat delapan birdie. Di lapangan ini, memulai dengan momentum awal sangatlah penting. Inilah kunci untuk mendapatkan putaran yang bagus. Saya membuat tiga birdie di lima hole pertama dan mendapatkan momentum ini dan mempertahankannya hingga sembilan hole terakhir, di mana saya juga mendapatkan empat birdie lainnya,” tutur Im, yang mengawali pekan ini dari peringkat 25 pada klasemen FedExCup. Ia juga diproyeksikan bakal berada di peringkat 14.

Sekali lagi pukulannya sangat rapi. Ia berhasil mengantar bolanya ke 11 fairway dan 14 green in regulation. Selain birdie dari jarak 12 meter di hole 8, birdie-nya yang lain ia torehkan dari jarak kurang dari 3 meter. ”Slope di lapangan ini sedikit berat, jadi cukup menantang secara fisik. Dan cuaca panasnya juga mengganggu saya. Saya harus mempertahankan fokus dan mengendalikan kondisi saya,” tuturnya lagi.

 

 

Rekan senegaranya, Lee Kyounghoon, kembali mencatatkan skor 69 dan kini berbagi peringkat 23, setelah kemarin (27/8) menorehkan empat birdie dan satu bogey. Mengingat peringkatnya pada klasemen FedExCup di posisi 37, Lee membutuhkan finis di tempat kesembilan untuk bisa melangkah ke ajang pamungkas PGA TOUR pekan depan, TOUR Championship, yang hanya ditujukan bagi 30 pegolf teratas.

Pegolf Korea lainnya, Kim Siwoo, hanya bermain even par dalam 14 hole. Dengan menyisakan empat hole lagi ketika cuaca memaksa turnamen ini dihentikan, Kim terancam gugur pada pekan ini setelah kini ia ada di posisi T67. Ia wajib berada di peringkat 15 untuk bisa melangkah ke East Lake Golf Club pekan depan.

Sementara itu, DeChambeau yang telah menjuarai delapan gelar PGA TOUR, berhasil menyamai skor terendah pada musim ini dan nyaris menorehkan skor di bawah 60 yanga ke-13 dalam sejarah PGA TOUR. Kini ia berhasil menyamai skor terendah 36 hole pada PGA TOUR (128 pada 3M Open 2019).

”Banyak putt yang masuk. Banyak hal yang berjalan dengan baik. Kami mendapatkan jarak pukul yang bagus dari rough hari ini dan saya berjuang keras dan tidak pernah berpikir berlebihan tentang hal apapun sampai kami tinggal beberapa hole lagi, dan saya memainkan 9-iron di hole 17, memainkan drive, wedge di hole 18, dan gagal memasukkan putt penentu itu. Namun, pukulan saya hari ini cukup bagus, dan saya akan sedikit berlatih dan memastikan saya bisa memukul ke jalur yang saya tentukan pada akhir pekan ini untuk memberi peluang menang,” ujarnya.

”Saya pikir saya memukul sesuai jalur (di hole 18). Saya cuma salah membacanya. Kami memainkannya 2,5-3 inchi menjauhi jalur semestinya, dan jelas break-nya tidak terlalu banyak, tapi saya bisa mendapatkan kecepatan yang bagus. Saya akan melihatnya lagi untuk mengetahui apakah saya menariknya atau tidak dan mencari cara untuk mengatasinya.”