Im Sungjae dan Kim Siwoo siap mengusung bendera Korea pada ajang THE CJ CUP @ SHADOW CREEK.

Bintang Korea Im Sungjae berharap bisa beruntung ketika bermain di Vegas untuk ketiga kalinya. Pekan ini ia akan menghadapi para pegolf top dunia ketika THE CJ CUP @ SHADOW CREEK dimulai hari Kamis (15/10) ini.

Pekan ini Im akan memimpin 11 pesaing Korea pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$9,75 juta ini. Hanya saja, untuk pertama kalinya, ia harus memainkan turnamen ini jauh dari kampung halamannya di Jeju. Pandemi COVID-19 memaksa turnamen ini dipindahkan ke Shadow Creek.

Bagi Im, turnamen ini jelas menjadi sangat istimewa. Pasalnya CJ Group merupakan salah satu sponsornya. Ini berarti ia bakal berusaha untuk tampil semaksimal mungkin untuk menciptakan kesan yang membanggakan, tak hanya bagi sponsornya, tapi juga para penggemar golf Korea.

Sejauh ini prestasinya memang terbilang membanggakan. Ia telah menjuarai satu gelar PGA TOUR, tapi harus finis di peringkat T41 dan T39 pada edisi 2018 dan 2019. Itu sebabnya, ia membutuhkan hasil yang lebih baik pada pekan ini.

”Dua tahun terakhir ini saya selalu finis di papan tengah, sekitar posisi 30 atau 40. Semoga tahun ini saya bisa finis di sepuluh besar, atau lima besar kalau bisa. Ini turnamen sponsor saya, jadi saya ingin benar-benar berterima kasih kepada mereka karena bisa menghadirkan turnamen ini. Sebagai rasa terima kasih itu, saya berharap bisa memberikan hasil yang bagus,” ujar Im, yang akan bermain bersama juara bertahan Justin Thomas dan juara edisi 2018 Brooks Koepka dalam dua putaran pertama.

Kehadiran rekan-rekan senegaranya di Shadow Creek cukup membuatnya merasa lebih santai untuk mengejar gelar PGA TOUR keduanya. Malahan ia berada di Vegas dengan bermodalkan hasil positif, finis T13 pada ajang Shriners Hospitals for Children Open hari Minggu (11/10) lalu. Ia juga finis di posisi 22 pada U.S. Open bulan lalu, dan T28 pada Sanderson Farms Open.

 

Berbekal hasil positif T8 pada Shriners Hospotals for Children Open pekan lalu, Kim Siwoo berharap bisa finis di sepuluh besar atau lebih baik lagi. Foto: Getty Images.

 

”Saya bermain dengan salah seorang teman kuliahan saya, Kim Seonghyeong, yang juga berada di sini, dan hari ini saya bisa bermain dengan beberapa pemain Korea yang dengannya saya berlatih bersama tim nasional dan tumbuh bermain golf juga bersama mereka. Jadi, saya bisa memainkan putaran yang menyenangkan,” ujar Im, yang menjadi pegolf Asia terbaik dengan berada pada peringkat 11 pada klasemen akhir FedExCup musim lalu.

Dalam usia yang masih muda, Im sudah mewakili Tim Internasional pada Presidents Cup bulan Desember 2019 lalu. Kala itu ia menyumbangkan 3,5 poin dan sudah memainkan peranan seorang saudara tua dan membagikan pengalamannya dengan pegolf Korea lainnya. Ia berharap ada lebih banyak pegolf Korea yang bisa menembus PGA TOUR. Salah satu pemain muda yang menjanjikan ialah Kim Joohyung. Pegolf berusia 18 tahun ini sudah memenangkan lima gelar profesional, dan akan menjadi salah satu kompetitor pada pekan ini.

”Sejujurnya, saya merasa pertumbuhan golf di Korea sangat bagus dan ada lebih banyak pegolf yang datang dari Korea. Saya berharap bisa melihat lebih banyak lagi pemain Korea yang datang ke Amerika Serikat, dan ketika mereka mewujudkannya, saya akan berusaha sebaik mungkin memanfaatkan pengalaman saya untuk membantu mereka berkembang di sini,” tutur Im lagi.

Thomas, yang telah dua kali memenangkan THE CJ CUP, ternyata menjadi salah satu pegolf yang mengagumi keberhasilan Im. ”Saya pikir, mengesankan itu kurang cocok. Ia dewasa melampaui usianya, melihat betapa mudanya ia dan bagaimana ia mengatasi situasi yang ia hadapi. Saya sangat paham, menjadi bintang golf Korea akan membuatnya menjadi sorotan.”

Rekan senegara Im, Kim Siwoo juga berada di Shadow Creek dengan berbekal hasil memuaskan, finis T8 pada turnamen pekan lalu. ”Hal terpenting pekan ini ialah mempertahankana bola agar tetap berada di fairway karena saya merasa sangat yakin dengan permainan iron saya. Jadi, kalau bisa fokus melakukan hal tersebut, saya pikir saya bakal mendapatkan hasil yang bagus,” ujar pegolf berusia 25 tahun itu.

”Pekan lalu saya tak memiliki target yang jelas, saya hanya ingin main bagus dan lolos cut dan pada akhir pekan berusaha melakukan hal yang ingin saya lakukan dan rasanya pekan lalu saya berhasil melakukannya dan mendapat hasil yang positif. Saya akan berusaha melakukan hal yang sama pada pekan ini. Meskipun tidak ada cut-off, main bagus selama empat hari, tekun, dan benar-benar fokus pada apa yang telah saya pelajari. Semoga saya bisa menerjemahkannya bahkan hingga mencapai 10 besar atau lebih baik lagi.”