Im Sungjae mempertahankan posisi T4 menyusul skor 69 pada putaran ketiga RBC Heritage.

Im Sungjae mengakhiri putaran ketiga persis seperti ketika mengawalinya. Ia harus puas tetap menjadi salah satu penghuni peringkat keempat pada akhir putaran ketiga RBC Heritage.

Ia harus berjibaku untuk mendapatkan skor 2-under 69 di Hilton Head. Meskipun berhasil menambah total skornya menjadi 11-under 202, ia masih tertinggal jauh dari Stewart Cink, yang sukses memecahkan rekor turnamen 54 hole dengan dua stroke lebih baik. Pada putaran ketiga kemarin (17/4) ia menambah skor 69 setelah sebelumnya dua kali mendapat skor 63, dan kini memimpin dengan skor total 18-under 195.

Im tercatat 12 kali memukul bolanya ke fairway. Namun, ia gagal memaksimalkannya. Permainan iron-nya mendadak melempem dan jauh dari standardnya. Lima birdie dan tiga bogey menjadi catatan skornya pada hari ketiga.

”Sulit sekali melakukan pukulan yang bagus karena angin berembus kencang pada awal putaran ini. Namun, di sembilan hole terakhir, saya mulai bisa memukul dengan baik dan mendapatkan sejumlah birdie, jadi masih bisa finis dengan bagus. Saya pikir kami akan menghadapi kondisi berangin yang serupa besok (18/4) dan saya berharap bisa bermain setenang hari ini,” ujar Im.

 

 

Dengan selisih skor yang jauh dari Cink, Im bersikap realistis tentang peluangnya meraih gelar PGA TOUR kedua, meski Cameron Smith sendiri sempat menunjukkan bahwa skor 62 adalah sesuatu yang bisa terjadi.

”Saya masih tertinggal beberapa stroke, tapi akan terus bermain dengan permainan sendiri dan fokus pada tiap pukulan. Kalau bisa memasukkan lebih banyak putt (birdie) lagi, saya pikir saya masih bisa finis di lima besar. Pekan ini pukulan driver saya lurus, jadi saya pikir lapangan ini cocok untuk permainan saya,” sambung pegolf berusia 23 tahun ini.

Jika berhasil bertahan di lima besar, Im akan memperbaiki catatan prestasinya selama bermain pada RBC Heritage. Dalam dua penampilan perdananya, ia selalu gagal lolos cut.

Cink sendiri kini mengejar gelar PGA TOUR ke-8 dan yang kedua pada musim ini. Mantan juara The Open Championship ini mempertahankan keunggulan lima stroke, kali ini dari Collin Morikawa, yang menempati peringkat kedua.

”Sudah terbukti, ada skor 62 dan 63 di lapangan ini, jadi saya harus bermain dan menemukannya.” — Collin Morikawa.

Pegolf berusia 47 tahun ini berniat untuk mengikuti jejak Davis Love III (5) dan Hale Irwin (3) dengan tiga kemenangan atau lebih pada RBC Heritage. Ia sendiri telah menjuarai ajang ini pada tahun 2000 dan 2004. Itu sebabnya ia berniat untuk mempertahankan permainannya pada putaran final nanti.

”Saya sudah pernah menang sebelumnya,” ujar Cink, yang ditemani Reagan, putranya sebagai kedi. ”Sudah jelas saya pernah merasa gugup dan main berantakan dan juga pernah bermain luar biasa dalam situasi ini. Saya pikir jauh lebih baik jika menerimanya dan menikmatinya dan merasakan embusan anginnya ketimbang bersikap seolah-olah tidak ada angin.”

Adapun Morikawa menyadari ia perlu lekas panas untuk bisa memberi tekanan kepada Cink. ”Sudah terbukti, ada skor 62 dan 63 di lapangan ini, jadi saya harus bermain dan menemukannya. Tiap hari saya menunjukkan sedikit aspek permainan yang bagus, jadi saya harus bisa menyatukan semuanya pada putaran final besok, kalau ingin memiliki kesempatan menang,” ujarnya.

Wakil Asia lainnya, Kim Siwoo kemarin mencatatkan skor 71 dan kini berada di posisi T42. Lee Kyounghoon bermain dengan skor 70 dan ada di peringkat T47. Satu pegolf Korea lainnya, Kang Suung harus memulai putaran final dari posisi T60 setelah kemarin mencatatkan skor 5-over 76.