Dua pegolf Indonesia Ian Andrew dan George Gandranata akhirnya menuntaskan perjuangan mereka pada ajang PGM UMW Championship akhir pekan kemarin (15/4). Setelah melalui serangkaian penundaan akibat cuaca buruk, yang menyita energi, kedua pegolf papan atas Indonesia tersebut masing-masing finis di peringkat T23 dan T30.

Ian Andrew yang melanjutkan putaran ketiganya pada hari keempat sempat membuka kans untuk finis di peringkat yang lebih tinggi lagi. Ia menuntaskan putaran ketiga dengan catatan even par dan berada di peringkat T9.

Sayangnya, ketika memainkan putaran final, Ian mengawalinya dengan double bogey di hole empat. Sempat mendapat birdie di hole berikutnya, ia harus puas dengan 38 pukulan di sembilan hole pertama setelah mendapat tambahan dua bogey.

Sebuah birdie dan sebuah bogey di sembilan hole terakhir membuatnya harus menuntaskan perjuangannya dengan 3-over 74, menutup permainan pada turnamen ajang Asian Development Tour tersebut. Total skor yang ia peroleh, 2-under 284 pun membawa Ian berada di peringkat T23.

Adapun George, pegolf Indonesia pertama yang menjuarai ajang ADT musim lalu, harus bermain dengan catatan 4-over 75 pada akhir putaran ketiganya, terutama lantaran triple bogey di hole 18, hole yang pada putaran pertama justru memberikan birdie baginya.

Memainkan putaran terakhir, ia berhasil main lebih bagus dengan mencatatkan empat birdie dan tiga bogey sehingga main dengan skor 70. Total skor 1-under 283 akhirnya membuat George harus puas di peringkat T30.

Sementara itu, perebutan gelar juara diramaikan oleh dua pegolf tuan rumah Nicholas Fung dan Gavin Green, dan pegolf Jepang Masaru Takahashi. Ketiganya berhasil mengoleksi 12-under 272 sehingga harus memainkan babak play-off.

Fung sebelumnya sempat berpeluang menjuarai turnamen ini dalam permainan reguler. Namun, bogey di hole terakhir membuatnya harus memainkan babak play-off.

Penantian gelar pertama dalam tiga tahun, Fung akhirnya menuntaskan turnamen ini dengan menjadi juara setelah mendapat birdie di hole pertama.

”Saya terburu-buru memainkan hole 18 dalam permainan reguler 72 hole,” tutur Fung. ”Ketika kembali untuk memainkan babak play-off di hole 18, saya berusaha maksimal. Drive saya bagus, pukulan kedua saya menyisakan jarak 8 kaki. Saya senang bisa menuntaskan penantian ini,” tuturnya, sambil mengaku merasa kelelahan lantaran mesti bermain 28 hole pada hari terakhir.

Ini merupakan gelar profesional ke-16 bagi Fung sejak ia beralih profesional tujuh tahun silam.