Sam Horsfield menjadi pegolf pertama dalam sejarah European Tour yang meraih kemenangan, gagal lolos cut, dan kembali menang dalam rentang tiga pekan.

Sam Horsfield menciptakan sejarah baru European Tour lewat gelar keduanya pada Celtic Classic hari Minggu (16/8) kemarin. Kemenangannya tersebut menjadikannya sebagai pegolf pertama yang menjuarai sebuah ajang European Tour, untuk kemudian gagal lolos cut, dan kembali meraih kemenangan dalam rentang waktu hanya tiga pekan.

Pegolf berusia 23 tahun ini sebelumnya sempat menjuarai Hero Open dua pekan silam, namun gagal lolos cut pada English Championship pekan lalu. Tapi ia lekas kembali ke podium juara di Celtic Manor Resort, Wales.

Putaran final kemarin sempat terhenti selama dua jam lantaran cuaca buruk. Sebelum permainan dihentikan, Horsfield sempat membukukan birdie di hole 3, 4, dan 7. Dan ketika turnamen bisa dilanjutkan, ia mencatatkan birdie keempatnya di hole 14 sebelum menutup putaran finalnya dengan bermain par hingga hole terakhir dan menorehkan skor 4-under 67 dan total 18-under 266.

”Target saya akhir pekan ini sebenarnya sekadar bermain tanpa bogey dan saya bisa mewujudkannya. Saya bisa memasukkan putt dari jarak jauh di hole 17 yang mempertahankan peluang kemenangan. Tapi sepanjang pekan ini saya merasa bermain dengan solid juga. Bisa meraih kemenangan setelah gagal lolos cut pekan lalu rasanya jelas sangat menyenangkan,” ujar Horsfield.

 

 

Horsfield menegaskan bahwa ia tidak merasa gugup sama sekali ketika memainkan putaran final kali ini. Pengalamannya meraih kemenangan dua pekan sebelumnya menjadi alasan kenapa ia bisa mempertahankan permainannya, meskipun harus mengalami penundaan permainan.

Uniknya, dua peringkat teratas pada turnamen kali ini merupakan pengulangan pada apa yang terjadi pada dua pekan lalu. Pada Hero Open kala itu, Thomas Detry berada di tempat kedua, di belakang Horsfield. Kali ini pegolf Belgia itu harus kembali mengulangi posisi serupa.

Sementara itu, pegolf Skotlandia Connor Syme mengaku puas meski akhirnya finis di peringkat ketiga bersama Andrew Johnston dan Thomas Pieters.

”Ini hasil yang positif. Target saya ialah finis di sepuluh besar (UK Swing) untuk bisa mengikuti U.S. Open. Semoga saya bisa mendapatkan hasil yang bagus pada pekan berikutnya di lapangan yang sama,” ujar Syme.