Sam Horsfield meraih gelar European Tour pertamanya dengan menjuarai Hero Open.

Sudah lama sekali sejak publik golf di Inggris menyambut seorang juara yang berasal dari negeri sendiri pada gelaran English Open. Dari 15 edisi yang telah diselenggarakan, praktis hanya ada empat pegolf Inggris yang sanggup menjuarainya. Mark James menjadi yang tersukses dengan dua kali menjuarai ajang ini pada tahun 1989 dan 1990.

Namun, hingga terakhir kali digelar pada 2002 silam, hanya Lee Westwood yang sempat membawa Inggris berjaya pada turnamen ini. Itu pun terjadi pada tahun 1998. Dan sejak 2002, turnamen ini mengalami kevakuman. Sampai pada akhirnya dihidupkan kembali sebagai bagian dari UK Swing, menyusul pandemi COVID-19. Dukungan dari Hero MotoCorp ikut mengubah nama turnamen ini menjadi Hero Open, namun membawa berkah bagi pegolf tuan rumah.

Lalu datanglah Sam Horsfield. Pegolf Inggris yang dalam beberapa bulan terakhir menetap di Orlando. Pegolf berusia 23 tahun ini menyeruak ke jajaran atas setelah pada putaran kedua bermain cemerlang dan merebut posisi teratas pada hari ketiga. Setelah bermain 68 pada hari pertama, ia membukukan skor terendah pada hari kedua dengan skor 63. Meskipun hanya bermain 71 pada hari ketiga, ia meraih posisi teratas dengan keunggulan satu stroke.

Pada putaran final kemarin (2/8), Horsfield menorehkan empat birdie dan satu bogey di sembilan hole pertamanya. Namun, memainkan sembilan hole kedua baginya bukanlah perkara mudah. Pasalnya, pada hari ketiga, ia benar-benar kesulitan menaklukkan sembilan hole tersebut—tiga bogey, satu double bogey, dan hanya satu birdie ia bukukan sehari sebelumnya. Meskipun tengah memimpin, jika kembali bermain seburuk pada hari ketiga, gelar juara bakal melayang.

Toh Horsfield menunjukkan determinasinya untuk memaksimalkan permainannya di sembilan hole terakhir itu. Hal ini terlihat dari birdie yang ia bukukan di hole 10 dan ia pun sukses menghindari bogey, setidaknya hingga hole 15.

 

 

Posisinya sempat tergeser ketika Thomas Detry mendapat birdie di hole 17 dan membuatnya mengoleksi total 18-under. Sayangnya, pegolf Belgia itu gagal mengamankan par di hole terakhir sehingga skornya kembali menjadi 17-under.

Horsfield sendiri kemudian memanfaatkan kesempatan dengan birdie di hole 17 dan mengamankan par di hole 18 par 5 untuk meraih kemenangan satu stroke. Meskipun di hole terakhir itu ia harus melakukan dua putt, toh hasil par di sana sudah lebih dari cukup untuk memberinya gelar perdana.

”Saya tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Saya mendapat bogey di hole 15, lalu di hole 17 kami ingin mendapat jarak pukul yang bagus dan kami mendapatkannya, 233 yard, angin berembus ke kiri, dan saya melakukan pukulan solid di sana. Kemenangan ini jelas sangat spesial. Terutama dengan pandemi yang terjadi saat ini. Saya bersyukur European Tour dapat menggelar turnamen seperti ini bagi kami. Sepanjang pekan ini saya bisa main solid dan memberi banyak peluang dan akhirnya bisa saya maksimalkan,” tutur Horsfield.

Kemenangan ini praktis menempatkannya ke posisi teratas UK Swing Rankings di mana sepuluh pegolf teratas pada seri terakhir, ISPS Handa Wales Open, akan mendapat slot bermain pada U.S. Open bulan September mendatang. Peringkatnya pada Race to Dubai juga melambung dari posisi 43 ke posisi 18.

Kemenangan Horsfield ini juga melanjutkan keberhasilan UK Swing lainnya bagi inisiatif Golf for Good. Forest of Arden turut mendapatkan kucuran dana sebesar £50.000 dari European Tour yang akan dikirimkan kepada badan amal pilihan mereka, yaitu Blood Cancer UK yang akan menerima £20.000 dan dua badan amal setempat, yaitu Newlife dan Birmingham Mind, yang masing-masing menerima £15.000.