Russell Henley mengambil posisi teratas berkat skor 67 pada putaran ketiga THE CJ CUP @ SHADOW CREEK.

Memulai putaran ketiga dengan tertinggal empat stroke di belakang Xander Schauffele, sang pimpinan klasemen pada akhir hari kedua, Russell Henley memanfaatkan performa buruk rekan senegaranya itu dengan bermain tanpa bogey. Dengan skor total 15-under 201, Henley membuka peluang untuk mengakhiri puasa gelar selama tiga tahun dengan memegang keunggulan tiga stroke pada ajang THE CJ CUP @ SHADOW CREEK.

Pegolf berusia 31 tahun ini mencatatkan lima birdie di hole 4, 7, 10, 11, dan 12 untuk mengambil alih puncak klasemen menuju putaran final hari ini. uniknya, posisi seperti ini merupakan ketiga kalinya dalam karier profesionalnya. Ia menunjukkan permainan putter yang meyakinkan, plus kemampuan scramble untuk mengamankan par, setidaknya dalam lima kesempatan. Tak heran ia juga kini menjadi pimpinan untuk statistik kategori scrambling dan Strokes Gained: Putting selama tiga putaran.

”Putting saya benar-benar bagus. Saya bisa menempatkan bola di titik yang bagus untuk mendapat sejumlah birdie dan berhasil mengamankan sejumlah par. Ada banyak hal positif hari ini (17/10),” ujar Henley. Ia finis T33 pada penampilan perdananya pada ajang ini tahun 2017 lalu. ”Siapa pun bisa mengejar saya. Pekan ini ada yang main 8-under, 7-under, saya sendiri main 6-under pada hari pertama. Anda bisa mendapat skor yang rendah di sini, green-nya bagus dan memungkinkan untuk dijangkau, hanya saja Anda mesti main bagus di sana. Anda mesti main agresif dan mengambil kesempatan sebisa mungkin.”

 

 

Posisi Henley jelas akan menjadi target bagi sejumlah pemain, termasuk mereka yang kini berada di tempat kedua. Lanto Griffin (66), Talor Gooch (69), Jason Kokrak (68), dan pimpinan klasemen hari kedua Xander Schauffele (74) sama-sama membukukan skor total 12-under 204. Sementara itu, Jason Day (66), juara bertahan Justin Thomas (68), dan Tyrrell Hatton (73), secara teori, juga masih berada dalam persaingan dengan selisih skor lima stroke.

Griffin, yang sejauh ini telah menjuarai satu gelar PGA TOUR, tampil sebagai salah satu pesaing setelah mendapat eagle dari jarak sekitar 10 meter di hole 7, plus lima birdie lagi, dengan satu-satunya bogey terjadi di hole 18. ”Putter saya menjadi penyelamat. Pukulan saya sangat solid dan ada beberapa yang sangat bagus, tapi menjelang hole-hole terakhir saya mulai kesulitan melakukan pukulan dari tee. Untungnya, permainan iron saya sedang bagus dan putter saya juga lagi tajam,” ujar Griffin, yang hanya membutuhkan 24 putt pada hari ketiga ini. ”Pelatih saya datang pada hari Kamis dan ia memberi sedikit saran yang mujarab. Putter saya pun terasa sedikit berbeda daripada pekan lalu. Sayangnya, pukulan saya justru lebih bagus minggu lalu ketimbang minggu ini, jadi saya harus berlatih dulu dan berusaha mendapatkan sensasi yang serupa dengan minggu lalu, dan berusaha menerapkannya besok (hari ini).”

Schauffele sendiri harus mengalami performa yang jauh dari memuaskan setelah pukulan driver-nya kerap meleset. Kali ini ia hanya berhasil mengantarkan bolanya ke enam fairway. Satu-satunya penghiburan baginya kali ini mungkin hanyalah fakta bahwa dari seluruh empat gelar PGA TOUR yang ia raih, semuanya ia menangkan dengan mengejar pimpinan klasemen. ”Hari ini hari terburuk buat saya sepanjang pekan ini. (Namun) saya pikir sekarang saya ada di tempat yang lazim buat saya, tiga stroke di belakang pimpinan, tapi ini hari yang ingin saya lupakan. Biarlah, besok kami akan berusaha lebih baik lagi. Semoga saya bisa berburu gelar di sembilan hole terakhir karena Anda takkan tahu apa yang bakal terjadi di sembilan hole terakhir,” ujar pegolf berusia 26 tahun ini.

”Mungkin besok (hari ini) saya mesti main 64 dan melihat bagaimana hasil akhirnya.” — Rory McIlroy.

Kekecewaan bukan hanya milik Schauffele. Thomas juga merasakan hal serupa lantaran tidak berhasil menempatkan posisinya lebih dekat lagi dari sang pimpinan klasemen. Pada hari ketiga ini, ia mencatatkan enam birdie, tapi juga mendapat dua bogey. ”Saya main bagus. Lapangan ini memang sulit, green-nya agak lebih keras dan sedikit lebih licin. Namun, saya kecewa dengan permainan saya di empat hole terakhir, padahal mestinya saya bisa memainkannya 2 atau 3-under, tapi malah gagal memanfaatkannya. Untungnya saya dapat birdie di hole 18, masih ada kesempatan, besok (hari ini) saya bisa mencatatkan skor yang rendah,” ujar mantan pegolf No.1 Dunia, yang tengah berusah meraih gelar THE CJ CUP ketiganya ini.

Sementara itu, pemegang dua gelar FedExcup Rory McIlroy akhirnya mencatatkan skor terendahnya sepanjang pekan ini. McIlroy membukukan delapan birdie dengan dua bogey dan kini berada tujuh stroke di belakang Henley. ”Tidak mudah ketika bermain di lapangan seperti ini, di mana 66 menjadi skor yang bagus sedangkan skor rata-ratanya adalah 70, 71. Selisihnya tidak jauh. Mungkin besok (hari ini) saya mesti main 64 dan melihat bagaimana hasil akhirnya. Bagaimana pun juga hari ini saya mendapatkan putaran yang bagus, main lebih baik. Saya bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan.”

Hideki Matsuyama masih menjadi pegolf Asia dengan posisi teratas untuk saat ini. Skor 70 yang ia bukukan kemarin menempatkannya di peringkat T10. Adapun Kim Siwoo, juara THE PLAYERS Championship 2017 kembali membukukan skor 69 untuk menempati posisi T28.