Padraig Harrington membuka dengan mengagumkan, Jon Rahm mengakhiri dengan sensasional.

Para pegolf dari wilayah Britania Raya tampaknya bakal meraih kehormatan pada ajang Dubai Duty Free Irish Open tahun ini. Dengan Zander Lombard dari Afrika Selatan yang mencuri perhatian pada putaran kedua, Robert Rocklah yang tampil luar biasa dan sepertinya bakal kembali menikmati kemenangan setelah sekian lama. Pegolf Inggris ini memegang keunggulan lima stroke ketika memulai putaran final turnamen yang menjadi Rolex Series kedua pada tahun ini.

Akan tetapi, putaran final menghadirkan tontonan yang jauh dari harapan, setidaknya bagi Britania Raya. Rock, yang terakhir meraih kemenangan pada Abu Dhabi HSBC Golf Championships, tujuh tahun silam, justru seperti kehilangan momentum. Bak mesin yang kehabisan energi usai membukukan skor 10-under 60 pada hari ketiga, Rock hanya mampu bermain even par 70 berkat dua birdie dan dua bogey pada putaran final.

Salah satu favorit pada ajang ini Padraig Harrington sempat memberi kejutan, termasuk kepada dirinya sendiri, ketika membuka turnamen ini dengan skor fenomenal 63. Harrington, yang merupakan pemegang tiga gelar Major yang juga memenangkan ajang ini pada 2007, menorehkan delapan birdie dengan hanya sebuah bogey untuk berada puncak klasemen hari pertama. Sayangnya, Kapten Ryder Cup 2020 ini gagal memaksimalkan momentum tersebut dan hanya bermain 73-73-70 pada tiga putaran terakhirnya dan harus puas finis di posisi T50.

Pegolf Inggris Andy Sullivan dan pegolf Austria Bernd Wiesberger berusaha untuk menciptakan tekanan dan membuka peluang untuk memaksakan play-off dengan bermain 66, namun performa brilian dari Jon Rahm mengubah segalanya. Empat birdie dan sebuah bogey di sembilan hole pertama membantunya mengubah situasi di puncak klasemen. Ia memastikan memegang kendali penuh setelah menorehkan birdie di hole 10 dan eagle di hole 12. Bogey di hole 13 seakan tak berarti lantaran ia menambah tiga birdie lagi untuk memastikan kemenangan dengan skor total 16-under 264.

Kapten Ryder Cup Eropa 2020 Padraig Harrington sempat membuat publik tuan rumah bersemangat setelah mengawali Dubai Duty Free Irish Open dengan 7-uder 63. Foto: Getty Images.

Prestasi ini menjadi yang kedua bagi Rahm setelah sebelumnya menjuarai ajang serupa dua tahun silam, persis ketika ia memasuki tahun perdananya bermain pada European Tour. Kemenangannya pada 2017 itu juga menjadi gelar European Tour pertama baginya. Selain itu, Rahm menjadi pegolf pertama yang berhasil menjuarai tiga ajang Rolex Series: Dubai Duty Free Irish Open 2017 dan 2019, serta DP World Tour Championship 2017.

“Permainan saya berada dalam kondisi yang bagus, meskipun tidak terlihat demikian pada dua hari pertama. Saya sulit memasukkan putt dan akhir pekan ini justru yang sebaliknyalah yang terjadi. Putt saya mulai masuk dari segala arah, saya merasa percaya diri dan tahu saya bisa melakukan sesuatu,

“Saya terus melihat papan klasemen dan setelah sepuluh hole, saya merasa bisa mendapatkan irama yang bagus dan (eagle) di hole 12 memastikan saya bisa terus melaju. Meski melakukan sedikit kesalahan (untuk bogey) di hole 13, saya tahu kalau target saya 15-under,” papar Rahm.

Permainan fenomenal hari ketiga dengan 10-under 60 membuat Robert Rock memiliki keunggulan lima stroke ketika memulai putaran final, namun permainannya pada putaran final bak mesin yang kehabisan energi. Foto: Getty Images.

Rahm memang tidak berlebihan ketika menyebut permainannya kini ada dalam kondisi yang terbaik. Pekan lalu di negeri sendiri, pada ajang Estrella Damm N.A. Andalucia Masters hosted by the Sergio Garcia Foundation, Rahm finis T2. Sepekan setelah bermain di Real Club Valderrama, ia meraih gelar European Tour keempat dari total 8 gelar profesional yang telah ia menangkan.

Dengan dua kali memenangkan turnamen ini dalam rentang tiga tahun, Rahm kini menjadi pegolf Spanyol kedua setelah Seve Ballesteros (1983, 1985, dan 1986) yang berhasil memenangkan turnamen ini lebih dari sekali. Rahm juga menjadi satu dari hanya tujuh pegolf yang menjuarai ajang ini hingga dua kali. Hanya Seve, Colin Montgomerie, dan Nick Faldo yang berhasil memenangkan ajang ini tiga kali.

“Saya pikir Seve (Ballesteros) merupakan satu-satunya pemain Spanyol yang memenangkan (turnamen ini) lebih dari sekali dan bisa menambah satu nama saya lagi pada trofi ini sangatlah spesial. Mungkin inilah salah satu trofi terfavorit yang saya miliki di rumah, dan bisa menambah satu lagi benar-benar menjadi momen yang sangat spesial. Sulit dijelaskan,” imbuh Rahm lagi.

Kemenangan pada hari Minggu (7/7) kemarin menjadikan Jon Rahm sebagai pegolf pertama yang berhasil memenangkan tiga turnamen Rolex Series. Dua di antaranya ia menangkan pada 2017. Foto: Getty Images.

Meskipun Rahm menjadi sorotan berkat permainan istimewanya, para penggemar golf Asia Tenggara juga bisa berbangga dengan performa solid pegolf Malaysia Gavin Green. Green kembali finis di sepuluh besar dalam dua pekan berturut-turut. Setelah mencatatkan T8 pada turnamen di Spanyol pekan lalu, kali ini pegolf No.1 Malaysia ini finis T9 dengan skor yang lebih baik lagi, 11-under 269.

Green membuka turnamen ini dengan torehan 4-under 66 dan menutupnya dengan skor yang serupa. Ia bahkan bermain nyaris sempurna pada hari ketiga dengan torehan lima birdie dan tanpa bogey untuk skor 65. Satu-satunya nilai minus hanya terjadi pada putaran kedua ketika ia bermain 2-over 72 lantaran melakukan double bogey di hole 15 par 4.

Dubai Duty Free Irish Open tahun ini juga berhasil menarik minat publik golf dengan sangat baik. Tingkat kunjungan para penggemar golf pada akhir pekan di Lahinch Golf Club ini bahkan mengulangi edisi 2012 ketika turnamen ini dimainkan di Royal Portrush Golf Club. Total 86.793 penonton meramaikan lapangan pada Sabtu dan Minggu, yang membuktikan popularitas ajang ini.

Leave a comment