Tyrrell Hatton sukses meraih gelar Rolex Series kedua dengan memenangkan Turkish Airlines Open lewat babak play-off.

Pegolf Inggris Tyrrell Hatton sukses meraih gelar Rolex Series keduanya setelah keluar sebagai pemenang dalam babak play-off pada ajang Turkish Airlines Open. Memainkan putaran final dalam posisi tertinggal tiga stroke dari pimpinan klasemen Matthias Schwab asal Austria, Hatton menuntaskan putaran finalnya itu dengan skor 67, yang membawanya mengikuti partai play-off dengan lima pemain lainnya.

Hatton, Schwab, duo Perancis Benjamin Hebert dan Victor Perez, Kurt Kitayama dari Amerika, dan Erik van Rooyen dari Afrika Selatan harus melakoni play-off setelah keenam pemain ini sama-sama mengumpulkan skor total 20-under 268.

Hatton sendiri berhasil menjadi bagian dari play-off enam pemain setelah menorehkan birdie kelimanya di hole 18. Dan sekali lagi, ia harus berjuang keras untuk bertahan di partai play-off ini. Hebert, Perez, dan van Rooyen kemudian harus tersingkir di hole play-off pertama.

Kitayama, yang berusaha meraih kemenangan ketiganya di kancah European Tour, menjadi pemain keempat yang tersingkir di hole play-off ketiga.

Babak play-off keempat pun menempatkan Schwab, yang dalam tiga putaran pertama bermain luar biasa dan selalu berada di posisi teratas, dengan Hatton. Dan drama pun tercipta ketika keduanya melanjutkan duel ini.

Hatton terpaksa melakukan lay-up, namun ternyata par sudah lebih dari cukup untuk meraih gelar European Tour keempat baginya.

“Sulit dipercaya! Jujur saja, saya tak yakin kalau bakal menang. Tahun ini adalah tahun yang berat buat saya, lalu bulan lalu saya seperti kembali menemukan permainan saya lagi,” ujar Hatton.

“Saya mengobrol dengan beberapa orang dalam tim saya, kalau saya cukup beruntung untuk menang lagi, saya akan menikmati momen ini karena cukup mudah untuk tidak mensyukurinya. Sebuah olahraga menjadi istimewa ketika segalanya bisa berjalan dengan baik, dan kalau tidak demikian rasanya bakal mengecewakan. Dan Anda tak bisa sekadar memikirkan soal hadiah uangnya saja, kemenangan ini lebih mengenai sebuah kebanggaan. Dan sudah jelas, pada akhirnya, meraih hadiah uang menjadi bonus.”

Sementara itu, sekali lagi Schwab harus bersabar meraih gelar European Tour pertamanya, terutama setelah memiliki performa yang sangat baik sepanjang musim ini, termasuk T4 dalam debutnya pada WGC-HSBC Champions pekan lalu.

“Nyaris memang. Saya sebenarnya punya posisi dan peluang yang bagus dalam putaran reguler dan gagal memanfaatkannya. Tapi dalam play-off itulah hasil yang harus Anda terima. Tapi finis di tempat kedua jelas tidaklah jelek, tapi pada saat ini rasanya tidak luar biasa memang,” ujar Schwab kecewa.

Wakil Asia dari India, Shubhankar Sharma kembali menorehkan skor 64 pada putaran final ini dan berhasil finis di peringkat T7. Skor 71-64-71-64 yang ia bukukan sudah cukup memberinya finis di sepuluh besar dengan torehan 18-under 270, bersama Robert MacIntyre asal Skotlandia.

Adapun Kiradech Aphibarnrat menuntaskan pekan ini dengan skor 72-67-70-77 dan harus puas berbagi peringkat 56 dengan lima pemain lainnya, termasuk C.T. Pan dengan skor total 2-under 286.