Pegolf pendatang baru Asian Tour asal Inggris, William Harrold menjadi sorotan pada putaran pertama ajang KG S&H CITY Asian Golf Championship dengan mematok rekor lapangan 8-under 64 sekaligus memimpin putaran pertama.

Pegolf berusia 29 ini membukukan skor 64 tanpa bogey setelah membukukan 8 birdie di Kaikou Golf Club West Course.

”Saya memukul bola dengan baik sehingga berpeluang memukul bola ke green. Saya hampir selalu melakukan pukulan short iron yang bagus, plus bisa membaca green dan melakukan putting dengan baik,” ujar Harrold yang meraih keanggotaan Asian Tour setelah melewati Qualifying School awal tahun.

”Saat putaran latihan, saya mendapat kesan bahwa penempatan pinnya sulit. Tapi hari ini penempatannya banyak di area yang datar. Memang ada beberapa yang sulit, rapi green-nya lebih lambat hari ini. Jadi, kalau bisa menaruh bola di sisi bawah pin, Anda bisa putting lebih agresif,” sambungnya lagi.

Adapun pegolf Thailand Namchok Tantipokhakul hari ini (30/11) membukukan 5 birdie dengan satu bogey dan empat stroke di belakang Harrold pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$350.000.

”Saya merasa puas dengan putaran hari ini. Bola saya sering masuk fairway dan putting saya juga bagus,” ujar Namchok. Lapangannya tak terlalu mudah, tapi juga tak terlalu sulit. Tee off menjadi sangat penting. Saya mesti memainkan driver, 3-wood, dan hybrid.  Secara keseluruhan, lapangan ini amat panjang.”

Sebanyak tujuh pemain, termasuk pemain tuan rumah Liu Yan-wei, Ye Jian-feng, dan pegolf China Taipei Hung Chien-yao berada di peringkat ketiga setelah membukukan skor 69.

Sementara itu, dua pegolf Indonesia yang ikut bermain pada ajang ini, George Gandranata dan Danny Masrin justru menghadapi tantangan ketika bermain di lapangan Kaikou Golf Club’s West Course.

”Lapangannya sempit, berat. Green-nya juga luar biasa bergelombang,” tutur George kepada Golf Asia Indonesia. ”Selain itu, kemarin mereka terlalu banyak menaruh pasir di bunker. Jadi, otomatis kalau bola masuk ke bunker seperti masuk ke pasir hisap.”

Hari ini George harus puas bermain 3-over 75 lantaran hanya mencatatkan 2 birdie, tapi mendapat 2 double bogey dan satu bogey.

Adapun Danny Masrin berada satu stroke lebih banyak daripada George. Meskipun catatan skornya bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, performanya pada putaran keduanya jelas lebih baik. Mengawali dari hole 10, Danny bermain 5-over pada sembilan hole pertamanya itu. Namun, ia berhasil mendapatkan tiga birdie di hole 1, 5, dan 9, dengan double bogey di hole 2.

KG S&H CITY Asian Golf Championship menjalani debutnya dalam jadwal Asian Tour dan merupakan salah satu wujud kolaborasi Asian Tour dengan China Tour. Para pemain dari China Tour sendiri bisa mendapatkan keanggotaan Asian Tour jika memenangkan turnamen ini. Selain itu, mereka yang finis di lima besar Order of Merit China Tour pada akhir musim akan mendapat tempat untuk langsung berlaga pada Final Stage Qualifying School Asian Tour 2018.