Harapan Asia meraih sukses pada WGC-Dell Technologies Match Play pupus menyusul kekalahan kedua Im Sungjae.

Harapan Asia untuk meraih sukses pada ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play akhirnya pupus di fase penyisihan grup. Harapan terbaik yang ada pada diri Im Sungjae pun kandas menyusul kekalahan keduanya, kali ini dari pegolf asal Perancis Victor Perez.

Im menjadi satu-satunya wakil Asia yang berpeluang melangkah ke babak selanjutnya. Bersama ketiga pemain lain yang memiliki rekor 1-1-0, Im sebenarnya berpeluang memaksakan play-off kalau saja ia berhasil memaksa Perez bermain imbang, menyusul partai imbang antara Marc Leishman dan Russel Henley. Namun, Perez ternyata jauh lebih tangguh.

Pada partai penentuan kemarin (26/3), Im harus kembali menelan kekalahan dalam pertandingan yang tampak tidak memihak dirinya. Tak sekalipun Perez tertinggal dari pegolf Korea tersebut. Tiga birdie pembuka yang ia peroleh dari jarak kurang dari 2,5 meter membuat Perez memegang kendali. Meskipun Im berusaha memberikan perlawanan, ia tak pernah berhasil menyalip permainan lawannya.

Im berusaha membalas dengan birdie di hole 5 dan 7, kemudian mencatatkan eagle di hole 12 dan birdie di 13 untuk mempertipis jarak menjadi 1-down. Namun, Perez berhasil meraih kemenangan di hole 16, menyusul pukulan approach-nya menyisakan jarak sekitar setengah meter. Dan ketika mereka bermain imbang di hole berikutnya, Perez pun memastikan kemenangannya.

 

 

”Saya bisa memulai dengan sangat baik, sempat kehilangan beberapa hole, tapi kemudian bisa bangkit lagi, kehilangan lagi dan sempat berada dalam kondisi yang sengit menjelang hole-hole terakhir. Namun, saya sangat senang dengan permainan saya di hole 16 dan 17,” ujar Perez yang biasa bermain di kancah European Tour.

Wakil Asia lainnya, Hideki Matsuyama, akhirnya berhasil meraih kemenangan satu-satunya setelah menaklukkan pegolf No.10 Dunia Patrick Cantlay dengan meyakinkan, 4&2. Ia menutup duel itu dengan chip-in eagle dari jarak kurang dari 30 meter di hole 16. Kekalahan ini memaksa Cantlay harus memainkan partai play-off dengan Brian Harman, yang akhirnya dimenangkan oleh Harman, yang berhasil melangkah ke babak selanjutnya.

Adapun Kim Siwoo juga bernasib sama dengan rekan senegaranya. Untuk kedua kalinya ia harus mengalami kekalahan setelah hanya berhasil bermain imbang pada partai pembukanya.

Hasil akhir dari penyisihan grup ini terbukti menciptakan kejutan. Dari 16 pemain unggulan, hanya Jon Rahm saja yang berhasil melaju ke babak selanjutnya. Delapan dari 16 grup dimenangkan oleh para pemain non-unggulan dan ada delapan partai play-off yang harus dimainkan untuk memutuskan pemenangnya. Angka ini menjadi rekor play-off terbanyak dalam ajang ini.