Mantan pegolf top amatir Singapura Abdul Hadi berhasil mempertahankan posisi ideal dalam misinya meraih kartu PGA TOUR Series-China musim 2019 ini. Pada akhir putaran kedua tadi (20/2), Hadi membukukan skor 1-under 69 sehingga mengoleksi 6-under 134. Namun, kali ini ia tak lagi sendirian berada di puncak klasemen. Pegolf Jepang Otawa Keisuke menyamai skor total Hadi tersebut setelah tadi bermain dengan skor 66.

Hadi, yang beralih profesional pada bulan Oktober 2018 lalu, merupakan satu dari enam pegolf Singapura yang berjuang untuk mendapat keanggotaan pada pekan ini. Lima pegolf Singapura lainnya ialah Gregory Foo, Jesse Yap, Joshua Shou, Lin Jianwen, dan Jonathan Woo.

“Saya sempat mengawali putaran kedua ini dengan bagus, dan saya senang dengan permainan saya secara keselruuhan. Saya pikir angin mulai berembus di sembilan hole terakhir, dan saya mulai kesulitan bermain, tapi saya bangga dengan bagaimana saya bisa bangkit dan menuntaskan sembilan hole terakhir,” ujar Hadi. “Saya sangat ingin menang pekan ini, tapi saya berusaha untuk tetap sabar dan fokus melakukan pukulan demi pukulan.”

Meski telah berusia 30 tahun, Otawa Keisuke terinspirasi oleh keberhasilan Yuwa Kosaihira yang menembus Web.com Tour melalui PGA TOUR Series-China. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Hadi sendiri mengaku sempat gugup memainkan putaran kedua tadi. Namun, ia menunjukkan kalau ia masih bisa menjaga peluang dengan sangat baik.

“Mulanya saya sempat gugup, tapi Anda harus mengatasi hal seperti itu bagaimanapun caranya,” imbuhnya.

Pesaing terkuatnya, Keisuke, juga berada dalam performa yang prima. Seperti halnya Hadi, pegolf Jepang itu juga merasa puas dengan permainannya pada hari kedua, yang diwarnai dengan tujuh birdie dan tiga bogey.

“Hari ini saya bermain dengan sangat baik, mendapat banyak birdie dan cukup beruntung,” kata Keisuke, yang kini berusia 30 tahun. “Saya punya impian untuk bisa mengikuti jejak Yuwa (Kosaihira) dan bermain di Amerika pada Web.com Tour atau PGA TOUR. Dan saya punya peluang yang bagus dengan bermain di China, jadi kita lihat bagaimana hasilnya dalam dua hari ke depan.”

Posisi Hadi maupun Keisuke masih jauh dari aman. Dua pukulan di belakang mereka, duo Korea Kang Taeyoung dan Lee Gyumin masih punya kans yang cukup besar untuk memutarbalikkan hasil. Masing-masing membukukan skor 69 dan 67 pada putaran kedua tadi. Selain itu, masih ada pegolf Thailand Suteepat Prateeptienchai dan Sam An dari Selandia Baru yang sama-sama bermain 69.

Brad Gehl berniat memperbesar peluang menuju Web.com Tour dengan berusaha meraih kartu PGA TOUR Series-China setelah memegang status penuh pada PGA TOUR Latinoamerica. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Satu nama lagi yang juga masih menjaga peluangnya ialah Brad Gehl. Pegolf Amerika ini pada dasarnya telah mendapatkan status penuh pada PGA TOUR Latinoamerica. Namun, ia berniat untuk memperbesar peluangnya menuju Web.com Tour dengan bermain pada PGA TOUR Series-China dan akan berjuang untuk memenangkan kualifikasi ini. Meski bermain even par 70, Gehl juga hanya berjarak dua stroke dari Hadi dan Keisuke.

Pekan ini, para peserta turnamen kualifikasi ini bermain di lapangan Dye Course. Ini merupakan salah satu lapangan yang berada di Foison Golf Club. Lapangan ini sendiri merupakan karya dari Cynthia Dye, keponakan dari desainer kenamaan Pete Dye, yang terkenal dengan desain TPC Sawgrass, yang selalu menjadi tuan rumah THE PLAYERS Championship sejak 1982.

Global Qualifying Tournament yang dimainkan di Foison Golf Club ini merupakan satu dari tiga turnamen kualifikasi internasional yang akan menentukan keanggotaan untuk musim 2019. Selain tidak memiliki cut-off, turnamen kualifikasi kali ini akan memberi status penuh kepada sang juara. Adapun peringkat 2-12 akan mendapat status untuk enam turnamen pertama. Peringkat 13-35 akan mendapat status exemption kondisional.

Leave a comment