Matt Gilchrest tahu rasanya hanya nyaris menang. Ia mengalaminya ketika menjalani musim pertama pada PGA TOUR Latinoamerica. Alumnus Auburn University ini berkali-kali masuk dalam persaingan dan akhirnya finis di peringkat 8 Order of Merit. Meski memiliki status kondisional pada Web.com Tour, ia belum mendapat spot untuk bermain sehingga kali ini berniat untuk lebih banyak bermain di China, dan tentunya mengejar gelar.

Kali ini ia membuka peluang tersebut ketika bermain di Sanya. Turun pada Sanya Championship yang mulai dimainkan kemarin (4/4), Gilchrest menorehkan skor 8-under 64 yang membawanya memimpin dan unggul satu stroke dari pegolf Inggris Michael Skelton.

Bermain dalam kondisi yang jauh berbeda ketimbang di China Daratan, Sanya yang terletak di Hainan, yang sering disebut-sebut sebagai Hawaii-nya China, memaksa para pemain untuk segera beradaptasi. Tapi Gilchrest tampak menikmati bermain di Yalong Bay Golf Club, yang ia akui mengingatkannya pada lapangan basisnya di Dallas, Texas.

“Green-nya lebih keras pekan ini ketimbang pekan lalu. Selain itu angin juga lebih kencang meskipun elevasinya tidak terlalu drastis. Pekan lalu serasa bermain sambil mendaki gunung, tapi pekan ini cenderung lebih datar sehingga lapangan ini dimainkan dengan sangat berbeda,” jelasnya.

Bermain 7-uder 65 pada hari pertama Sanya Championship, Michael Skelton berada satu stroke di belakang Matt Gilchrest. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Lapangan tempat saya biasa berlatih juga seperti ini. Saya pikir bermain di tempat saya di Trinity Forest menjadi persiapan yang sangat bagus untuk pekan ini karena lapangan itu mirip dengan lapangan ini. Jadi, saya punya keuntungan.”

Meski telah bermain di kedua Tour, Gilchrest menikmati hasil terbaiknya selama bermain pada PGA TOUR Latinoamerica. Di sini ia mencatatkan enam kali finis di sepuluh besar dan dua kali runner-up sebelum akhirnya finis di sepuluh besar Order of Merit. Kala itu ia bermain sebanyak 52 kali dan sempat mencatatkan skor 9-under 63 sebagai skor terendahnya.

“Menurut saya Anda harus mengendalikan permainan jika bermain di sini karena angin bisa berembus dengan kencang. Saya pikir green-nya keras, jadi Anda mesti memiliki sudut yang bagus saat tee off untuk memberi peluang putting,” ujar Gilchrest yang tampak tidak terganggu dengan embusan angin.

Max McGreevy kembali menampilkan performa yang solid dan menempatkan dirinya di posisi ideal untuk menembus akhir pekan. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Hari ini (kemarin) saya memukul ke seluruh 18 green, jadi saya pikir hal ini sangat membantu. Kalau bisa melakukannya lagi saya pikir saya bakal suka hasilnya.”

Sementara itu, pesaing terdekatnya, Skelton, berhasil menutup putaran pertama dengan menorehkan birdie dan berniat melanjutkan momentum yang ia dapatkan itu ke hari kedua.

“Kapan pun bisa main dengan skor 65 dan mendapat birdie di tiga hole terakhir, pasti akan membuat siapa saja merasa senang,” tutur Skelton. “Dan bisa mendapat birdie di hole terakhir rasanya juga puas, dan saya rasa segalanya berjalan sesuai harapan saya. Saya mulai melakukan sejumlah pukula yang sangat bagus dan bisa mempertahankannya.”

Pegolf lainnya, Max McGreevy kembali menampilkan performa yang meyakinkan. Setelah membuka musim 2019 ini dengan finis di tempat ke-4 pada Chongqing Championship minggu lalu, ia menorehkan skor 6-under 66 pada hari pertama.

Leave a comment