Satu-satunya pegolf Indonesia yang bakal berlaga pada Maybank Championship yang bergulir 9-12 Februari ini, George Gandranata, siap mengibarkan bendera Indonesia di Malaysia. George akan memulai turnamen ini dengan bermain bersama Craig Hinton asal Inggris dan pemain top amatir Malaysia Daeng Abdul Rahman Abdul Aziz.

George menjadi pegolf Indonesia pertama yang berhasil memenangkan gelar Asian Development Tour (ADT). Prestasi ini berhasil ia torehkan ketika ia memenangkan ajang PGM LADA Langkawi Championship pada bulan Maret 2016 lalu.

Sesuai dengan komitmen Maybank untuk mendukung pertumbuhan golf di kawasan ASEAN, lima pemain terbaik dari lima negara ASEAN yang belum mendapat slot bermain pada ajang ini berdasarkan posisinya pada Order of Merit Asian Tour bisa mengikuti turnamen prestisius ini jika memenuhi sejumlah kriteria.

Seorang pemain dianggap bisa berpartisipasi pada ajang prestisius ini jika mereka berada di zona 95 besar pada ranking Asian Tour; berada dalam zona 50 besar ranking ADT; memiliki peringkatt 500 atau di bawahnya pada Official World Golf Ranking; dan posisi mereka di PGA Tour lokal sesuai.

George berhasil memenuhi salah satu kriteria tersebut setelah musim lalu berhasil finis di posisi 8 pada Order of Merit ADT. Ini sekaligus menjadi partisipasi yang kedua baginya untuk menikmati kompetisi berskala European Tour, mengingat ajang ini merupakan kolaborasi dari Asian Tour dan European Tour.

Ketika dihubungi, George mengungkapkan bahwa persiapannya kali ini lebih baik ketimbang kala ia berlaga pada Bhashundara Bangladesh Open sepekan sebelumnya.

”Persiapan saya bagus. Kemarin (6/2) saya berlatih 18 hole, hari ini (7/2) 9 hole,” tutur George dalam pesan tertulisnya.

Lapangan yang akan dimainkan kali ini memang berbeda ketimbang Royal Selangor Golf Club yang menjadi tempat penyelenggaraan tahun lalu. Meskipun sebelumnya sudah pernah bermain di Saujana Golf and Country Club, George mengakui bahwa inilah pertama kalinya ia akan bermain di lapangan yang telah menjalani renovasi tersebut.

”Kontur di front nine cenderung naik-turun. Sementara di back nine lebih flat, tapi rintangan airnya lebih banyak,” sambungnya lagi.

Meskipun ini merupakan turnamen skala besar yang memperebutkan total hadiah sebesar US$3 juta, toh ia mengaku persiapannya secara mental sudah siap. Untuk meringankan bebannya, ia menghadapi turnamen kali ini layaknya turnamen yang biasa ia ikuti.

Belajar dari pengalamannya bermain di Kurmitola Golf Club pekan lalu, George lebih banyak berfokus untuk melatih putting sembari berharap latihannya cukup dan putting-nya bisa prima untuk menjalani putaran pertama dan putaran kedua. Sementara pada porsi latihan hari ini (8/2) ia akan berfokus pada chipping

”Green di lapangan di Saujana berliku-liku. Ada beberapa hole yang benar-benar menuntut penempatan bola yang baik dari tee off,” lanjutnya lagi. ”Jadi, kita harus bisa menempatkan pukulan tee di beberapa tempat sehingga bisa menyerang pin.”

Untuk kompetisi papan atas kali ini, George akan kembali membawa kedi yang selalu menemaninya ketika ia bermain pada ajang ADT. ”Dia juga sudah tahu karakter saya,” kata George lagi.

Tahun lalu George sempat berpeluang untuk masuk ke dua putaran final. Sayangnya, total skor 142 yang ia peroleh kurang satu pukulan dari batas cut-off yang ditentukan kala itu, yaitu 1-under.

Besok George akan memulai perjuangannya dari hole 10 dengan waktu tee off mulai pukul 9:40 waktu setempat atau pukul 8:40 WIB.