George Gandranata berhasil mempertahankan posisinya di puncak klasemen pada Seri IV Indonesian Golf Tour yang berlangsung di Lotus Lakes Golf Club, Karawang. Pada putaran kedua hari ini (26/4) George berhasil main tanpa bogey dengan skor 3-under 69.

Bermain pada sesi siang, George berhasil mencatatkan dua birdie pada tiga hole pertamanya. Meskipun demikian, ia masih harus menanti tujuh hole lagi untuk bisa kembali mendapatkan birdie ketiga, yang ternyata menjadi catatan birdie terakhir baginya.

Meski demikian, ia mengaku permainannya kurang prima.

”Sebenarnya, pukulan saya masih banyak yang ke kiri, terutama di back nine, kurang begitu comfortable,” ujar George. ”Tapi beruntung short game saya bagus, putting saya juga bagus, dan miss saya juga di tempat yang masih bisa dijangkau untuk one-chip-one-putt.”

Meski sempat menjadi juara di lapangan ini tiga tahun silam, George mengaku bahwa kondisinya saat ini berbeda dengan saat ia menjadi juara pada tahun pertama IGT tersebut.

”Green-nya lebih firm. Ini memang menjadi kekuatan lapangan di Lotus Lakes. Saya harus sabar bermain di sini, tidak boleh asal menyerang karena green-nya firm,” tutur George.

Berada dalam kondisi memimpin turnamen, posisi George masih belum cukup aman. Ian Andrew dan Naraajie Emerald Ramadhan Putra hanya berjarak satu pukulan dengan George. Namun, George mengaku memilih rileks menghadapi putaran final.

”Satu stroke di golf itu bisa dibilang kecil, bisa dibilang besar. Dan dalam hal hadiah uang juga bisa memberi perbedaan yang besar. Jadi, saya hanya akan memainkan permainan saya sendiri dan lihat bagaimana hasilnya. Karena saya hanya bisa mengontrol diri saya sendiri,” tutur George.

Sama seperti George, Ian Andrew juga tengah mencari kemenangan pertamanya setelah terakhir menjadi juara pada IGT Seri V tahun lalu.

”Hari ini (26/4) permainan saya oke, tapi semestinya bisa main lebih bagus lagi,” ujar Ian yang pada putaran kedua berhasil membukukan 4-under 68, berkat lima birdie dan sebuah birdie.

Ian mengaku permainannya sebenarnya sudah lebih baik dan berharap performanya pada putaran akhir bisa lebih baik lagi. Selama ini Ian memang dikenal sebagai pemain yang baru panas jelang putaran-putaran akhir sebelum akhirnya bierhasil juara. Ia juga tercatat sebagai pemain dengan gelar IGT terbanyak, yaitu lima gelar.

Adapun bagi Naraajie, ini merupakan kesempatan kedua untuk bisa menjadi juara setelah pada Seri III sebelumnya ia juga berpeluang .

”Peluangnya (untuk menjadi juara) sih ada. Ya semoga besok bisa main lebih apik, lebih sabar,” tutur Naraajie.