George Gandranata masih mempertahankan posisinya di puncak klasemen Indonesian Golf Tour Seri 5 yang kali ini berlangsung di Riverside Golf Club, Cimanggis, Jawa Barat. Pada putaran kedua yang berlangsung hari ini (7/6), meski bermain dengan catatan 1-over 73, total skor 141 membuatnya masih unggul dari para pesaingnya.

Ian Andrew yang berbagi posisi teratas dengan George pada putaran pertama kemarin (6/6) membayangi George dengan selisih hanya satu stroke.  Asep Saefulloh juga ikut meramaikan persaingan setelah mencatatkan total skor 143. Sementara Selly dan Benita Yuniarto Kasiadi yang mencatatkan total even par 144 juga secara teori masih berpeluang untuk menciptakan kejutan pada putaran final besok.

George yang mengawali putaran kedua dari hole 10 mengawali permainan dengan cukup baik. Dengan birdie di hole 13, ia memiliki keunggulan hingga tiga stroke ketika memasuki sembilan hole keduanya.

Namun, di hole kesepuluhnya, George justru akhirnya tersandung. Mengira bakal diuntungkan dengan embusan angin dari belakangnya, ia malah memukul bola memasuki bunker kanan. Dari bunker, bolanya malah terpukul ke rough, yang kemudian malah di susul dengan posisi putting yang sulit lantaran bolanya berada di bawah pin, yang kemudian membuatnya justru mendapat bogey.

Ia kembali tersandung ketika mendapat double bogey di hole 4 par 3. Di hole ini bolanya kembali masuk bunker dan ia harus memukul hingga dua kali sampai bola bisa keluar setelah pada percobaan pertama bolanya mengenai bibir bunker dan justru kembali ke bunker di posisi yang lebih sulit.

”Birdie saya hari ini ada dua, dan dua-duanya dari jarak dua meter. Saya tidak bilang kalau putting saya jelek. Menurut saya tantangan terbesar hari ini adalah angin, bukan penempatan pin,” papar George seusai menuntaskan putaran keduanya.

”Besok (8/6) strateginya sama (seperti kemarin), tidak seperti hari ini yang sedikit agresif. Hari ini saya sudah tahu kalau saya sudah unggul tiga pukulan saat memasuki sembilan hole terakhir. Saya pikir saya mau sedikit agresif, tapi ternyata tidak boleh terlalu agresif di sini,” sambungnya lagi.

20170607155404_IMG_3292

Adapun Ian juga harus berjuang lebih berat saat memainkan putaran kedua. Bermain dari hole 1, ia malah mendapat double bogey di hole 5 par 4. Setelah itu ia terus mendapatkan par sampai akhirnya mendapat bogey di hole 17. Beruntung ia bisa mengakhiri putaran kedua dengan sebuah birdie.

”Hari ini memang berbeda. Hari ini pukulan saya sebenarnya masih sama, masih bisa on, tapi tidak sedekat kemarin,” ujar Ian yang mengaku 14 kali memenuhi green in regulation.

Menghadapi putaran final besok (8/6), Ian mengaku tidak menyiapkan strategi tertentu. ”Kalau memungkinkan untuk menyerang, saya akan bermain menyerang. Kalau tidak, saya akan main aman,” tuturnya lagi.

Bukan kali ini saja Ian bermain satu grup dengan George. Tahun ini saja mereka sudah bermain bersama pada dua putaran awal Permata IGT di Modern Golf & Country Club, Tangerang; Tugu Pratama Golf Invitational di Damai Indah Golf BSD Course; ajang Asian Development Tour di Malaysia; termasuk pada IGT Seri 4 di Lotus Lakes Golf Club.

”Ian main sangat bagus. Tapi saya akan konsentrasi pada diri sendiri. Semoga diberikan yang terbaik sama Tuhan. Jadi, kita lihatlah besok,” ujar George.

Dari kelas amatir, persaingan bakal terjadi antara Kevin Caesario Akbar dan Naraajie Emerald Ramadhan. Kevin untuk sementara unggul dua stroke dari Naraajie. Jika Kevin kini berada di posisi T7, Naraajie untuk sementara di peringkat T13.

”Permainan saya hari ini kurang bagus, terutama di hole 4, 5, dan 6—double bogey, bogey, bogey. Beruntung saya bisa mendapat birdie di tiga hole berikutnya,” papar Kevin.

Meski pada akhirnya mencatatkan skor 1-over 73 berkat 5 birdie, 4 bogey dan sebuah double bogey, Kevin yang mengumpulkan total 3-over 147 masih berpeluang untuk memperbaiki posisinya dan menjadi pemain amatir terbaik, mematahkan dominasi Naraajie dalam dua IGT terakhir.