Danny Masrin turut mewakili Indonesia pada ajang New Zealand Open ke-101, yang dimulai 27 Februari 2020.

Salah satu bintang golf Indonesia, George Gandranata bakal melakoni debutnya pada ajang New Zealand Open presented by Sky Sport, ketika edisi ke-101 ini dimulai pada Kamis (27/2) pekan ini. Pegolf berusia 33 tahun ini bakal mulai bermain di Millbrook Course bersama sang juara Qualifying School Asian Tour asal Zimbabwe Benjamin Follett-Smith. Bagi George, debut kali ini sekaligus menjadi kesempatannya berlaga untuk pertama kalinya pada tahun 2020, terutama sejak mengikuti Indonesian Masters tahun 2019 lalu.

New Zealand Open merupakan turnamen yang memiliki sejarah panjang di Selandia Baru dan diselenggarakan dalam format pro-am. Artinya, para pegolf profesional akan bermain bersama pemain amatir. Sebanyak 156 pegolf profesional dan 156 pegolf amatir akan ikut bermain di Millbrook Resort and The Hills. Mereka akan bergantian memainkan lapangan Millbrook dan The Hills.

Beberapa nama top yang turut berlaga pekan ini ialah pemegang gelar Major Michael Campbell dan Geoff Ogilvy. Selain itu, 13 pemain yang telah memenangkan turnamen ini sebelumnya juga turut berpartisipasi. Selain sang juara bertahan Zach Murray, Michael Hendry yang sempat menjuarai Indonesia Open 2010, Dimitrios Papadatos, Jake Higginbottom, Brad Kennedy, Nathan Green, David Smail, Michael Long, Peter O’Malley, Matthew Griffin, Jordan Zunic ikut tampil. Campbell sendiri termasuk salah satu pemenang turnamen ini ketika ia menjuarainya pada tahun 2000.

“Kondisi lapangan di sini bagus sekali. Dan ini merupakan salah satu turnamen yang benar-benar megah. Saya sempat mengobrol dengan Miguel Carballo (Juara Indonesia Open 2019), dan dia menyebut turnamen ini tak ubahnya dengan turnamen PGA TOUR,” ujar George.

Dari kedua lapangan yang akan ia mainkan, George menilai lapangan di Millbrook paling memberikan peluang untuk membukukan banyak birdie. Kecuali di hole 1, 3, 5, dan 6, yang terbilang hole-hole panjang, ia optimis bisa memanfaatkan peluang birdie.

“Pukulan saya saat ini malah lebih bagus daripada biasanya. Paling harus memperhatikan green karena di sini, selain licin, break-nya juga tidak terlalu banyak.” — George Gandranata

“Menurut saya, kalau di keempat hole itu saya bisa bermain even par atau 1-over, rasanya saya bisa bermain under. Selain itu, sembilan hole terakhir di Millbrook juga memberi banyak peluang birdie. Jadi, menurut saya, kunci bermain bagus di sini ada di keempat hole tadi, sementara di sembilan hole terakhirnya harus bisa main under, setidaknya 2 sampai 3-under,” imbuhnya.

Sementara di lapangan Hills, George menilai ia harus bermain hati-hati, mengingat green di lapangan ini sangat sulit. “Selain itu, green-nya lumayan licin. Kalau nggak salah sekitar 11-11,5. Sementara di Millbrook kecepatannya mungkin sekitar 9 (pada stimpmeter), tapi mungkin saya harus bersiap di kecepatan sekitar 10-10,5 ketika turnamen dimulai.”

Meskipun bakal memainkan turnamen pertama pada tahun ini, bukan berarti George tidak memiliki modal. Ia sendiri memastikan mendapat undangan ini setelah memenangkan kualifikasi selama 54 hole yang dimainkan di Suvarna Jakarta Golf dan Damai Indah Golf BSD Course. Ia juga menambahkan bahwa secara teknis permainannya sama sekali tidak menghadapi kendala.

“Pukulan saya saat ini malah lebih bagus daripada biasanya. Paling harus memperhatikan green karena di sini, selain licin, break-nya juga tidak terlalu banyak. Saya harus benar-benar yakin dan tidak mengambil break terlalu banyak. Dari putaran latihan yang saya mainkan, saya rasa saya sudah lumayan menyesuaikan,” ujar George lagi.

 

Grafik permainan yang sedang menanjak memberi peluang bagi Danny Masrin untuk memperbaiki catatan penampilannya pada New Zealand Open presented by Sky Sport. Foto: Yongki Hermawan.

 

Pekan ini George akan mendapat motivasi tersendiri mengingat sang istri juga ikut menemaninya. “Istri saya ikut mendampingi dan memberikan dukungan mental, jadi hati saya rasanya lebih tenang dan main golf pun bisa lebih fun, memainkan putaran latihan pun lebih terasa cepat jadinya,” imbuh George.

Selain George, Danny Masrin juga bakal ikut berkompetisi. Bagi Danny, ini menjadi turnamen ketiga setelah tampil di Hong Kong dan Singapura. Sejauh ini Danny juga telah mencatatkan hasil yang sangat positif. Setelah finis T30 pada Hong Kong Open, Danny melakukan pencapaian terbaiknya pada SMBC Singapore Open dengan finis T5.

Prestasinya ini kemudian berhasil membuatnya menggeser Rory Hie di jajaran Official World Golf Ranking. Pekan ini Danny bakal bermain sebagai pegolf profesional No.1 Indonesia, mengingat peringkatnya kini menjadi yang terbaik, yaitu No.519 dunia.

Melihat grafik permainannya yang kini tengah meningkat, Danny berpeluang untuk memperbaiki catatan penampilannya pada ajang ini. Pada edisi sebelumnya, Danny hanya bermain dua putaran setelah hanya bermain 72-71.

Adapun Rory Hie, semula mendapat hak tampil pada ajang ini. Prestasinya menjuarai Classic Golf and Country Club International Championship sebenarnya memberinya slot untuk ikut berlaga. Namun, ia memutuskan untuk mundur guna meringankan beban cedera pada pergelangan tangannya dan mempersiapkan diri mengikuti Malaysian Open pekan depan.