Pegolf terbaik Indonesia saat ini, George Gandranata melambungkan nama Indonesia setelah memenangkan ajang PGM Lada Langkawi Championship di Malaysia kemarin.

Kemenangan ini menjadi kemenangan yang bersejarah mengingat inilah untuk pertama kalinya pegolf Indonesia berhasil menjuarai ajang Asian Development Tour, yang merupakan Tour di bawah Asian Tour.

Pada hari terakhir kemarin George bermain dengan skor 1-under 70 untuk total skor 14-under 270 di lapangan Gunung Raya Golf Resorts.

Mengawali putaran keempat dengan keunggulan 1 stroke, George harus berjuang keras untuk meraih gelar profesional pertamanya di kancah Asian Development Tour.

Sempat mendapatkan double bogey di Hole kedua, George berhasil mencatatkan 5 birdie dan 2 bogey untuk skor 70, dan keunggulan 2 stroke dari anggota Eurasia Cup, Danny Chia.

“Perjuangannya lumayan berat, terutama setelah saya tertinggal beberapa hole,” tulis George dalam pesan singkat WhatsApp kepada Golf Asia Indonesia.

“Tetapi saya tetap memberi tahu diri saya bahwa saya masih bisa mengejar. Hanya berusaha memukul ke green dan melakukan putt.”

Kemenangan ini jelas tak hanya menjadi berarti baginya, tapi juga bagi Indonesia. Setelah Rory Hie yang menjadi pemain Indonesia pertama yang menjadi anggota Asian Tour, kini George menjadi pemain Indonesia pertama yang memenangkan gelar Asian Development Tour. Ini sekaligus menjadi kado ulang tahun ke-30 bagi George yang merayakan hari kelahirannya sehari sebelum putaran pertama dilangsungkan.

Kemenangan ini tak hanya melambungkan posisi George ke peringkat 6 Order of Merit Asian Development Tour setelah memenangkan hadiah uang sebesar US$8.693. Ia juga berhak mendapatkan 6 poin untuk peringkat dunianya pada Official World Golf Ranking.

Sementara itu pegolf Indonesia lainnya, Danny Masrin, juga berhasil finis di posisi yang cukup baik. Bermain 70-71-68-71, Danny mencatatkan total skor 4-under 280 dan berada di posisi T16.