Salah satu pegolf terbaik Indonesia, George Gandranata mengawali tahun 2016 ini dengan tampil cukup memuaskan dan berhasil finis di peringkat 12, berbagi tempat dengan Nitithorn Thippong (Thailand) dan Hans Jamil (Malaysia).

Pada ajang Asian Development Tour di Kelab Rahman Putra Malaysia, 27-30 Januari lalu itu, George mengawali turnamen dengan bermain 5-under 67 berkat 7 birdie dan 2 bogey dan menempatkannya pada posisi T8 pada hari pertama.

Meski pada putaran kedua bermain 3-under 69, posisi George naik satu peringkat menjadi T7. Dan hari ketiga, catatan 6 birdie dan 2 bogey menempatkannya pada posisi yang sangat baik untuk menjadi juara. Total skor 12-under miliknya membuatnya hanya berjarak 3 stroke dari Riley Fleming asal Kanada.

”Kemarin hasilnya sangat memuaskan, dan hasilnya sangat positif sekali,” ujar George melalui pesan WhatsApp. ”Performa bagus dikarenakan pukulan saya banyak yang masuk green in regulation, dan putting-nya juga banyak yang masuk.”

Sayangnya, permainannya pada hari terakhir menurun. Ia menyebut eksekusi pukulan pada hari terakhir berbeda dengan tiga hari pertama sehingga mengakibatkan hasil yang ia capai berbeda dari yang ia harapkan.

”Contohnya, kalau saya mau buat fade, fade-nya tidak keluar,” sambung George lagi.

Meskipun demikian, total skor 10-under 274 miliknya merupakan skor terbaik yang ia capai pada ajang Asian Development Tour.

Selain George, pegolf profesional Indonesia lain yang berhasil bermain penuh selama empat hari ialah Danny Masrin. Sama seperti George, Danny juga bermain sangat baik dalam dua putaran awal, yang berturut-turut mencatatkan skor 4-under 68.

Sayang performanya sempat menurun pada dua putaran terakhir sehingga bermain 75-74. Dengan total skor 4-under 284, Danny mengakhiri turnamen dengan berada di peringkat 43, berbagi tempat dengan pegolf asal Thailand, Pijit Petchkasem.