Rory McIlroy melakukan modifikasi untuk menguasai posisi teratas World Golf Championships-Mexico Championship.

Pekan lalu pada Genesis Invitational, Rory McIlroy harus mengakhiri putaran finalnya dengan skor 73. Meski pada satu titik sempat menjadi salah satu pimpinan klasemen pada turnamen tersebut, ia membukukan tiga birdie, tapi juga harus mendapat dua double bogey dan satu triple bogey.

Lalu McIlroy menuju Club Golf de Chapultepec di Meksiko dengan keputusan menggunakan putter yang lama.

“Saya mencoba putter yang baru pada pekan lalu dan sayangnya keputusan tersebut tidak berjalan dengan baik, jadi saya kembali menggunakan putter 34-inchi yang lama. Pekan lalu saya memainkan putter 35-inchi,” tutur McIlroy.

McIlroy jelas tak lagi berada pada tahap sekadar mencoba-coba putter, mengingat ia tak lagi berada pada jeda kompetisi. Pegolf Irlandia ini awalnya merasa putter berukuran 35-inchi terasa lebih nyaman ketika digunakan, namun saat bertanding justru menimbulkan problem yang fatal.

Saya pikir saya memiliki formula yang tepat untuk mengatasi ketinggian. Saya bisa memukul bola dengan jauh, dan kontrol jarak pukul saya juga cukup bagus.

“Terkadang dengan putter 34-inchi, tangan kanan saya bisa menjadi lebih tinggi dan bahu kanan saya sedikit berputar, tapi dengan putter 35-inchi, bahu dan siku kanan saya bisa berada pada pisisi yang lebih baik, jadi terasa lebih sejajar dengan shaft. Jadi, di video kelihatannya sangat bagus dan terasa nyaman, tapi begitu digunakan bertanding, perbedaan satu inchi pada putter ini justru menggeser jalur penglihatan dan saya tak lagi melihat jalur putt seperti biasanya,” jelasnya.

“Pekan lalu saya merasa kesulitan melakukan putting dari kanan ke kiri karena ketika berhadapan dengan putting jarak jauh dan bolanya berada di atas kaki Anda, putter itu jadi terasa berada di atas ikat pinggang.”

Tapi tak hanya soal mengganti ukuran putter saja yang ia lakukan. McIlroy juga mengganti grip pada putter-nya.

“Saya menggunakan grip yang sedikit lebih tebal. Grip ini akan membantu tangan Anda agar lebih saling berhadapan dan, buat saya, membuat lengan kanan lebih berada pada posisi yang lebih baik sehingga saya bisa melakukan putting dengan lebih baik.”

 

 

Keputusan untuk menggunakan putter dengan ukuran 34-inchi pada putaran pertama World Golf Championships-Mexico Championship kemarin (20/2) terbukti menjadi keputusan yang tepat. Ia hanya membutuhkan 26 putt pada putaran pertama ini, ditambah memukul bola ke 12 dari 18 green.

Eagle yang ia peroleh di hole keduanya, yang merupakan hole 11, jelas menciptakan momentum untuk menempati posisi teratas. Lima birdie lainnya, dan satu bogey di hole 4 di mana ia keliru menilai kondisi green, memberinya keunggulan dua stroke dari enam pemain lainnya yang menjejali peringkat kedua. Bubba Watson, Justin Thomas, Louis Oosthuizen, Billy Horschel, Corey Conners, dan Bryson DeChambeau sama-sama menorehkan skor 68.

Satu hal lain yang menjadi kunci dari performa McIlroy kemarin ialah kemampuannya tampil solid di lapangan yang memiliki ketinggian, seperti pada pekan ini. Bermain di ketinggian 7.800 kaki atau sekitar 2.380 meter, McIlroy kerap membukukan hasil positif dalam kondisi demikian.

“Saya bermain dengan baik di Crans (Omega European Masters). Tahun lalu saya finis di tempat kedua, dan saya juga finis di posisi kedua di sini pada tahun lalu. Saya pikir saya memiliki formula yang tepat untuk mengatasi ketinggian. Saya bisa memukul bola dengan jauh, dan kontrol jarak pukul saya juga cukup bagus. Kombinasi ini menurut saya membuat saya tak perlu lagi melakukan perkiraan,” tegasnya.

 

Bermain mengecewakan di sembilan hole pertama tak membuat bintang golf asal Korea Im Sungjae terpuruk. Ia menutup hari pertama WGC-Mexico Championship dengan 2-under 69. Foto: Getty Images.

 

Skor 69 untuk Im dan Matsuyama
Dua bintang Asia, yang turut membela Tim Internasional Presidents Cup, Im Sungjae dan Hideki Matsuyama memulai WGC-Mexico Championship pekan ini dengan skor 69. Keduanya sama-sama berada di peringkat T8, terpaut 4 stroke dari McIlroy.

Im menunjukkan kesabaran yang luar biasa untuk bisa bangkit dari sembilan hole yang kurang meyakinkan. Bermain dari hole 10, ia terpaksa mendapat bogey di dua hole pertamanya. Meski akhirnya mencatatkan birdie pertama di hole 15, ia kembali mendapat bogey di hole berikutnya, sampai kemudian menorehkan birdie lagi di hole 18. Tapi memasuki sembilan hole terakhir, ia berhasil memperbaiki permainannya dan mencatatkan tiga birdie untuk menutup hari pertama dengan 2-under 69.

Matsuyama sendiri memang sempat mendapat birdie di hole pertamanya, namun harus mendapatkan par di sepuluh hole berikutnya. Setelah bogey di hole 12, ia kembali bangkit dan mendapat dua birdie lagi untuk menempati posisi yang sama dengan Im.

Adapun Juara Indonesian Masters sekaligus pegolf No.1 Asian Tour Jazz Janewattananond harus melakoni debutnya dengan catatan skor 2-over 73. Ia hanya mendapat dua birdie, dengan dua bogey dan satu double bogey di hole 6, setelah pukulan ketiganya justru membuat bola masuk ke air.

1 Comment

Comments are closed.