Genderang perang mulai ditabuhkan di Myanmar jelang penyelenggaraan Leopalace21 Myanmar Open. Turnamen kedua dalam jadwal Asian Tour dan Japan Golf Tour ini telah menjadi salah satu turnamen yang diincar oleh sejumlah pemain, terutama mereka yang berniat mengawali musim 2018 ini dengan meyakinkan.

Pegolf Afrika Selatan Shaun Norris tiba di Myanmar dengan penuh percaya diri dan yakin bahwa ia punya peluang bagus untuk kembali memenangkan ajang Leopalace21 Myanmar Open ketika turnamen ini kembali digelar hari in (25/1).

Norris baru saja meraih hasil yang bagus di Singapura pekan lalu dengan finis di peringkat kedua. Hasil positif ini tentu menjadi momentum bagus baginya untuk kembali bermain di Pun Hlaing Golf Club, Yangon. Ia sendiri telah menjuarai turnamen ini pada 2016.

”Saya punya kenangan yang indah di sini dan saya selalu senang bisa kembali ke sini. Hasil bagus di Singapura membuat saya merasa positif soal permainan saya saat ini. Menjuarai turnamen ini tahun 2016 jelas menjadi momen yang sangat menentukan dalam karier saya karena kemenangan itu mengajarkan banyak hal bagi saya, tak hanya sebagai pegolf, tapi juga sebagai pribadi,” tutur Norris yang mengaku permainannya makin solid dan siap merebut gelar juara..

Meskipun mendapatkan hasil yang berbeda di Singapura, juara bertahan asal Australia Todd Sinnott menargetkan hasil yang sama dengan Norris. Sinnott memiliki kenangan istimewa di Yangon tahun lalu. Hampir gagal lolos cut lantaran tujuh kali bolanya masuk air, ia tampil sebagai juara.

Sinnott telah melakukan putaran latihan pada hari Selasa (23/1) lalu guna membangkitkan kenangan tahun lalu yang membuka pintu baginya.

”Kemenangan tahun lalu itu memberi peluang untuk bermain ke seluruh dunia dan memberi jadwal main penuh buat saya. Sebelumnya saya hanya mengandalkan undangan dan hal-hal yang tidak jelas. Saya jadi bermain di beragam jenis lapangan dan hal itu juga mengajari banyak hal buat saya sebagai pemain,” ujarnya.

Pekan ini saudaranya akan menjadi kedi bagi Sinnott. Ia bahkan menikmati mengunjungi tempat wisata ikonik di Yangon, Shwedagon Pagoda dengan saudaranya itu. ”Itu salah satu tempat paling mengagumkan yang pernah saya lihat,” ujar Sinnott.

Kali ini, salah satu daya tarik turnamen ini datang dari Ryo Ishikawa. Ia akan memulai debutnya hari ini dengan upaya untuk bisa kembali berada di lingkaran juara. Ia sendiri sempat bersaing untuk meraih juara di Singapura pekan lalu, namun harus tumbang pada putaran akhir.

”Ini kunjungan pertama saya ke Myanmar dan saya ingin menjadikannya berkesan. Saya sendiri merasa cukup kecewa dengan hasil di Singapura pekan lalu, terutama karena saya masuk dalam persaingan juara sampai hari terakhir. Semoga kali ini saya bisa main lebih baik dan kembali meraih juara,” ujarnya.

Sementara itu, pegolf muda asal Filipina Miguel Tabuena juga berharap untuk bisa meraih kemenangan Asian Tour keduanya pekan ini setelah finis di posisi T8 di Singapura. Ia memiliki keyakinan penuh bahwa permainannya cukup untuk menjuarai ajang ini.

”Saya mengubah rutinitas berlatih saya dan saya kini lebih fokus dan lebih lapar lagi untuk meraih juara karena saya yakin saya bisa bermain lebih baik lagi ketimbang tahun lalu,” ujarnya. ”Saya ingin mengawali tahun ini dengan meyakinkan.”