Khalin Joshi resmi menjadi kampiun Panasonic Open India yang baru. Pegolf tuan rumah ini menuntaskan misinya meraih gelar perdana Asian Tour di negeri sendiri usai membukukan skor 4-under 68 pada putaran final.

Seperti yang diperkirakan, putaran final di Delhi Golf Club berlangsung dengan sangat menarik. Joshi yang memulai putaran final sebagai salah satu pimpinan klasemen berkat performa mengagumkan 8-under 64 pada hari ketiga, sempat membuat dua bogey di tiga hole pertamanya.

Namun, ia berhasil bangkit dengan menorehkan enam birdie, lima di antaranya ia lakukan di sembilan hole terakhirnya. Birdie yang ia bukukan dari jarak tujuh kaki di hole terakhir sekaligus menutup upaya Siddikur Rahman untuk meraih kemenangan. Skor total yang ia bukukan, 17-under 271 pada pekan kemarin menyamai rekor skor kemenangan terendah pada ajang Panasonic Open India.

“Saya merasa sangat lega dan sangat senang. Entah karena saya gugup atau karena melakukan keputusan yang buruk, saya justru memulai dengan dua bogey. Tapi saya tahu masih ada banyak hole yang bisa dimainkan. Saya sudah bermain dengan baik dan saya pikir hanya masalah waktu saja,” kata Joshi.

Lima hole setelah bogey kedua di hole 3, Joshi akhirnya mendapatkan birdie yang ia butuhkan. Dan dari hole 8 itu, permainannya mulai semakin solid, meskipun praktis ia masih tertinggal tiga stroke dari Siddikur yang membukukan dua birdie di sembilan hole pertamanya.

Joshi masih berupaya mengejar selisih tiga stroke itu sampai akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di hole 15. Bogey yang didapat Siddikur di hole 13, plus dua birdie di hole 14 dan 15 membuat Joshi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-under. Di hole 16, baik Siddikur maupun Joshi sama-sama membukukan birdie sehingga pertandingan mesti ditentukan di hole terakhir. Dan di hole tersebut, Siddikur justru hanya bermain par sementara Joshi mencatatkan birdie yang sekaligus memberinya kemenangan.

“Bisa menang saja memang sudah merupakan hal yang bagus, tapi bisa menang di Delhi Golf Club jelas sulit dipercaya” – Khalin Joshi

Sepanjang 18 hole di Delhi Golf Club itu, permainan agresif yang ditunjukkan Joshi terbukti menjadi kunci kemenangannya. Di hole 18, ketika Siddikur tidak memainkan driver, ia memilih menggunakan driver.

“Saya tahu saya memiliki keuntungan karena ia tidak menggunakan driver. Saya hanya mesti memukul bola ke dalam area permainan. Saya bermain agresif (di hole 18 itu), dan kemudian bola saya memantul masuk ke rough. Tapi memukul ke fairway dan menghindari memukul bola ke semak-semak menjadi kunci bermain di lapangan ini,” tutur Joshi lagi.

Bagi Joshi, kemenangan ini jelas menjadi sangat istimewa, mengingat banyak temannya yang telah meraih kemenangan. “Bisa menang saja memang sudah merupakan hal yang bagus, tapi bisa menang di Delhi Golf Club jelas sulit dipercaya. Semua penonton di sini sangat suportif. Ada banyak teman saya di sini, sungguh berarti dan semoga saya memberikan pertunjukan yang bagus,” ujar Joshi.

Kemenangan kali ini sekaligus menempatkan Joshi ke peringkat 16 Habitat for Humanity Standings. Ia juga kini berada di peringkat kedua pada Panasonic Swing setelah mengumpulkan total 1800 poin. Ia hanya berjarak 38 poin dari Panuphol Pittayarat di tempat teratas. Seri ketiga dari Panasonic Swing ini akan berlanjut di Jakarta ketika Indonesian Masters digelar pada 13-16 Desember 2018.

Sementara itu, kekalahan kali ini menambah panjang perjalanan Siddikur untuk memenangkan gelar ketiganya di sirkuit utama Asia ini. Yang menyakitkan mungkin karena ia justru bermain lebih baik daripada pada hari ketiga.

“Ada sedikit perasaan tertekan ketika memulai putaran final, tapi saya tak membiarkan hal itu memengaruhi saya. Saya sungguh menikmati setiap momen pada pekan ini (pekan lalu). Ini merupakan hasil terbaik saya setelah sekian lama,” ujar Siddikur.

Khalin Joshi disambut oleh teman-temannya di green hole 18 usai memastikan kemenangan. Foto: Arep Kulal/Asian Tour.

Pegolf Bangladesh ini memang berada dalam posisi yang mencemaskan. Ketika memulai Panasonic Open India ini, ia berada di peringkat 97 sehingga hasil positif di New Delhi menjadi keharusan baginya untuk mengamankan kartu Asian Tour musim depan. Tapi kali ini ia kembali harus melupakan trofi juara lantaran harus puas menjadi runner-up.

“Saya sudah berusaha meraih kemenangan untuk mendapat kartu Asian Tour tahun depan. Hal itu sudah saya pikirkan. Meski tidak menang, saya berada di tempat yang bagus untuk finis di 60 besar Habitat for Humanity Standings. Ada banyak hal positif yang bisa diambil dari pekan ini (pekan lalu) dan saya yakin pengalmaan itu akan banyak membantu saya,” tutur Siddikur yang kini berada di peringkat 53 pada Habitat for Humanity Standings.

Satu nama lagi yang harus menyimpan kekecewaan sekaligus menunda perayaan kemenangan ialah Suradit Yongcharoenchai. Pegolf Thailand ini mengakhiri masa remajanya pada putarna final tersebut dengan genap berusia 20 tahun dan finis di tempat ketiga bersama pegolf tuan rumah lainnya, Ajeetesh Sandhu. Mereka sama-sama bermain dengan skor 14-under 274, tiga stroke di belakang Joshi.

Bagi Suradit, ini merupakan kali ketiga dan dua kali berturut-turut bisa finis di lima besar pada musim ini. Sebelumnya, ia menjadi salah satu runner-up pada ajang TAKE Solutions Masters di India pada bulan Agustus dan finis T5 pada UMA CNS Open Golf Championship di Pakistan.

“Ini masih menjadi finis yang bagus buat saya. Saya puas dengan hasil ini. Putting saya kurang bagus kali ini, tapi tidak apa-apa,” ujar Suradit yang membukukan 3-under 69 pada putaran finalnya. “Pekan ini akan meningkatkan kepercayaan diri saya. Saya akan rehat beberapa pekan ini dan kembali dengan lebih siap lagi di Hong Kong.”

Leave a comment