BNI Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports (IGT) Seri ke-6 akhirnya menjadi gelar kedua bagi Danny Masrin. Danny mempertahankan performanya dengan bermain luar biasa pada putaran terakhir kemarin (1/9) dengan mencatatkan 5-under 67 dan mengumpulkan total skor 9-under 207.

Permainan Danny Masrin sepanjang Seri ke-6 ini memang luar biasa. Sejak putaran pertama ia tak pernah turun dari puncak klasemen. Setelah berturut-turut mendapatkan 2-under 70 pada dua putaran awalnya, Danny memastikan gelar profesional keduanya dengan membukukan 7 birdie dengan 2 bogey. Total skor 9-under 207 ini sekaligus menjadi skor kemenangan dengan selisih terbesar sepanjang musim 2016 ini, di mana Danny meraih keunggulan hingga 6 stroke dari peringkat kedua, Jordan Surya Irawan.

”Ini permainan terbaik saya selama IGT,” ujar Danny sambil tersenyum. ”Saya harap momen bagus ini bisa terus berlanjut.”

Meski unggul hingga 6 stroke, bukan berarti Danny tak mendapatkan tekanan. Pemain yang sanggup melakukan hal tersebut ialah Ian Andrew. Seperti biasanya, perlahan tapi pasti Ian hampir selalu berhasil menyalib rekan-rekannya untuk tampil ke puncak.

”Saya sempat melihat skor Ian 5 birdie dan 1 bogey di hole 11. Ia sudah mendekati saya. Saya pun kena bogey di 12 dan 13. Selisih pukulan tinggal dua. Ketika dia bogey di 15, dan saya birdie di 14, saya sempat rileks, menjaga permainan saja. Namun, secara keseluruhan, saya lebih fokus pada permainan diri sendiri,” tutur Danny yang kini mengarahkan targetnya untuk bisa menjuarai Asian Development Tour dan Asian Tour sebelum tahun ini berakhir.

Pada akhirnya, bukan Ian yang paling mendekati Danny, melainkan Jordan. Jordan yang kemarin bermain 2-under 70 mencatatkan total skor 3-under 213 dan unggul satu stroke lebih baik daripada Ian.

Pada kategori amatir, pegolf asal Nanggroe Aceh Darussalam, Syukrizal, akhirnya berhasil meraih predikat juara Lowest Amateur. Sempat bermain 3-over 75 pada putaran pertama, Syukrizal berhasil memperbaiki catatan skornya dengan mencatatkan 2-under 70 pada putaran kedua. Dan akhirnya pada hari terakhir kemarin, ia kembali bermain under dengan skor 71 untuk mengumpulkan skor total 216.

”Hari ini saya mencoba bermain aman. Tapi ini ternyata bisa mengantarkan saya meraih gelar Lowest Amateur. Ini bisa jadi modal saya buat PON nanti. Meski saya menargetkan diri untuk menjadi Amatir Terbaik, bisa menang rasanya cukup menggembirakan,” ujar pemuda berusia 25 tahun ini.

Adapun di kelas wanita, selisih skor yang terlalu jauh pada hari kedua membuat Jessica Lydia dapat mempertahankan posisi teratas. Pada putaran ketiga kemarin, ia malah berhasil mencatatkan skor 2-under 70 yang membuatnya mengumpulkan skor total 1-under 215.