Viktor Hovland memberikan gelar European Tour pertama bagi Norwegia dengan memenangkan BMW International Open.

Viktor Hovland menciptakan rekor baru dalam sejarah European Tour. Pegolf berusia 23 tahun ini menjadi pegolf Norwegia pertama yang meraih gelar European Tour usai memenangkan BMW International Open dengan keunggulan dua stroke dari mantan pegolf No.1 Dunia Martin Kaymer.

Hovland memulai permainannya pada putaran final di Golfclub München Eichenried dengan keunggula tiga stroke, namun harus menghadapi perlawanan sengit dari Kaymer. Juara BMW International Open 2008 ini menampilkan performa yang luar biasa pada hari terakhir dengan mencatatkan sepuluh birdie dengan dua bogey, yang sempat memberinya keunggulan dengan total 17-under.

Hovland harus berjibaku selama 12 hole lantaran hanya mendapat satu birdie dan satu bogey, namun birdie di hole 13 dan 16 kembali memberinya keunggulan dua stroke atas Kaymer. Meski sempat tersendat oleh bogey di hole 17, ia memastikan gelar European Tour pertama baginya, dan bagi Norwegia, dengan memastikan birdie di hole terakhir.

Prestasinya di Eropa kali ini menambah deretan rekor yang telah ia torehkan. Sebelumnya, ia telah meraih dua kemenangan di kancah PGA TOUR pada tahun 2020 lalu. Prestasinya kala memenangkan Puerto Rico Open tahun lalu itu juga menempatkannya sebagai pegolf Norwegia pertama yang menjuarai gelar PGA TOUR.

”Saya tumbuh dengan sebagian besar menyaksikan European Tour. Ada banyak pemain yang tampil pekan ini yang biasa saya tonton. Senang rasanya bisa menjadi juara di Tour ini, di Jerman, tempat yang meskipun bukan Norwegia, tapi cukup dekat dan memberi sejumlah sensasi berada di rumah. Sungguh kehormatan besar dan akhirnya Norwegia bisa menang pada European Tour,” ujar Hovland.

 

 

”Saya melihat (Martin) mendaki puncak klasemen dengan cukup cepat dan melihatnya sudah 16-under untuk beberapa saat. Saya bermain 17-under untuk beberapa lama dan tahu ia masih memainkan hole 18 dan mungkin mendapat birdie. Jadi, saya bisa hanya menargetkan par dan bermain dengan sederhana. Saya harus mengejar dan mendapat beberapa birdie. Strategi saya tidak banyak berubah. Saya masih memutuskan menyerang green 16 dan memutuskan melakukan hal serupa ke green 18. Saya sempat melakukan tiga putt di hole 17, tapi bisa mendapatkan birdie yang bagus di 16 dan 18, jadi skor itu cukup bagus bagi saya hari ini.”

Sejak awal Kaymer sudah sadar bahwa 20-under menjadi target skor yang ia butuhkan untuk memenangkan BMW International Open kedua dalam kariernya. Setelah mendapat motivasi ekstra berkat permainan solidnya pada putaran ketiga U.S. Open pekan lalu, pemegang dua gelar Major ini merasa lebih percaya diri lagi. Dan performanya pada pekan lalu di Golfclub München Eichenried membuktikannya.

”Sepanjang pekan ini saya bermain dengan baik. Putter saya sempat tumpul, namun kali ini mulai tajam lagi. Saya puas bisa mendapatkan birdie sebanyak itu. Birdie di hole 18 itu juga sangat penting. Setidaknya memberi saya harapan. Ketika Anda harus mendapat birdie, putt seperti itulah yang harus saya lakukan. Sudah lama saya tidak merasakan hal seperti ini,” tutur Kaymer.

Meskipun prestasi bersejarah ini layak dirayakan, Hovland mungkin tidak punya cukup waktu untuk merayakan bersama teman-temannya di negerinya. Dengan The Open Championship, Olimpiade, serta Ryder Cup yang menantinya, ia sadar kalau permainannya harus tetap prima agar bisa kembali bersaing pada ketiga panggung besar tersebut.

Kemenangan ini membara Hovland ke peringkat 13 pada Official World Golf Ranking, setelah pekan lalu ia memastikan mewakili negaranya pada Olimpiade Tokyo dengan berada di peringkat 7 pada daftar peringkat Olimpiade. Ia juga menembus sepuluh besar pada Race to Dubai Rankings in Partnership with Rolex. Dan yang jelas, ia berpeluang besar untuk menjadi pegolf Norwegia pertama yang mewakili Eropa pada Ryder Cup.