Tiga birdie di empat hole terakhir mengakhiri penantian lima tahun mantan bintang Ryder Cup asal Skotlandia, Stephen Gallacher.

Untuk kedua kalinya dalam dua pekan berturut-turut, sang juara adalah pemain yang menyalip pesaing terbesarnya. Setelah Nacho Elvira, kali ini giliran Callum Shinkwin yang harus menunda membukukan kemenangan pertamanya di ranah European Tour. Setelah pekan lalu Scott Hend melakukannya, kali ini Stephen Gallacher berhasil menjadi pemain yang mengembangkan senyum sembari mengangkat trofi pada ajang Hero Indian Open dan membawa pulang hadiah uang senilai US$291660.

Gallacher, yang mulai musim ini ditemani oleh putranya, Jack, menikmati kombinasi yang istimewa, justru ketika rakyat Skotlandia tengah merayakan Hari Ibu. Dengan tiga birdie yang ia bukukan di empat hole terakhir, Gallacher akhirnya menuntaskan penantian lima tahun, sejak terakhir menjuarai Omega Dubai Desert Classic 2014. Tidak ada yang istimewa dari skornya pada hari terakhir tadi, namun skor total 9-under 279 miliknya sudah cukup untuk membuatnya menjuarai ajang kolaborasi Asian Tour dan European Tour ini.

Performa Gallacher pada putaran final tadi memang tidaklah terbilang luar biasa. Bahkan dalam sembilan hole pertama yang ia mainkan, ia justru harus menorehkan skor 6-over lantaran membukukan hanya dua birdie dengan sebuah bogey di hole 3 dan quadrupple-bogey di hole 7. Ini seakan membuat peluangnya benar-benar sirna dan bakal membuat pekan ini sebagai pekan yang menyedihkan, terutama mengingat ia menjadi salah satu pimpinan klasemen pada hari pertama.

Meski demikian, sebagai salah satu bintang Ryder Cup pada tahun 2014, Gallacher jelas memahami bagaimana caranya mengatasi tekanan. Setelah membukukan dua birdie di hole 10 dan 12, serta bogey di hole 14, Gallacher memaksimalkan kesempatan di hole 15 par 5, sebelum kemudian melakukan approach yang memukau di hole 17 dan hole pamungkasnya, yang membantunya meraih kemenangan, meskipun akhirnya hanya menuntaskan putaran final dengan skor 1-under 71. Skor total yang ia bukukan, 9-under 279, memberinya keunggulan satu stroke dari pegolf Jepang Masahiro Kawamura dan dua stroke Jorge Campillo dari Spanyol.

“… sungguh menyenangkan bisa menang bersama putra saya, Jack, yang menemani sebagai kedi. Dia sudah menjadi kedi saya dalam 20 turnamen.” – Stephen Gallacher

“Hari ini embusan angin berputar dan lapangan pun dimainkan dengan sangat berat. Saya memulai putaran final dengan tertinggal tiga stroke dan justru berhasil mengawali dengan cukup solid,” tutur Gallacher. “Namun, kemudian saya malah kena quadrupple-bogey di hole 7. Pada saat itu saya malah merasa tenang, saya berdiri di tee box hole 8 dan melihat kalau saya hanya tertinggal lima stroke.”

Gallacher pun berhasil mempertahankan permainannya, sadar bahwa hanya dengan demikianlah ia bisa menuntaskan turnamen kali ini dengan meyakinkan. “Dan saya justru berhasil melakukannya. Saya bisa bangkit dan main 3-under dalam empat hole terakhir,” tukasnya.

Gallacher, yang kini berusia 45 tahun, mengaku ia tak lagi bermain sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

“Usia tersebut mengubah jadwal saya dan saya bisa bermain lebih sedikit dan sungguh menyenangkan bisa menang bersama putra saya, Jack, yang menemani sebagai kedi. Dia sudah menjadi kedi saya dalam 20 turnamen,” ujar Gallacher, yang menikmati kemenangan pertamanya di Asia ini.

Keberhasilan Gallacher ini juga tak terlepas dari performa buruk kedua pimpinan klasemen sebelumnya. Pegolf Amerika Julian Suri sebenarnya masih mempertahankan keunggulan tiga stroke hingga memainkan hole 13. Namun, ia juga kemudian membukukan quadrupple-bogey di hole 14, yang membuatnya harus terlempar dari persaingan dan akhirnya harus finis di peringkat empat setelah bermain 77 pada hari terakhir. Ia pun berbagi posisi tersebut bersama pegolf Afrika Selatan Christiaan Bezuidenhout.

Pegolf Inggris Callum Shinkwin, yang sebenarnya juga berpeluang juara, justru harus mengalami kesulitan sepanjang putaran final. Kali ini ia justru tak berhasil mencatatkan satu birdie pun. Shinkwin malah membukukan enam bogey, yang membuatnya harus finis dengan skor 78 dan menutup Hero Indian Open dengan skor total 5-under 283 di peringkat 6, bersama pegolf Spanyol Nacho Elvira dan duo Afrika Selatan Erik Van Rooyen dan George Coetzee.

Sementara itu, meski bermain dengan skor 73 pada putaran final, Masahiro Kawamura masih berhasil menjadi runner-up. Skor total 8-under 280 itu tak hanya memberinya finis runner-up pertama pada musim ini, tapi juga membawanya ke peringkat yang lebih baik lagi pada Habitat for Humanity Standings Asian Tour. Ia kini berada di tempat ketiga.

“Putaran ini sangat bagus jika mengingat betapa beratnya kondisi di lapangan. Permainan saya di sembilan hole pertama tidak begitu bagus dan saya kesulitan bermain di banyak hole, sementara beberapa pukulan saya juga meleset. Beruntung di sembilan hole berikutnya saya bisa main dengan sangat baik. Hari ini lapangan menjadi sangat susah, tapi saya masih bisa bangkit,” tutur Kawamura, yang menjuarai Asia-Pacific Panasonic Open 2013 sebagai gelar Asian Tour pertamanya.

Prestasi terbaik pemain tuan rumah akhirnya dibukukan oleh Rashid Khan dan Chikkarangappa S. Keduanya membukukan skor total 4-under 284 setelah masing-masing bermain dengan skor 70 dan 74. Keduanya finis di peringkat 10 bersama enam pegolf lainnya.

Leave a comment