Pegolf asal Afrika Selatan Dylan Frittelli mencatatkan birdie di hole play-off pertama untuk mengalahkan pegolf India Arjun Atwal pada putaran final AfrAsia Bank Mauritius Open yang menegangkan kemarin (3/12).

Pegolf berusia 27 tahun tersebut memaksakan babak play-off setelah mencatatkan 4-under 67 pada putaran final. Total skornya, 16-under 268 menyamai total skor yang juga dibukukan oleh Atwal.

Atwal berhasil meraih birdie di hole terakhir untuk masuk ke babak play-off, namun ia harus mengakui keunggulan pegolf Afrika Selatan itu lantaran berhasil membukukan birdie sedang ia hanya mendapat par pada ajang yang memperebutkan total hadiah sekitar US$1,07 juta ini.

”Sungguh menyenangkan pada akhirnya bisa memenangkan play-off. Sebelumnya saya sudah kalah tiga kali di European Tour dan sekali pada Sunshine Tour. Saya merasa bangga melihat cara bermain saya di hole 18. Drive saya bagus dan menggambarkan apa yang saya lakukan sepanjang pekan,” tutur Frittelli.

Frittelli mengakui, meskipun berhasil menang, kondisi di lapangan pada hari keempat memang berat. Namun, pengalaman pada hari ketiga membantunya untuk bersiap memainkan putaran final.

”Keberhasilan ini menegaskan kerja keras yang telah saya lakukan. Kemenangan ini sangat berarti buat saya. Mungkin ada yang bilang, ’Ah, Anda menang mudah di Austria.’ Nah, saya menang turnamen tri-sanctioned bahkan menghadapi para pemain tangguh hari ini (kemarin).”

Atwal, yang akan memimpin Tim Asia menghadapi Tim Eropa pada ajang EurAsia Cup tahun depan, mengakui keunggulan Frittelli dengan menyampaikan, ”Saya tak tahu membaca pukulan kedua saya (pada saat play-off) dan tidak melakukan pukulan yang bagus, juga tidak melakukan putting yang bagus. Dylan jelas melakukan hal yang tepat dan pantas untu menang.”

”Jujur saja, saya belum pernah berada dalam situasi tersebut untuk beberapa waktu. Saya kira saya berhasil menangani diri saya dengan baik. Pukulan tee saya oke, bahkan saya masih bisa menempatkan bola untuk birdie, meski gagal melakukannya,” sambung Atwal lagi.

Pegolf Asia lainnya, Miguel Tabuena asal Filipina, membukukan skor 71 pada putaran final dan finis di peringkat kelima. Ia bermain dalam kondisi pergelangannya yang cedera.

”Saya tak bisa mengeluhkan hasil putaran ini. Saya tak mendapat par sama sekali dalam lima hole pertama. Hasilnya benar-benar kartu skor yang sangat berwarna, tapi saya bangga dengan perjuangan saya. Saya tidak menyerah dan yakin mendapat hasil yang bagus,” ujar Tabuena.