Pegolf Selandia Baru Ryan Fox akhirnya menikmati kemenangan perdananya pada kancah European Tour usai menaklukkan pegolf Spanyol Adrian Otaegui di babak final ISPS HANDA World Super 6 Perth kemarin (17/2).

Perjalanan Fox meraih kemenangan ini memang tidaklah mudah. Meskipun berhasil mendapat bye usai menjadi salah satu dari delapan teratas usai memainkan 54 hole di Lake Karrinyup Country Club, Fox harus bermain total 25 hole pada hari terakhir itu. Ia bahkan menghadapi perlawanan yang sengit dari bintang Asia asal Thailand, Jazz Janewattananond. Juara SMBC Singapore Open tersebut memaksa Fox memainkan tiga hole knock out, yang dimainkan di hole 18 dari jarak 85 meter.

Babak match play pada hari Minggu itu memang menarik. Para pemain hanya memainkan enam hole, yang dimulai dari hole 10, hole 11, hole 13, hole 14, hole 12, dan hole 18, yang masih-masing diubah menjadi hole 1-6. Jika masih seimbang, barulah mereka memainkan babak knock out yang dimainkan dari jarak 85 meter di hole 18 atau hole 6 match play.

Usai menaklukkan Jazz, Fox harus menaklukkan pegolf Norwegia, Kristoffer Reitan di babak perempat final. Sekali lagi, ia berhasil menang dengan keunggulan 1-up, yang kemudian membawanya melaju ke babak semifinal.

“Saya juga mengikuti olahraga beregu, jadi saya sudah terbiasa berusaha mengalahkan seseorang dan saya cukup menyukainya.” – Ryan Fox

Di babak semifinal, Fox sekali lagi tampil prima dengan mengalahkan pegolf Irlandia Paul Dunne. Untuk pertama kalinya sejak mengikuti ISPS HANDA World Super 6 Perth ini, Fox akhirnya melaju hingga babak final dan berhadapan dengan pemain Spanyol Adrian Otaegui.

Otaegui sendiri melaju ke babak final dengan menempuh perjalanan yang panjang. Finis di peringkat T15 usai memainkan 54 hole membuatnya harus bertanding menghadapi lebih banyak lawan. Pertama, ia mengalahkan Daniel Gale, lalu menaklukkan Per Langfors yang menunggu di babak berikutnya. Otaegui juga berhasil mengalahkan favorit tuan rumah Min Woo Lee yang berhasil melaju ke babak perempat final usai mengalahkan Thomas Pieters. Otaegui akhirnya berhasil melaju ke final usai menyingkirkan Scott Vincent.

Perjalanan panjang itu tampaknya menjadi bagian dari kekalahan Otaegui. Fox langsung unggul 3-up dalam tiga hole yang mereka mainkan. Dan pertandingan pun akhirnya diakhiri di hole match play keempat, lantaran keduanya bermain imbang di hole keempat tersebut.

“Saya merasa sangat tenang. Adrian (Otaegui) membantu saya di beberapa hole, tapi saya benar-benar memegang kendali di lapangan. Sangat menyenangkan bisa memasukkan beberapa putt yang penting dan pada akhirnya saya kira pada akhirnya hal itulah yang membuat segalanya berasa mudah,” tutur Fox.

Scott Vincente berhasil memberi perlawanan sengit bagi Paul Dunne, meski akhirnya harus mengakui keunggulan pegolf Irlandia tersebut. Foto: Golfin’STYLE.

Fox sendiri berhasil mengambil manfaat dari pengalamannya bermain match play ketika masih amatir. Ia mengaku memiliki rekor yang bagus ketika bermain untuk Auckland pada tiap pertandingan inter-provincial.

“Saya juga mengikuti olahraga beregu, jadi saya sudah terbiasa berusaha mengalahkan seseorang dan saya cukup menyukainya. Memang berbeda ketimbang sekadar mengalahkan lapangan golf,” sambungnya lagi.

Sementara itu, dari perebutan tempat ketiga, Paul Dunne akhirnya berhasil mengambil posisi tersebut, sekaligus membawa pulang hadiah uang senilai AUD10.000. Namun, Dunne harus menghadapi perlawanan sengit dari Scott Vincent. Pegolf asal Zimbabwe ini tampil gigih dan memaksa Dunne untuk memainkan dua hole knock out.

“Saya sebenarnya punya peluang, tapi tidak memaksimalkannya. Itulah yang terjadi pada match play. Saya sendiri tak berharap bisa melaju sejauh ini. Jelas, ada kesempatan, tapi fakta bahwa saya bisa menembus semifinal saja pun sudah keren,” ujar Vincent.

Leave a comment