Benjamin Follett-Smith akhirnya sukses bergabung dengan rekan senegaranya, Scott Vincent, di kancah Asian Tour usai menjuarai Qualifying School Final Stage. Foto: Asian Tour.

Benjamin Follett-Smith sukses bergabung dengan Scott Vincent pada Asian Tour musim 2020.

Meraih kartu Asian Tour dengan menjuarai Qualifying School Final Stage jelas adalah suatu prestasi istimewa. Namun, jika ada satu hal yang paling penting bagi Benjamin Follett-Smith pada pekan lalu, hal itu ialah keberhasilannya meraih kembali rasa percaya dirinya. Pegolf Zimbabwe ini sempat mengalami masa-masa yang kelam bermain pada kancah Sunshine Tour di Afrika. Pada tahun 2019 lalu, ia harus mengalami gagal lolos cut dalam 12 turnamen secara berturut-turut. Sebagai rekan Scott Vincent dalam ajang World Cup of Golf tahun 2018 lalu, pengalaman tersebut jelas menyakitkan.

Partisipasinya pada Qualifying School kali ini sekaligus merupakan yang ketiga kalinya. Uniknya, kesempatan ketiga inilah yang memberinya momen yang tepat untuk kembali mendapatkan percaya dirinya, yaitu bahwa ia sanggup bersaing dan keluar sebagai juara di benua yang berbeda.

Bermain sebanyak 90 hole dalam lima putaran, pegolf berusia 23 tahun ini terus kukuh di puncak klasemen sejak putaran kedua. Setelah bermain 65-68 dalam dua putaran pertamanya, Follett-Smith menorehkan skor 67 dan 70 pada hari ketiga dan keempat. Ia kemudian membukukan tiga birdie dengan dua bogey pada hari terakhir, yang memberinya kemenangan satu stroke dari pegolf Australia Will Heffernan, yang melangkah ke Final Stage setelah melalui First Stage sepekan sebelumnya.

“Rasanya luar biasa bisa memenangkan kualifikasi ini. Ada begitu banyak hal positif yang bisa saya bawa dari pekan ini. Pencapaian ini jelas menjadi prestasi terbesar buat saya. Inilah yang benar-benar ingin saya lakukan,” tutur Follett-Smith.

“Tahun lalu saya mengalami rentang waktu yang sangat berat setelah menang pada ajang Sunshine Tour. Tapi datang ke sini dan menjuarai Qualifying School Asian Tour membuktikan bahwa saya sebenarnya cukup tangguh. Secara pribadi, keberhasilan ini bermakna sangat besar buat saya.”

 

Hein Sithu turut menjadi satu di antara 35 lulusan Qualifying School kali ini. Pegolf Myanmar ini finis di peringkat ketiga bersama Malcolm Kokocinski asal Swedia. Foto: Asian Tour.

 

Follett-Smith menambahkan, salah satu motivasi keberhasilannya pekan kemarin turut bersumber dari sebuah buku yang belakangan ini ia baca.

“Belakangan ini saya membaca buku berjudul Fearless Golf dan saya pikir buku ini memberi prespektif baru buat saya. Saya sadar kalau saya harus mulai bermain untuk diri sendiri, dan bukan untuk orang lain, jadi saya tak perlu mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan. Saya menangkap pesan ini sehingga bisa bermain dan menikmati permainan golf saya,” imbuhnya lagi.

“Scott Vincent jelas telah melakukan hal yang sama (dengan menembus Qualifying School Asian Tour) dan lihatlah di mana posisinya sekarang. Jadi, mencoba dan bisa mengikuti langkahnya merupakan hal yang besar buat saya dan semoga kelak saya bisa setangguh dia.”

Tak hanya Follett-Smith yang meraih keberhasilan dalam percobaan ketiganya. Heffernan juga mengalami hal serupa dengan berhasil finis di tempat kedua dengan skor total 14-under 341. Pada putaran final itu ia membukukan skor 66 untuk memastikan menjadi anggota penuh Asian Tour tahun ini.

Lalu yang tak kalah menarik ialah keberhasilan pegolf Myanmar, Hein Sithu, yang berhasil finis di tempat ketiga bersama pegolf Swedia Malcolm Kokocinski berkat torehan 12-under 343.

“Saya merasa sangat tertekan, tapi masih bisa fokus pada permainan. Saya mau bilang bahwa saya tidak bisa hanya melihat pemain lainnya bermain, jadi saya pun fokus pada permainan sendiri. Apalagi ketika angin yang berembus sangat kencang,” tutur Sithu.

 

Bintang golf Korea, Kim Bio finis di posisi T5 untuk mendapat hak main penuh pada Asian Tour. Tahun 2020 ini ia harus melakoni skorsing setelah kasus pelanggaran etiket di Korea pada tahun 2019 lalu. Foto: Asian Tour.

 

Dari total 35 pegolf yang lulus kualifikasi, nama pegolf Korea, Kim Bio menjadi salah satu di antaranya. Kim berhasil finis di posisi T5 setelah bermain 72-71-66-67-68 dan resmi menjadi anggota penuh Asian Tour musim ini.

Baginya, kartu Asian Tour musim ini sangatlah penting bagi karier profesionalnya, terutama setelah ia harus menjalani sanksi setahun penuh ini lantaran meluapkan emosinya kepada penonton dengan mengacungkan jari tengah dan membanting driver pada turnamen di Korea bulan September 2019. Awalnya, ia dikenakan skorsing tiga tahun, sampai akhirnya hukumannya diperingan menjadi setahun, plus denda senilai US$8.350 dan 120 jam kerja untuk pelayanan publik.

“Saya sudah beberapa kali mengikuti Qualifying School Asian Tour, tapi belum pernah bermain penuh selama semusim. Sekarang saya tak sabar untuk segera bertanding. Saya bangga bisa finis dengan meyakinkan pekan ini,” ujarnya.

Dari total 35 lulusan kali ini, Korea menyumbangkan angka peserta paling banyak, yaitu 8. Selain itu, ada 12 negara lain yang turut terwakili, yaitu Thailand (6), Australia (5), Afrika Selatan (3), Swedia (3), Amerika Serikat (2), Jepang (2), Perancis (1), India (1), Irlandia (1), Myambar (1), Filipina (1), dan Zimbabwe (1).

Para pemain yang mengikuti Qualifying School 2020 ini berhak untuk tampil pada ajang Asian Development Tour.

1 Comments

Comments are closed.