Matthew Fitzpatrick mengambil alih posisi teratas ajang World Golf Championships-HSBC Champions.

Matthew Fitzpatrick menjadi salah satu pemain yang memulai turnamen di Sheshan International Golf Club ini dengan kurang meyakinkan. Bermain dari hole 10 untuk sembilan hole pertamanya pada putaran pertama kemarin (31/10), pegolf berusia 25 tahun ini justru mencatatkan bogey.

Namun, bogey tersebut menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir baginya. Setidaknya hingga menuntaskan 36 hole pertama, yang justru membawanya menjadi pimpinan klasemen sementara, sekaligus yang kedua kalinya pada ajang World Golf Championships, setelah WGC-FedEx St. Jude Invitational bulan Juli 2019 lalu.

Meskipun memulai putaran kedua tadi dengan relatif telat panas dan hanya membukukan satu birdie di sembilan hole pertamanya, Fitzpatrick menorehkan empat birdie lagi untuk menorehkan skor 5-under 67. Skor total 11-under 133 ini memberinya keunggulan satu angka dari Juara FedExCup dan PGA TOUR Player of the Year 2019 Rory McIlroy.

Pemegang lima gelar European Tour ini mengakui performa driver-nya di hole-hole terakhirnya mulai sedikit bermasalah. Namun, ia masih bisa mengatasinya dengan performa putting yang sangat memuaskan, mengemas empat birdie di hole 12, 13, 17, dan 18.

“Yang jelas di sembilan hole terakhir putting saya sangatg bagus, sebagus performa yang bisa saya harapkan sepanjang tahun. Saya pikir, dengan lapangan ini, jika bola berada di sisi yang salah, Anda akan kesulitan untuk melakukan up-and-down. Rough-nya benar-benar menyulitkan, sedangkan green-nya keras. Selain itu, green-nya juga memiliki banyak slope. Jadi, hari ini sebenarnya tidaklah mudah,” jelas Fitzpatrick.

Ia menambahkan bahwa memukul bola ke fairway menjadi kunci bermain bagus di lapangan ini. “Kalau bisa melakukannya, Anda bakal memiliki peluang yang lebig banyak,” tandasnya.

Dengan posisinya saat ini, Fitzpatrick jelas mulai membuka peluang untuk menjuarai ajang World Golf Championships pertamanya, sekaligus ajang PGA TOUR perdana dalam kariernya. Sebelumnya, prestasi terbaiknya pada ajang World Golf Championships terjadi ketika ia finis T4 pada WGC-FedEx St. Jude Invitational 2019.

Untuk sementara, Fitzpatrick memiliki keunggulan satu stroke dari McIlroy, yang hari ini bermain dengan skor 67 untuk kedua kalinya. Putarannya kali ini diwarnai dengan 5 birdie, dua bogey, dan satu eagle.

“Saya puas dengan dua putaran pertama ini. Menempatkan diri saya dalam persaingan menuju akhir pekan adalah sesuatu yang sangat ingin saya lakukan. Ini sesuatu yang belum pernah saya lakukan lagi dalam beberapa pekan terakhir ini,” jelas McIlroy.

“Memang saya sempat mengawali dengan kurang meyakinkan dan kemudian berhasil meraih posisi yang baik, tapi bisa berada kembali dalam jalur persaingan setelah dua hari seperti ini, saya pun jadi bersemangat.”

“Saya rasa tiap tahun turnamen seperti ini menjadi lebih besar dan lebih besar lagi.” – Rory McIlroy

McIlroy mengaku selain permainannya yang relatif konsisten dan berpeluang untuk memenangkan gelar World Golf Championships keempat sepanjang kariernya membuatnya sangat senang bisa kembali berada di China.

“Saya rasa tiap tahun turnamen seperti ini menjadi lebih besar dan lebih besar lagi. Dukungan yang diberikan untuk ajang ini fantastis dan saya merasa bersemangat bisa bermain di hadapan para penggemar di China untuk dua hari lagi,” imbuhnya.

Tempat ketiga kini dihuni oleh tiga nama. PGA TOUR Rookie of the Year 2019 Im Sungjae, Adam Scott, dan sang juara bertahan Xander Schauffele sama-sama mengumpulkan skor total 9-under 135. Dengan demikian keduanya sama-sama hanya berjarak dua stroke dari Fitzpatrick.

“Ini turnamen terakhir saya (tahun ini), jadi sekarang saya ada di tempat ketiga, tapi posisi saya sangatlah bagus, dan mungkin saya bisa menang,” tegas Im yang tadi bermain dengan skor 3-under 69.

Pimpinan klasemen hari pertama, Li Haotong harus tergeser ke peringkat T6 setelah hanya bermain even par pada hari ini. Dengan skor total 8-under 136, ia dan Victor Perez asal Perancis terpaut tiga stroke dari Fitzpatrick pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$10,25 juta ini.