Danny Masrin menorehkan finis terbaik yang pernah dibukukan oleh pegolf Indonesia sepanjang sejarah penyelenggaraan BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi.

Bermain dengan baik dan efek domino dari hal-hal yang positif juga bakal mengikuti. Seperti itulah yang terjadi pada Danny Masrin ketika mencatatkan sejarah menjadi pegolf Indonesia terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi.

Delapan tahun silam, ketika turnamen ini pertama kali digelar, Rory Hie mematok rekor dengan membukukan hasil terbaik. Membukukan skor 9-under 279, Rory berhasil finis di peringkat T9. Dan catatan ini belum pernah diulangi lagi sampai tahun ini.

Danny menuju turnamen flagship Asian Tour ini dengan berharap bisa menembus sepuluh besar dan mencatatkan skor under hingga dua digit. Dan ia berhasil menorehkan skor total 15-under 273, tapi juga finis di lima besar. Skor yang ia bukukan sekaligus menjadi skor terbaik yang pernah diraih oleh seorang pegolf tuan rumah.

“Setelah dua putaran, target saya adalah bermain under dua digit. Dan setelah kemarin bermain total 9-under, saya mulai menargetkan untuk menembus di lima besar,” ujar Danny yang pada putaran final berhasil menorehkan skor 6-under 66.

“Hasil kali ini menjadi finis terbaik saya pada ajang Asian Tour tahun ini. Sebelumnya saya bisa finis di peringkat 7 di Taiwan (pada ajang Yeangder TPC).”

Meskipun melakukan catatan istimewa ini, Danny memberi kredit kepada Teddy Jubilant, yang menjadi kedi baginya sepanjang pekan ini.

Danny Masrin memberi kredit tersendiri bagi kontribusi Teddy Jubilant, yang menjadi kedi baginya sepanjang pekan penyelenggaraan BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi. Foto: Yongki Hermawan.

“Ini ketiga kalinya Om Teddy menjadi kedi bagi saya. Dan sejauh bersama dia, saya tidak pernah bermain over par. Paling hanya bermain even par. Dan kami memang sangat cocok karena sudah sering berlatih di sini, bermain bersama, dan kami tahu kalau jarak pukulnya pas buat saya dan bukan untuk dia, jadi ada komparasi di antara kami sehingga saya bisa lebih berkomitmen saat melakukan pukulan. Dan menurut saya, mendapatkan kedi yang cocok seperti beliau, benar-benar memberi perbedaan,” jelasnya.

Kompetisi Positif
Dengan berada di posisi lima besar, Danny berpeluang untuk melampaui ranking Rory Hie pada Official World Golf Ranking (OWGR). Ia menilai, persaingan di peringkat dunia ini menjadi sangat penting sebagai pemicu, tidak hanya dengan Rory, tapi juga para pegolf Indonesia lainnya, untuk berlomba mencatatkan hasil terbaik pada tiap ajang OWGR.

Mendongkrak OWGR menjadi sangat penting bagi para pegolf Indonesia, mengingat peluang untuk menembus Olimpiade Tokyo 2020, secara teori, masih terbuka.

“Untuk bisa masuk Olimpiade setidaknya kita mesti berada di peringkat 300 besar dunia. Dan kita hanya butuh satu pemain Indonesia yang berada di posisi itu karena dengan demikian, dia bisa memilih satu pemain lagi untuk dua spot di Olimpiade Tokyo,” ujar Danny.

Sejauh ini Danny telah tampil pada 14 ajang Asian Tour dan menorehkan dua finis di sepuluh besar, dan salah satunya di lima besar di Royale Jakarta Golf Club. Dengan hasil ini ia sudah memastikan kartu Asian Tour untuk musim 2020. Meski demikian, ia akan segera memainkan turnamen Asian Tour ke-15 pada tahun ini dengan bertanding pada ajang Thailand Masters pekan depan.