Bintang golf dunia bakal menghadirkan perang bintang di Asia. Episode pertama akan dimulai besok ketika THE CJ CUP @ NINE BRIDGES mulai dipertandingkan.

Pegolf No.1 Dunia Brooks Koepka bakal segera ikut memulai rangkaian tur Asia PGA TOUR yang dimulai dengan THE CJ CUP @ NINE BRIDGES Kamis (17/10) besok. Keberadaannya di Korea pekan ini sekaligus untuk mempertahankan gelar juara yang ia raih tahun lalu. Kemenangannya kala itu sekaligus membawanya ke takhta No.1 Dunia.

Koepka hanya salah satu dari sejumlah nama besar yang bakal menghadirkan aura persaingan seru di Asia. Rangkaian Asian Swing ini juga mencakup gelaran perdana ZOZO CHAMPIONSHIP di Jepang dan World Golf Championships-HSBC Champions di China. Bersama turnamen di Korea pekan ini, ketiga ajang ini menampilkan 78 peserta tanpa cut-off. Total hadiahnya juga hampir mencapai US$30 juta. Tak hanya itu, poin FedExCup PGA TOUR musim 2019-2020 juga menjadi pertaruhannya.

Phil Mickelson, anggota World Golf Hall of Fame yang juga telah mengoleksi 44 gelar PGA TOUR dan Juara FedExCup 2015 Jordan Spieth akan melakukan debut mereka di Korea pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$9,75 juta ini. Adapun juara edisi perdana tahun 2017 Justin Thomas dan bintang baru Im Sungjae juga dipastikan menampilkan permainan terbaik mereka mulai besok.

Sementara itu, Tiger Woods akan tampil pada pekan depan pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP, yang juga menyuguhkan total hadiah yang sama. Bagi Woods, turnamen ini menjadi ajang pertama baginya setelah melakoni operasi arthroscopic untuk memulihkan cedera di lutut kiri yang ia alami bulan Agustus lalu. Woods juga akan ditemani oleh Juara FedExCup 2019 dan PGA TOUR Player of the Year Rory McIlroy, plus jagoan tuan rumah Hideki Matsuyama.

Setelah Jepang, para pemain bintang akan menuju China untuk satu-satunya ajang World Golf Championships di benua Asia. Turnamen ini menyuguhkan hadiah senilai US$10,25 juta dan telah turut melambungkan nama Xander Schauffele.

Schauffele sendiri akan mempertahankan gelarnya dan bakal berhadapan dengan bintang-bintang top, seperti juara edisi 2018 Justin Rose, Rory McIlroy, Koepka, dan jagoan tuan rumah Li Haotong. Li sendiri belum lama ini telah memastikan tempatnya pada Tim Internasional untuk Presidents Cup yang bakal digelar bulan Desember di Royal Melbourne.

Komitmen Tiger Woods untuk tampil pada ZOZO CHAMPIONSHIP memiliki makna penting dalam kariernya. Foto: Getty Images.

Koepka Siapkan Performa Terbaik
Dua pekan lalu, Koepka secara mengejutkan gagal lolos cut dalam turbamen pertamanya pada musim 2019-2020. Meski demikian, pekan ini ia berniat mengulang kemenangannya di Korea.

“Saya sangat menikmati Asia. Sebagai sebuah destinasi, Asia merupakan benua yang menyenangkan. Menurut saya kemenangan di Jeju tahun lalu sangatlah penting setelah melihat kembali setahun yang saya alami,” ujar Koepka, yang finis T2 pada Masters Tournament, 1 pada U.S. PGA Championship, 2 pada U.S. Open, dan T4 pada The Open. Ia bahkan berada di posisi teratas pada klasemen musim reguler FedExCup, sekaligus meraih bonus US$2 juta setelah memenangkan Wyndham Rewards.

“Performa saya pada tahun ini menunjukkan adanya konsistensi dan saya berusaha untuk meningkatkan permainan saya ke level berikutnya–dan itulah yang sudah saya lakukan,” imbuhnya.

Woods Melanjutkan Misi ke Jepang
Adapun komitmen Tiger Woods untuk tampil pada gelaran perdana ZOZO CHAMPIONSHIP menjadi bagian dari misinya untuk menyamai rekor 82 kemenanga yang sampai sekarang masih dipegang Sam Snead. Komitmennya ini sekaligus membawanya kembali ke Asia untuk pertama kalinya sejak 2012.

Ini berarti para Tiger-mania bakal dipastikan meramaikan lapangan sepanjang pekan untuk kembali menyaksikan Woods, yang beribukan seorang Thailand. Buktinya, panitia bahkan mengatakan tiket untuk ZOZO CHAMPIONSHIP sudah nyaris ludes semua.

“Saya sangat bersemangat untuk bermain pada ajang perdana ZOZO CHAMPIONSHIP dan kembali ke Jepang, salah satu negara favorit saya,” ujar sang legenda berusia 43 tahun ini. Sejauh ini Woods memiliki catatan yang sangat bagus selama bermain di Asia. Ia telah menang 6 kali, termasuk dua kali di Jepang.

Bintang Xander Schauffele melambung usai menjuarai WGC-HSBC Champions 2018 lalu, dan ia berniat untuk bisa kembali menang. Foto: Getty Images.

Kemenangan menjadi agenda penting bagi Woods. Tak hanya terkait dengan menyamai rekor Snead, tapi kemenangan juga bisa menegaskan keputusannya untuk memilih dirinya sendiri sebagai Kapten sekaligus pemain untuk Presidents Cup. Berama Kapten Tim Internasional Ernie Els, Woods sendiri harus memilih empat nama lagi setelah rangkaian Asian Swing ini sebagai pemain pilihan untuk melengkapi jumlah 12 dari anggota tim.

“Memang mengecewakan tidak bisa langsung masuk di antara 8 pemain teratas, tapi saya berharap bisa main bagus pada turnamen saya pekan depan di Jepang,” imbuhnya.

Schauffele Kembali ke Asia
Komitmen untuk menampilkan permainan terbaik juga ditegaskan oleh Xander Schauffele, yang telah memastikan debutnya untuk Tim AS pada Presidents Cup akhir tahun ini. Kemenangannya di Shanghai tahun lalu membawanya finis di tempat kedua pada FedExCup 2018-2019.

Sama seperti Woods, Schauffele sendiri memiliki darah Asia dalam dirinya. Ibunya berasal dari China Taipei. Pemegang empat gelar PGA TOUR ini pun tak sabar untuk bisa kembali menang.

“Menang merupakan kepuasan terutama pada PGA TOUR,” ujar pegolf berusia 25 tahun ini.

Ekspos Dunia bagi Pegolf Asia
Meskipun ada banyak yang dipertaruhkan dalam tiga rangkaian Asian Swing PGA TOUR ini, para pegolf terkemuka di Asia jelas memiliki peluang emas untuk mengukuhkan status mereka ketika berhadapan dengan para bintang PGA TOUR.

Jazz Janewattananond meraih hak tampil pada seluruh rangkaian Asian Swing PGA TOUR berkat posisinya pada Asian Tour dan Japan Golf Tour. Foto: Asian Tour.

Juara U.S. Open Gary Woodland yakin bahwa para pegolf papan atas menunjukkan respons mereka terhadap tanggung jawab untuk mengembangkan golf di Asia. Ia menambahkan, jadwal PGA TOUR yang baru akan kian menambah penting rangkaian Asian Swing mulai tahun ini.

“Maknanya (Asian Swing) dalam jadwal yang baru ini sangatlah besar,” ujar Woodland, yang finis sebagai runner-up pada THE CJ CUP dengan skor 63 pada putaran finalnya tahun lalu.

“Dengan banyaknya turnamen yang dimainkan sebelum akhir tahun, Anda mesti bermain di Asia. Hadiah uangnya besar, tidak ada cut-off, dan jumlah pesertanya juga sedikit. Para penggemar di Asia sangat menyukai golf, mereka sangat lapar untuk menyaksikan turnamen golf, dan jelas sangat penting bagi kami untuk keluar dari pakem yang ada, sekaligus lebih memopulerkan golf dan mengerjakan bagian kami sendiri,” papar Woodland.

Salah satu yang bakal menikmati kesempatan dalam tiga pekan berturut-turut ini ialah bintang muda asal Thailand, Jazz Janewattananond. Ia memastikan tempatnya dalam Asian Swing ini lantaran telah mengukuhkan statusnya sebagai pegolf papan atas, baik di level Asian Tour maupun Japan GOlf Tour.

“Saya sungguh menantikan rangkaian turnamen dalam beberapa pekan ini. Bisa mengikuti turnamen-turnamen terbesar PGA TOUR di Asia jelas merupakan peluang yang sangat bagus,” tuturnya.

Saat ini Jazz merupakan pimpinan pada Habitat of Humanity Standings Asian Tour. Sampai pekan lalu, Jazz telah mengumpulkan US$833.524,71. Sementara di Jepang, ia kini berada di peringkat 3 pada Money Ranking Japan Golf Tour dengan koleksi hadiah uang mencapai ¥69.581.589.

Leave a comment