Pegolf China Taipei C.T. Pan, bintang Jepang Hideki Matsuyama dan kuartet asal Korea Im Sungjae, Kang Sung, Kim Siwoo, dan An Byeonghun memastikan melangkah ke ajang kedua FedExCup Playoff pekan ini, BMW Championship di Chicago setelah menuntaskan THE NORTHERN TRUST kemarin (11/8). Sayangnya, Kiradech Aphibarnrat asal Thailand dan satu pemain Korea lainnya, Lee K.H. harus tersingkir.

Tekanan kini bakal dirasakan oleh keenam pemain Asia yang tersisa. Mereka harus memastikan tampil maksimal pekan ini jika ingin menjadi bagian dari 30 pemain teratas pada daftar peraih poin FedExCup. Alasannya, hanya 30 pemainlah yang berhak tampil pada ajang pamungkas TOUR Championship pekan depan di Atlanta.

“Kami hanya harus bermain dengan penampilan terbaik kami,” ujar Pan, yang menjadi pegolf Asia dengan peringkat terbaik di Liberty National Golf Club kemarin.

Pan memang berhasil finis di posisi T24 setelah bermain 1-under 70 pada putaran final itu. Namun, posisinya melorot ke peringkat 37 pada daftar peraih poin FedExCup. Itu berarti ia harus finis di posisi yang jauh lebih baik pada BMW Championship agar bisa tampil pada TOUR Championship untuk pertama kalinya.

“Semua orang melihat klasemen (FedExCup). Saya pikir kami mesti finis setidaknya di sepuluh besar untuk bisa main di Atlanta. Kami bisa istirahat sejenak dan kemudian siap bertanding lagi. Itu yang harus kami lakukan. Saya merasa permainan saya masih positif. Rehat sejenak dan bersiap untuk dua pekan lagi, semoga,” ujar Pan, yang menjuarai RBC Heritage bualn April lalu.

Pemain pendatang baru asal Korea, Im Sungjae, masih menjadi wakil Asia terbaik pada klasemen FedExCup dan paling berpeluang untuk bermain pada TOUR Championship. Pada hari terakhir THE NORTHERN TRUST, ia bermain dengan skor 68 dan finis di peringkat T38.

Namun, Hideki Matsuyama harus menerima kenyataan bahwa ia terlempar dari jajaran 30 besar. Finis di peringkat T30 kemarin membuatnya harus memulai BMW Championship dengan berada di peringkat 33 pada klasemen FedExCup. Pemegang lima gelar PGA TOUR ini pun sadar ia harus main habis-habisan agar bisa menembus TOUR Championship untuk keenam kalinya secara berturut-turut.

Kang Sung, yang gagal lolos cut di Jersey City, juga harus menerima fakta bahwa posisinya turun dari peringkat 29 ke peringkat 42. Sedangkan rekan senegaranya, Kim, yang finis di peringkat 84 akan bermain pada pekan ini dari posisi 53 dalam upayanya untuk bermain pada TOUR Championship untuk kedua kalinya.

Sedangkan An yang finis di peringkat T38 kemarin setelah bermain dengan skor 72 kini berada di peringkat 61 pada daftar peraih poin FedExCup.

Kiradech Masih Berharap Masuk Tim Internasional
Sementara itu, pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR, Kiradech Aphibarnrat, akhirnya harus mengakhiri musim 2018-2019 ini lebih awal. Bermain 2-under 69 pada hari terakhir di Liberty National Golf Club hanya membuatnya menempati peringkat T71 dan gagal menembus 70 besar pada daftar peraih poin FedExCup.

Meski mengaku senang bisa mempertahankan kartu PGA TOUR, ia merasa cukup kecewa tidak bisa bermain pada BMW Championship.

“Setelah Augusta, bermain golf dan menampilkan permainan terbaik sambil menahan rasa sakit di lutut kanan rasanya menjadi sangat sulit. Ini memang bukan awal yang buruk untuk musim perdana PGA TOUR saya, tapi ada banyak hal yang harus saya kerjakan,” ujarnya.

DALLAS, TEXAS – MAY 12: Kiradech Aphibarnrat of Thailand plays a shot on the 11th hole during the final round of the AT&T Byron Nelson at Trinity Forest Golf Club on May 12, 2019 in Dallas, Texas. (Photo by Michael Reaves/Getty Images)

Hari Senin ini ia bakal kembali ke Banghkok dan menjalani pemindaian MRI pada lutut kanannya.

“Semoga saja kondisinya tidak lebih buruk daripdaa sebelumnya. Saya bakal rehat 3-4 pekan dan ingin memulihkan lutut saya. Kalau belum pulih dalam empat pekan, saya bakal rehat delapan pekan. Saya ingin pulih secepanya dan bisa kembali menikmati permainan. Beberapa bulan ini saya merasa sangat berat untuk bermain sambil menahan rasa sakit,” tutur Kiradech lagi. “Operasi adalah opsi terakhir. Kalau dokter bilang harus operasi, saya akan ikuti. Tapi semoga saja tidak mesti sampai begitu.”

Kiradeh masih yakin bahwa ia memiliki permainan yang dibutuhkan untuk tetap bermain pada PGA TOUR. Setelah bermain pada musim perdana, ia menilai bahwa musim kedua bakal menjadi sedikit lebih mudah baginya lantaran kini ia tahu memilah lapangan yang bisa ia mainkan dan turnamen mana yang tak mesti ia ikuti. Ia pun menegaskan keinginan kuatnya untuk menjadi juara.

“Ada tekanan ketika bermain menghadapi para pemain top dan semua orang bisa menang. Kalau bisa menang sekali, beban itu bakal terangkat. Saya rasa (kemenangan) tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Kiradech juga tidak serta-merta melepas harapannya untuk bisa bermain pada Presidents Cup. Ia persis ada di luar zona delapan pemain teratas, yang langsung menjadi bagian tim pada 19 Agustus nanti, sebelum Kapten Ernie Els memilih empat pemain lainnya.

“Presidents Cup selalu menjadi impian saya. Sudah beberapa kali saya nyaris masuk tim. Saya masuk 15 besar dan tidak terpilih dan hal itu cukup mengecewakan. Tapi kali ini berbeda. Saya tidak cukup bugar dan tidak main cukup bagus. Kalau tak dipilih, saya takkan kecewa. Ernie harus memilih 12 pemain terbaik. Saya setuju dengan segala yang dia lakukan. Saya akan berusaha membuktikan diri saya dan bermain lagi sebelum pilihan itu dijatuhkan. Saya ingin main bagus sampai Ernie tak bisa mengabaikan saya,” tandasnya.

Leave a comment