Augusta National menjadi panggung utama kejuaraan Major kedua pada musim gugur tahun ini.

Jadwal musim gugur yang paling tak lazim dalam sejarah PGA TOUR berlanjut pada Masters Tournament, Major kedua dari enam kejuaraan Major yang dijadwalkan pada musim 2020-2021, pada 12-15 November ini. Sekali lagi semua mata akan tertuju kepada Bryson DeChambeau—pegolf berusia 27 tahun ini meraih gelar Major pertama musim ini pada bulan September lalu di Winged Foot—tapi ada banyak pesaing lain yang diharapkan menjawab tantangan ini, termasuk sang juara bertahan, pemegang 82 gelar PGA TOUR, Tiger Woods. Akankah dominasi DeChambeau berlanjut, ataukah akan ada pemain yang menghalangi jalannya? Apakah Tiger Woods cukup bugar untuk bersaing? Seberbeda apa kondisi Augusta National pada musim gugur, dan perubahan seperti apa yang terjadi di lapangan?

Inilah empat pertanyaan paling krusial menyambut The Masters Tournament pada pekan ini.

 

Pemandangan penuh warna seperti ini biasanya terjadi pada bulan April. Foto: Rolex/Augusta National.

 

Akan seperti apa Augusta National bulan November ini?
Pertama-tama, mari membahas apa yang kita tahu. Bersiaplah menyambut matahari sekitar pukul 05:30 waktu Augusta pada Masters Tournament hari Minggu. Jadwal ini hampir dua setengah jam sebelum biasanya pada bulan April. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen ini, takkan ada satu penggemar pun yang hadir. Jadi, jangan berharap ada kerumunan penonton di green hole 18.

Selain yang disebutkan tadi, semuanya persis seperti yang diduga banyak orang. Para kru di Augusta National bertugas hingga bulan Oktober lalu di tengah warna-warna cokelat tradisional yang seolah menciptakan jalan menuju permukaan green, seperti pada foto udara yang terlihat. Foto-foto tersebut menjadi pemandangan yang menyambut mereka yang penasaran untuk melihat warna Augusta National, terutama mengingat pada musim gugur, warna azalea akan berganti dengan warna-warna musim gugur, seperti kuning, oranye, dan cokelat.

”Dugaan saya, Anda akan lebih banyak melihat (warna rumput) Bermuda, tapi lapangan ini masih tetap Augusta National dan masih tetap murni,” ujar Zach Johnson kepada USA Today. ”Lapangannya masih akan tetap berwarna hijau dan ajang ini masih akan menjadi kejuaraan Major di Augusta National, dan bagaimana lapangan ini dimainkan masih akan tergantung kondisi alam, bukan rumputnya. Ini Augusta National. Pasti murni. Anda akan mendapatkan lie bola yang sangat bagus; green-nya juga bakal halus. Lapangan ini masih akan mengagumkan.”

 

Sejak menjuarai Rocket Mortgage Classic dan U.S. Open, Bryson DeChambeau mengincar Masters Tournament. Foto: Getty Images.

 

Lupakan urusan warna. Apakah Bryson DeChambeau bakal memenangkan Major keduanya secara berturut-turut?
Saat ini, bahkan penggemar golf paling kasual sekali pun sudah mengetahui perubahan Bryson DeChambeau pada tahun 2020 ini. Namun, bagi mereka yang belum tahu, singkatnya begini: pegolf yang berdomisili di Dallas ini menambah bobot badannya sekitar 18 kg untuk menghasilkan jarak pukul driving yang lebih jauh, lalu memanfaatkan perubahan fisiknya ini dengan menjuarai Rocket Mortgage Classic.

Pihak-pihak yang meragukannya jelas akan sulit diabaikan, bagaimanapun juga, DeChambeau memberi jawaban pada bulan September lalu pada U.S. Open, ketika ia meluluhlantakkan Winged Foot untuk meraih kemenangan enam stroke untuk gelar Major pertamanya.

Kini ia menginicar Major lainnya.

”Anda telah melihat bagaimana perbandingan saya sebelumnya dengan sekarang ini. Semoga semua ini memberi inspirasi bagi banyak orang, yaitu jika Anda benar-benar mencurahkan perhatian, Anda bisa mengubah diri Anda dan menjadikannya lebih baik,” ujar DeChambeau.

”Sudah pasti akan ada orang yang meragukan saya. Tak masalah juga. Keraguan itu membakar semangat saya. Saya menghargai (keraguan tersebut) karena membuat saya berpikir bagaimana bisa menjadi lebih baik dengan lebih cepat agar bisa menunjukkannya kepada orang banyak … Einstein kerap disebut orang gila atau seseorang yang menolak sesuatu yang sebenarnya mungkin, sampai ia mulai memberi bukti atau orang mulai membuktikan bahwa teori-teorinya benar. Barulah semua orang mulai mengaguminya.”

Kini, setelah memimpin kategori Strokes Gained Off-the-Tee dan jarak driving pada PGA TOUR, DeChambeau memiliki harapan yang lebih tinggi lagi untuk sepanjang musim, dimulai di Augusta National. Produk dari Southern Methodist University ini menjadi bahan perbincangan lagi pada Shriners Hospitals for Children Open bulan Oktober lalu ketika mulai memperkenalkan driver dengan shaft sepanjang 48 inchi di Augusta National, 2,5 inchi lebih panjang daripada ukuran standard.

”Masih ada beberapa hal yang harus dilatih, tapi sejauh ini persiapan saya sangat bagus. Ada peningkatan kecepatan, penambahan kecepatan, dan ini menarik. Ini benar-benar sesuatu yang gila yang bahkan tak pernah saya kira mungkin untuk dilakukan. Jarak yang dihasilkan sungguh luar biasa, jauh daripada yang saya lakukan saat ini.”

 

Akankah sihir Tiger Woods masih mujarab di Augusta National tahun ini? Foto: Getty Images.

 

Apakah Tiger Woods masih memiliki sihir di Augusta?
Para petaruh mungkin sudah menuliskan DeChambeau sebagai favorit mereka, tapi berharag Tiger Woods masih bisa bicara banyak pada ajang Major ini. Lagipula ini Tiger Woods, sosok yang sama yang menyita perhatian dunia ketika tahun lalu menjuarai The Masters untuk pertama kalinya dalam 14 tahun dengan mengalahkan Xander Schauffele, Brooks Koepka, dan Dustin Johnson dengan satu stroke.

Tahun 2020 ini Woods hanya bermain dalam tujuh turnamen PGA TOUR, dan tak sekali pun tampil sejak gagal lolos cut pada U.S. Open. Ia juga tidak mencatatkan finis lebih baik dari peringkat T37 sejak Januari. Pemegang lima jaket hijau ini juga hanya tampil sekali dalam upayanya mempertahankan gelar pekan ini, yaitu ketika bertanding pada ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD.

Namun, Woods di Augusta menjadi cerita yang berbeda. Kemenangan 12 stroke tahun 1997. Tiger Slam tahun 2001. Keberhaslian mempertahankan gelar pada tahun berikutnya. Kemenangan lewat play-off atas Chris DiMarco tahun 2005.

Sebaiknya waspada. Augusta National adalah teriorial Tiger, dengan atau tanpa penggemar.

”Augusta akan menjadi sangat berbeda. Ketika pertama kali ke sana dan berpeluang bermain tahun 1995 dan menyaksikannya tanpa penonton, mata ini seakan terbuka melihat betapa luasnya ruang di sana,” ujar Woods. ”Ketika Anda menempatkan 40.000 penonton di properti yang sedemikian kecil, rasanya jadi sangat terbatas. Namun, kali ini akan menjadi sangat berbeda. Kali ini akan menjadi ajang Masters yang menyenangkan, dan saya tak sabar untuk bisa mempertahankan gelar saya.”

 

Karier Brendan Todd kembali melambung usai dua kemenangannya pada musim gugur tahun 2019. Foto: Getty Images.

 

Bagaimana Masters Tournament memberi dampak untuk sepanjang musim ini?
Tiap musim gugur, harapan baru merekah bagi para anggota PGA TOUR yang lama maupun baru. Mereka biasa memulainya dengan pikiran yang lebih segar. Poin FedExCup dimulai lagi dan tiap pemain memiliki peluang yang sama untuk menembus rangkaian play-off.

Pertimbangkan kasus, seperti Brendon Todd, yang pulih dari sejumlah kasus yip yang serius untuk menang dua kali pada musim gugur tahun lalu, dan pada akhirnya menembus turnamen tutup musim, TOUR Championship. Pegolf berusia 35 tahun ini sudah puasa gelar selama lima tahun dan, pada satu titik, berada di luar peringkat 2000 besar pada ranking dunia.

Semua itu berubah pada musim gugur tahun 2019 itu berkat kemenangannya pada ajang Bermuda Championship dan Mayakoba Golf Classic pada bulan November itu.

”Saya sering memikirkan soal kemenangan mengingat kepercayaan diri dan segala kesuksesan yang sebelumnya saya miliki,” ujar Todd. ”Saya sudah meraih kemenangan pada level tertinggi golf junior, level tertinggi golf di kuliahan, dan sudah meraih kemenangan pada semua level golf profesional sebelum mengalami kesulitan. Dan saya berada dalam titik yang sangat berat, seperti pada tahun 2010, dan meskipun berlangsung lama, bahkan sempat mempertimbangkan menjalani karier yang berbeda, saya selalu tahu kalau bisa kembali mendapatkan permainan saya, saya bisa bermain di level sekarang ini; hanya tinggal masalah bisakah saya memukul bola di antara pepohonan.”

Akankah Todd sanggup memukul bolanya melewati pepohonan di Augusta? Ataukah akan ada kisah Cinderella lain yang bakal dituliskan? Inikah saatnya Rickie Fowler memenangkan ajang Major? Akankah Jordan Spieth membangkitkan kembali ketangguhannya dari The Masters yang lalu?

Pertanyaan yang lebih baik lagi tentunya ialah akankah juara kita bulan November ini bisa mengulangi pencapaiannya ketika Masters Tournament kembali digelar pada bulan April 2021? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Yang jelas, sejarah menunggu untuk disingkapkan pada musim gugur PGA TOUR yang paling tak lazim ini.