Pegolf Thailand Panuphol Pittayarat menjadi salah satu dari empat pegolf yang berada di posisi teratas pada akhir putaran kedua ISPS HANDA World Super 6 Perth kemarin (15/2). Juara Indonesia Open 2017 ini menorehkan tujuh birdie dan mendapat hanya satu bogey untuk berbagi tempat dengan Ryan Fox (Selandia Baru), Matthew Griffin (Australia), dan favorit turnamen ini, Thomas Pieters (Belgia).

Pegolf yang akrab disapa Coconut itu memainkan putaran keduanya dengan berada lima stroke di belakang posisi teratas. Namun, ia langsung mengejar ketertinggalan itu dengan empat birdie di hole 2, 4, 5, dan 7. Ia sempat mendapat bogey di hole 8, tapi bisa kembali bangun dan menambah tiga birdie lagi untuk skor 66 dan skor total 8-under 136.

“Saya tentu saja gembira dengan putaran ini, terutama berkat tujuh birdie dan satu bogey. Hal terutama yang saya bisa lakukan dengan sangat baik hari ini ialah melakukan putting dengan baik dan menempatkan bola di fairway,” tutur Pittayarat.

Ia melanjutkan, green menjadi kunci penting bermain di Lake Karrinyup Country Club pada hari kedua itu. Setelah bermain siang pada pada putaran pertama, kesempatan bermain pagi hari pada hari kedua ia anggap sebagai sesuatu yang sangat bermanfaat lantaran angin tidak terlalu kencang berembus.

“Bukan berarti saya menganggapnya lebih mudah, tapi bermain dengan lebih sedikit angin tentu akan menjadi lebih baik,” sambungnya lagi. “Saya tak terlalu sering bermain match play, tapi saya sering main taruhan dengan teman-teman di rumah. Jadi, saya harap saya bisa mendapatkan sensasi yang serupa pekan ini.”

“Saya tak terlalu sering bermain match play, tapi saya sering main taruhan dengan teman-teman di rumah. Jadi, saya harap saya bisa mendapatkan sensasi yang serupa pekan ini.” – Panuphol Pittayarat

Sementara itu, Ryan Fox bertekad untuk kembali menembus babak match play. Tahun 2017 ia gagal menembus babak duel satu lawan satu itu, sementara ia harus tersingkir dari babak play-off tahun lalu. Ia menjadi salah satu pimpinan klasemen usai menorehkan dua birdie di tiga hole terakhirnya, untuk kemudian menorehkan skor 68 pada hari kedua.

Matthew Griffin juga meramaikan persaingan dengan menjadi salah satu pimpinan klasemen. Pegolf Australia ini mencatatkan enam birdie dengan satu bogey pada hari kedua kemarin.

Favorit turnamen ini, Thomas Pieters, menunjukkan kelasnya sebagai pemain unggulan. Sempat berada dalam kondisi kurang fit, Pieters juga membukukan skor 6-under 66 untuk berada di puncak klasemen.

“Saya merasa kondisi saya menjadi jauh lebih baik ketika bangun. Dan hal itu tergambar dari permainan dan kesabaran saya hari ini (kemarin),” ujar pemenang ISPS HANDA World Cup of Golf bulan November 2018 lalu ini.

Adapun pimpinan klasemen pada hari pertama, Miguel Tabuena, mengalami salah satu putaran yang mengecewakan. Usai menjadi sorotan lantaran menyamai rekor skor terendah sembilan hole pada ajang Asian Tour dan bermain 65, ia justru membukukan skor 78. Ia hanya bisa mendapatkan satu birdie, yaitu di hole 11 par 5, dan tujuh bogey. Beruntung skor totalnya, 1-under 143 sudah cukup membawanya melaju ke putaran ketiga.

Putaran ketiga yang dimulai sesaat lagi, masih akan dimainkan dalam format stroke play biasa, untuk mengambil 24 pemain teratas. Apabila ada lebih dari satu pemain yang sama-sama berperingkat 24 pada akhir putaran ketiga, mereka akan melakoni play-off untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak knock out.

Leave a comment