Kapten Tim Internasional Ernie Els mengungkapkan kegembiraannya memimpin skuad yang kini memiliki sejumlah darah baru untuk Presidents Cup. Dan darah baru ini ia nilai akan menjadi kekuatan baru ketika timnya menghadapi Tim AS di Royal Melbourne Golf Club, Australia, tahun depan.

Peraih 19 gelar PGA TOUR ini sengaja tampil dalam dua turnamen yang merupakan rangkaian Asian Swing PGA TOUR. Ia pun berkesempatan menyaksikan langsung perkembangan para bintang muda, seperti Kim Siwoo dan Im Sungjae (Korea), Cameron Smith (Australia), Kiradech Aphibarnrat (Thailand), Shubhankar Sharma (India), Satoshi Kodaira (Jepang), Emiliano Grillo (Argentina), Li Haotong (China), dan C.T. Pan (China Taipei).

Empat pemain internasional lainnya juga masuk sepuluh besar pada THE CJ CUP @ NINE BRIDGES: Jason Day (T5), Smith (T7), Adam Hadwin dan Scott (T10). Sedangkan pada akhir World Golf Championships-HSBC Champions, lima pemain berhasil masuk 20 besar: Kiradech (T4), Day dan Li (T11), Grillo (T14), dan Scott (T18).

Els sendiri sempat melakukan putaran latihan bersama Sharma di Korea. Pada kesempatan yang sama, ia juga membahas beberapa pemain yang berpotensi menjadi anggota Tim Internasional, termasuk pegolf berusia 20 tahun, Im Sungjae, Player of the Year Web.com Tour.

Dalam delapan kali partisipasinya, Els menjadi satu-satunya pemain yang pernah merasakan kemenangan ketika Presidents Cup dimainkan di Royal Melbourne pada 1998. Dia juga berhasil menjadi legenda Presidents Cup berkat duel sengitnya dengan Tiger Woods pada 2003 di Afrika Selatan yang berujung pada hasil seri pertama pada kompetisi dua tahunan ini. Woods sendiri akan menjadi Kapten Tim AS bulan Desember 2019 nanti.

Shubhankar Sharma menjadi salah satu pemain yang diharapkan bisa menjadi bagian Tim Internasional pada Presidents Cup 2019. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

Pegolf berjulukan “The Big Easy” ini sendiri sudah siap untuk menghadapi Tim As yang telah menjuarai tujuh edisi terakhir, termasuk menang tipis 15,5-14,5 di Korea Selatan tiga tahun lalu.

“Jalan masih panjang (menuju kualifikasi), tapi saya tak sabar untuk melihat wajah-wajah baru. Dan para pemain veteran, semoga mereka terus bermain bagus,” ujar Els. “Saya hanya ingin mereka memiliki semangat. Saya ingin mereka berjuang meraih tempat. Jelas tim kami tak seterkenal Tim As. Tim AS sangat berpengalaman, mereka memainkan Ryder Cup bersama, mereka juga main sangat baik pada Presidents Cup melawan kami, jadi mereka tim yang sangat matang.

“Kami akan menjadi tim yang muda, kurang berpengalaman, tapi hal itu tak membuat kami takut karena kami sangat mengenal lapangan di Melbourne itu. Saya sudah berkali-kali bermain di sana. Saya merasa memiliki rencana ermainan yang sangat baik bermain di lapangan tersebut, dari segi strategi, dan saya akan membagikan pengalaman itu dengan para pemain saya. Saya hanya ingin para pemain memiliki keinginan untuk berada di sana. Saya hanya ingin para pemain yang ingin bangkit dan menunjukkan kapasitas mereka.”

Perlombaan untuk menjadi bagian dari Tim Internasional telah dimulai pada bulan Agustus 2018 lalu dan akan berakhir pada TOUR Championship 2019 bulan Agustus tahun depan. Delapan pemain akan otomatis terpilih, sementara Els akan memilih empat pemain lain untuk melengkai tim.

Els akan mengunjungi Royal Melbourne pada 25-26 November bulan ini dalam kapasitasnya sebaagi kapten. Ia dengan tegas mengungkapkan keinginannya untuk menjadi kapten pemenang.

Marc Leishman telah menunjukkan kapasitasnya untuk menjadi bagian dari Tim Internasional tahun depan. Foto: Yong Teck Lim/Getty Images.

“Menjadi kapten untuk ajang Presidents Cup adalah suatu kehormatan sungguhan dan saya sungguh menantikan momen-momen itu. Tim kami akan menjadi tim yang sangat beragam dalam banyak hal. Masih ada satu tahun lagi menjelang Presidents Cup, jadi kami akan memiliki kelompok pemain baru yang menarik, yang bakalan menjadi bagian dari tim. Tim ini akan menjadi tim yang sangat beragam, mungkin dari enam, tujuh, atau delapan negara, jadi ini periode ini akan menjadi periode yang sangat menarik,” ujar Els lagi.

Selain mencermati perkembangan Sharma, ia juga mengikuti perjalanan karier Im yang baru saja meraih kartu PGA TOUR melalui Web.com Tour musim lalu.

“Jelas dengan ia (Im) menjuarai Web.com, dia menang dua kali dan menjuarai Order of Merit, dan kini menjadi anggota PGA TOUR, finis di lima besar pada Safeway Open, ia telah membuktikan kemampuannya. Usianya baru 20 tahun dan masa depannya masih sangat panjang,” komentar Els. “Shubhankar telah menang dua kali dalam 12 bulan dan usianya juga baru 22, jadi dia salah satu pemain yang mesti diperhatikan.”

Sharma sendiri kini memimpin Habitat for Humanity Standings Asian Tour. Dan ia berharap banyak untuk bisa menjadi bagian dari Tim Internasional, mengingat Presidents Cup juga kini menjadi target terbesar ketiga baginya setelah ajang Major dan WGC.

Adam Scott berniat untuk tampil kesembilan kalinya dan berusaha mewujudkan kemenangan. Foto: Chris Turvey/Rolex.

Leishman sendiri telah siap untuk tantangan menjadi bagian penting tim. Baginya, bermain di kandang sendiri akan menjadi keunggulan tersendiri ketika menghadapi Tim AS. “Kembali ke Royal Melbourne pasti akan sangat menyenangkan. Saya sudah main dalam tiga Presidents Cup sejauh ini, dua di Amerika, satu di Korea. Jadi, memainkan satu lagi di Melbourne lagi dengan semua sahabat dan keluarga di sana akan menjadi sangat mengagumkan. Saya berharap bisa meneruskan performa saya, menjadi pemimpin bagi tim. Semoga kami bisa memberi tantangan bagi Tim Amerika tahun depan,” ujar Leishman.

Scott sendiri berhasrat untuk bisa mengikuti Presidents Cup ke-9 dalam kariernya, terlebih mengingat ia belum sekalipun merasakan kemenangan. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk merasakan perbedaan yang bisa terwujud pada Presidents Cup kali ini, dengan berbagai bakat baru yang lebih muda.

“Saya pikir akan ada perbedaan besar (dari para pemain baru yang menjadi bagian tim). Saya pikir yang kita lihat sekarang ini adalah semakin banyaknya pemain muda, ada sedikit transisi yang terjadi pada Tim Internasional, dari sejumlah pemain yang lebih tua ke pemain yang muda yang mengambil tempat mereka. Semoga saja saya masih bisa bertahan untuk satu kesempatan lagi,” ujar Scott.

Leave a comment